Selasa, 13 Oktober 2026
11:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Lambertus Prinsen

Prefek Apostolik II Jakarta

Bagikan:
Reverendus Dominus

Lambertus Prinsen
Prefek Apostolik Emeritus Batavia
GerejaGereja Katolik Roma
KeuskupanPrefektur Apostolik Batavia
Penunjukan1817
Masa jabatan berakhir
5 Februari 1830
PendahuluJacobus Nelissen
PenerusJohannes Scholten
Informasi pribadi
Nama lahirLambertus Prinsen
Lahir(1777-11-02)2 November 1777
Zenderen, Belanda
Meninggal28 Oktober 1840(1840-10-28) (umur 62)
Rietmolen, Belanda
KewarganegaraanBelanda
DenominasiKatolik Roma

Lambertus Prinsen (2 November 1777 – 28 Oktober 1840) adalah Prefek Apostolik Batavia kedua yang menjabat sejak tahun 1818 hingga tahun 1830.

Karya

Pada tahun 1805, Prinsen berangkat ke Koloni Tanjung Batavia (Bataafse Kaapkolonie) sebagai misionaris, bersama dengan Joannes Lansink dan Jacobus Nelissen. Keberangkatan mereka bertujuan untuk mendirikan prefektur apostolik di Tanjung Harapan dan memberikan pelayanan pastoral kepada orang-orang Belanda yang berada di sana. Setelah pendudukan koloni oleh Kerajaan Inggris pada 18 Januari 1806, seluruh penduduk Belanda diusir, termasuk ketiga misionaris ini. Lansink kemudian meninggal dunia pada 8 Maret 1806.

Nelissen dan Prinsen bertolak ke Hindia Belanda pada 22 Juli 1807 setelah mendapat persetujuan berupa dekrit dari Lodewijk. Nelissen ditunjuk sebagai Prefek Apostolik Batavia atas keputusan Propaganda Fide pada 8 Mei 1807.[1] Sejak 1818, Prinsen menjadi Prefek Apostolik kedua Batavia setelah kematian Nelissen pada akhir 1817. Sebelumnya, sejak 1809, Prinsen berangkat ke Semarang untuk memanfaatkan beberapa Gereja Protestan menjadi tempat ibadah. Beberapa perayaan ekaristi hingga tahun 1815 bahkan digelar di gereja Protestan.[2] Hal ini terus berlangsung sampai tahun 1824. Sementara tinggal di Semarang, pasca meninggalnya Nelissen pada 1807, Prinsen diangkat menjadi Prefek Apostolik kedua Batavia. Dia tinggal di Semarang sampai 5 Juli 1828, ketika dia mulai menetap di Batavia. Selama penugasan di wilayah Semarang, Prinsen sempat ditangkap atas tuduhan menggunakan Gereja sebagai media penyerangan kebijakan pejabat beragama Protestan yang setia kepada keluarga raja dari dinasti Oranje di Belanda. Prinsen juga mengecam tindakan Smissaert yang menurut Prinsen, telah bertingkah laku buruk dan penuh dengan hal duniawi.[3]

Kondisi kesehatannya terus menurun karena bekerja di daerah tropis, sehingga pada 5 Februari 1830, Prinsen kembali ke Belanda dan mengundurkan diri pada 29 November 1831 dari tugas di Hindia Belanda.[4] Pada tahun 1832, ia menjadi imam kepala di Almelo, sebelum akhirnya meminta dan menerima pembebasan secara terhormat dari tugas pastoral pada tahun 1836. Sejak saat itu, ia menetap di Delden sebelum tinggal sampai wafat di Rietmolen pada 28 Oktober 1840.

Rujukan

Pranala luar

Jabatan Gereja Katolik
Didahului oleh:
Jacobus Nelissen
Prefek Apostolik Batavia
1818 s.d. 5 Februari 1830
Diteruskan oleh:
Johannes Scholten
Uskup di Keuskupan Agung Jakarta
Prefek Apostolik Batavia
Vikaris Apostolik Batavia/Jakarta
Uskup Agung Jakarta
Dekanat Jakarta Pusat
(7 paroki)
Dekanat Jakarta Utara
(9 paroki)
Dekanat Jakarta Timur
(10 paroki)
Dekanat Jakarta Selatan
(6 paroki)
Dekanat Jakarta Barat I
(6 paroki)
Dekanat Jakarta Barat II
(9 paroki)
Dekanat Bekasi
(10 paroki)
Dekanat Tangerang I
(6 paroki)
Dekanat Tangerang II
(7 paroki)
Lembaga dan Fasilitas di Keuskupan Agung Jakarta
Lembaga Pendidikan Katolik
Persekolahan
multitingkat
Hanya SMA atau SMK
Perguruan tinggi
Seminari
Lembaga Sosial-Karitatif
Panti asuhan
Panti wreda
Fasilitas Kategorial
Rumah retret


Ikon rintisan

Artikel bertopik Katolik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan