Sabtu, 17 Oktober 2026
17:02 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Philip Mantofa

pendeta asal Indonesia

Bagikan:
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel ini berkualitas rendah karena menggunakan kata-kata yang berlebihan dan hiperbolis tanpa memberikan informasi yang jelas. Silakan buang istilah-istilah yang hiperbolis tersebut. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Artikel ini berisi konten yang ditulis dengan gaya sebuah iklan. Bantulah memperbaiki artikel ini dengan menghapus konten yang dianggap sebagai spam dan pranala luar yang tidak sesuai, dan tambahkan konten ensiklopedis yang ditulis dari sudut pandang netral dan sesuai dengan kebijakan Wikipedia. (Juni 2022)
Gaya atau nada penulisan artikel ini tidak mengikuti gaya dan nada penulisan ensiklopedis yang diberlakukan di Wikipedia. Bantulah memperbaikinya berdasarkan panduan penulisan artikel. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Philip Mantofa" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Philip Mantofa
Kehidupan pribadi
Lahir27 September 1974 (umur 52)
KebangsaanIndonesia
PasanganIrene Saphira
AnakVanessa Mantofa
Jeremy Mantofa
Warren Mantofa
Orang tua
  • Hardi Mantofa (ayah)
  • Suzanna Lindawati (ibu)
EducationColumbia Bible College
Dikenal karena

Philip Mantofa (lahir 27 September 1974) adalah seorang Pendeta Karismatik yang merupakan gembala sidang Gereja Misi Sejahtera.

Kehidupan Pribadi

Kelahiran dan masa kecil

Philip Mantofa lahir di Surabaya pada tanggal 27 September 1974. Ia merupakan anak kedua dari Hardi Mantofa dan Suzanna Lindawati, kakaknya yaitu Maxixe Mantofa serta adiknya adalah John Mantofa.

Keadaan otaknya waktu itu juga tidak dibanding pada umumnya. Hal tersebut yang membuat ibunya terus menerus berdoa untuk kesembuhannya dan bernazar menyerahkan Philip untuk dijadikan seorang hamba Tuhan. Berdasarkan kesaksiannya semua keadaan itu berubah saat berjalan menuju ke sekolahnya di Taipei, Taiwan. Mendengarkan doa ibunya di Indonesia, Tuhan sembuhkan ia secara ajaib.

Masa sekolah

Orang tuanya menyekolahkan Philip beserta Maxixe di sebuah sekolah dasar, di Taipei, Taiwan, dan untuk perawatan kesehatan. Tak lama kemudian mereka pulang ke Indonesia dan bersekolah di SD St. Aloysius, Kepanjen, Surabaya. Philip menemui permasalahan serius sehingga orang tuanya menyekolahkan ke Singapura. Di Singapura, Philip terlibat okultisme dari buku yang ia beli. Akibat dari permasalahan di Singapura itu, akhirnya, orang tua Philip menyekolahkannya di Vancouver, Kanada bersama kedua saudaranya. Hingga di tahun 1992, Tuhan menyelamatkan hidupnya.

Pernikahan dan Keluarga

Pada tahun 1995, Philip mulai menjalin hubungan dengan Irene Saphira, putri kedua Pdt. Jusuf Soegiarto Soetanto, Gembala Sidang GBI Jemaat Mawar Sharon Surabaya. Ia dan Irene sudah bersahabat bertahun-tahun sebelumnya. Pertama kali Philip bertemu dengan Irene adalah saat beribadah di GBI Jemaat Mawar Sharon Surabaya. Philip dan Irene berpacaran selama empat tahun. Mereka sangat jarang bertemu karena posisi Philip waktu itu yang berada di Kanada, sedangkan Irene di Indonesia. Pada tahun 1999, Philip dan Irene secara resmi menikah. Pernikahan itu dikaruniai tiga anak, yaitu Vanessa Mantofa, Jeremy Mantofa, dan Warren Mantofa, dan baru saja dikaruniai seorang menantu, Davin S Wangsawidjaja, yang menjadi suami dari Vanessa Mantofa, pada Agustus 2025.

Kehidupan Spiritual

Pertobatan

Pertobatan Philip Mantofa dimulai pada tahun 1992, pada saat ia hendak meninggalkan sebuah gereja di Vancouver, Kanada. Philip menerima bimbingan rohani Pdt. Sonny Mandagie dari “Emmanuel Indonesian Christian Fellowship". Akhirnya Philip memutuskan untuk kuliah di Sekolah Teologi, Philip akhirnya menyelesaikan studi di Columbia Bible College, British Columbia, Canada dan diwisuda pada 20 April 1996.

Pelayanan

Philip di permulaan pelayanannya, adalah sebagai mahasiswa praktik pada tahun 1994 di sebuah gereja di Ungaran, Jawa Tengah, yang saat itu di bawah kepemimpinan Pdt. Samuel Handoko Mulyanto. Setelah kembali ke Indonesia di tahun 1998, Philip setia melayani Tuhan dari awalnya sebagai pemimpin PEMASA (kini disebut Connect Group) atau kelompok sel (komsel) pemuda, lalu Genbala Pemuda di GBI Jemaat Mawar Sharon Surabaya, hingga Wakil Gembala Gereja Mawar Sharon. Kini ia menjabat sebagai Gembala Sidang Gereja Misi Sejahtera.

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan