Senin, 02 November 2026
17:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Petrus Maria Vrancken

Petrus Maria Vrancken

Vikaris Apostolik II Batavia

Bagikan:
Yang Mulia

Petrus Maria Vrancken
Vikaris Apostolik Emeritus Batavia
250px-Lukisan_PM_Vrancken_di_Katedral_Jakarta_%282026%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Mgr. Vrancken di Katedral Jakarta
GerejaKatolik Roma
KeuskupanBatavia
TakhtaAntalya di Pamfilia
Penunjukan29 April 1852
Masa jabatan berakhir
28 Mei 1874
PendahuluJacobus Grooff
PenerusAdam Carel Claessens
Jabatan lainUskup Agung Tituler Antalya di Pamfilia (1874–1879)
Imamat
Tahbisan imam
13 Juni 1829
Tahbisan uskup
15 Agustus 1847
oleh Joannes Augustinus Paredis
Informasi pribadi
Nama lahirPetrus Maria Vrancken
Lahir(1806-11-08)8 November 1806
Montenaken, Belgia
Meninggal17 Agustus 1879(1879-08-17) (umur 72)
Hasselt, Belgia
KewarganegaraanBelgia
DenominasiKatolik Roma
Jabatan sebelumnya
Uskup Tituler Kolophon (1847–1874)
SemboyanDei Gratia in Nobis Est

Petrus Maria Vrancken (8 November 1806 – 17 Agustus 1879) adalah Vikaris Apostolik kedua Batavia sejak Vikaris Apostolik sebelumnya Jacobus Grooff meninggal dunia pada 29 April 1852 hingga 28 Mei 1874.

Karya di Belanda

Vrancken ditahbiskan menjadi imam pada 13 Juni 1829. Ia berkarya di sejumlah paroki di Limburg, Belanda. Pada tahun 1838, ia ditunjuk sebagai dekan di Sittard. Sebagai dekan, ia melakukan promosi terkait pembentukan biar di Limburg oleh Ordo Ursulin.

Vikaris Apostolik

Pada 4 Januari 1847, Tahta Suci menunjuk Vrancken sebagai Vikaris Apostolik Koajutor Batavia, sekaligus menjadi Uskup Tituler Kolophon. Ia menjadi koajutor dari Mgr. Jacobus Grooff yang dideportasi dari Hindia Belanda sejak 19 Januari 1846. Ia ditahbiskan menjadi Uskup pada Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, 15 Agustus 1847. Vikaris Apostolik Limburg yang bergelar Uskup Tituler Hirina, Joannes Augustinus Paredis bertindak sebagai Penahbis Utama, dengan didampingi oleh Cornelius Ludovicus van Wijkerslooth van Schalkwijk yang merupakan Uskup Tituler Curium dan Antonius van Dyck yang merupakan Vikaris Apostolik Koajutor Breda bergelar Uskup Tituler Adrana.

Setelah Grooff wafat pada 29 April 1852, secara kanonik Vrancken otomatis melanjutkan kepemimpinan di Batavia sebagai Vikaris Apostolik. Selama di Hindia Belanda, Brancken juga mempromosikan karya Suster Ursulin di Hindia Belanda. Ia juga hadir sebagai Bapa Konsili dalam Konsili Vatikan I. Selama berkarya di Hindia Belanda, Vrancken mengakui adanya kesulitan dalam mewartakan ajaran agama Katolik di kalangan suku Jawa.[1] Di Batavia, Vrancken bersama beberapa orang lainnya mendirikan panti asuhan Dana Bantuan Santo Vincentius a Paulo di Batavia (kini bernama Perhimpunan Vincentius Jakarta) pada 29 Agustus 1855.[2][3] Ia juga memiliki pemikiran untuk pendirian seminari sebagai lembaga pendidikan dengan skala kecil untuk kaum pribumi, agar mereka dapat menjadi seorang imam. Ia meyakini bahwa memiliki imam dari kalangan pribumi adalah hal penting dalam pengembangan misi di Hindia Belanda saat itu. Hal ini akhirnya tidak dapat terwujud karena kurangnya dana dan personalia.[4] Pada masa kepemimpinannya, Vrancken turut mengundang berbagai ordo dan kongregasi untuk datang ke Hindia Belanda dan melakukan karya dalam bidang pendidikan dan rumah sakit.

Vrancken kembali ke Belanda secara rutin karena mengalami masalah dengan kesehatannya yang hidup di iklim tropis. Pada tahun 1874, dokter yang menangani Vrancken menganggap ia tidak mampu melakukan perjalanan kembali ke Hindia Belanda. Ia resmi pensiun dari tugasnya sebagai Vikaris Apostolik Batavia pada 28 Mei 1874. Sejak 16 Juni 1874, ia diangkat menjadi Uskup Agung Tituler Antalya di Pamfilia.

Ia menjadi Uskup Penahbis Utama bagi Adam Carel Claessens, penerusnya sebagai Vikaris Apostolik di Batavia pada 2 Februari 1875. Vrancken didampingi oleh Uskup Breda, Henricus van Beek dan Vikaris Apostolik Curaçao bergelar Uskup Tituler Camachus Petrus Hendricus Josephus van Ewijk, O.P. Vrancken menjadi Uskup Ko-konsekrator bersama dengan Uskup Breda, Henricus van Beek dalam penahbisan Petrus Mathias Snickers sebagai Keuskupan Haarlem pada 2 September 1877. Dalam penahbisan tersebut, Uskup Agung Utrecht, Andreas Ignatius Schaepman menjadi Uskup Penahbis Utama.

Vrancken meninggal dunia di Hasselt, Belgia pada 17 Agustus 1879.

Referensi

Pranala luar

Jabatan Gereja Katolik
Didahului oleh:
Jacobus Grooff
Vikaris Apostolik Batavia
29 April 1852 – 28 Mei 1874
Diteruskan oleh:
Adam Carel Claessens
Hanya gelar saja
Didahului oleh:
Jerónimo José de Mata, C.M.
— TITULER —
Uskup Kolophon
4 Juni 1847 – 16 Juni 1874
Diteruskan oleh:
Fidelis Johann Georg Dehm, O.F.M. Conv.
Didahului oleh:
Jean-Baptiste Boucho, M.E.P.
— TITULER —
Uskup Antalya di Pamfilia
16 Juni 1874 – 17 Agustus 1879
Diteruskan oleh:
Giovanni Kupelian
Uskup di Keuskupan Agung Jakarta
Prefek Apostolik Batavia
Vikaris Apostolik Batavia/Jakarta
Uskup Agung Jakarta
Dekanat Jakarta Pusat
(7 paroki)
Dekanat Jakarta Utara
(9 paroki)
Dekanat Jakarta Timur
(10 paroki)
Dekanat Jakarta Selatan
(6 paroki)
Dekanat Jakarta Barat I
(6 paroki)
Dekanat Jakarta Barat II
(9 paroki)
Dekanat Bekasi
(10 paroki)
Dekanat Tangerang I
(6 paroki)
Dekanat Tangerang II
(7 paroki)
Lembaga dan Fasilitas di Keuskupan Agung Jakarta
Lembaga Pendidikan Katolik
Persekolahan
multitingkat
Hanya SMA atau SMK
Perguruan tinggi
Seminari
Lembaga Sosial-Karitatif
Panti asuhan
Panti wreda
Fasilitas Kategorial
Rumah retret
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan