Rabu, 04 November 2026
06:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
LIPNUR Kunang

LIPNUR Kunang

jenis pesawat terbang buatan Indonesia

Bagikan:
Kunang
Kunang
Informasi umum
PabrikanLIPNUR
250px-Kunang_berkanopi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Nu-35 dengan kanopi terpasang

Kunang adalah pesawat berkursi tunggal produksi LIPNUR cikal bakal dari PT Dirgantara Indonesia. Pesawat ini dimulai pembuatannya pada tahun 1957 dan pertama kali terbang pada 1958. Pesawat ini dibuat dengan tujuan untuk memunculkan minat dirgantara kepada pemuda indonesia. Pesawat ini hanya diproduksi satu buah dan saat ini sudah dipensiunkan. Replika dari pesawat ini dipajang di Museum Satria Mandala, jakarta. Pesawat ini pesawat bersayap tunggal, berkursi tunggal, mempunyai roda pendarat dibagian ekor, terbuat dari rangka kayu dan dilapisi terpal. Pada awalnya pesawat kunang diberi kode Nu-25 karena menggunakan mesin VW 25 hp, setelah mesinnya diganti dengan mesin VW 35 hp dan ditambahkan kanopi, maka namanya diubah menjadi Nu-35.[1]


Spesifikasi

Data dari Jane's All The World's Aircraft 1961–62[2]

Ciri-ciri umum

Kinerja

Referensi

Lihat juga

Ikon rintisan

Artikel bertopik perusahaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan