Senin, 19 Oktober 2026
23:52 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
CN-235

CN-235

keluarga pesawat angkut buatan CASA dan IPTN

Bagikan:
CN-235
330px-Merpati_Nusantara_Airtech_CN-235-10_Wallner.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Informasi umum
JenisPesawat angkut/Pesawat patrol maritim
PabrikanCASA/IPTN
StatusAktif
Sejarah
Diproduksi1983–sekarang[butuh rujukan]
Tanggal perkenalan1 Maret 1988
250px-RMAF_Airtech_CN-235_MPA_Persuader_AX-2334_Pichugin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CASA CN-235 milik TNI AU
250px-Casa.cn-235m-100.35-24.spanishaf.arp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CASA CN-235M-100 milik Angkatan Udara Spanyol

CN-235 adalah sebuah pesawat penumpang sipil (airliner) angkut turboprop kelas menengah bermesin dua. Pesawat bermesin turboprop ini dirancang bersama antara IPTN Indonesia dan CASA Spanyol. Pesawat ini diberi nama sandi Tetuka dan saat ini menjadi pesawat paling sukses pemasarannya dikelasnya.

Sejarah

CN-235 adalah pesawat terbang hasil kerja sama antara IPTN atau Industri Pesawat Terbang Indonesia (sekarang PT.Dirgantara Indonesia) dengan CASA dari Spanyol. Kerja sama kedua negara dimulai sejak tahun 1980 dan purwarupa milik Spanyol pertama kali terbang pada tanggal 11 November 1983, sedangkan purwarupa milik Indonesia terbang pertama kali pada tanggal 30 Desember 1983. Produksi di kedua negara di mulai pada tanggal Desember 1986. Varian pertama adalah CN-235 Series 10 dan varian peningkatan CN-235 Seri 100/110 yang menggunakan dua mesin General Electric CT7-9C berdaya 1750 shp bukan jenis CT7-7A berdaya 1700 shp pada model sebelumnya.

Varian

PT.Dirgantara Indonesia

  • CN-235-10:
    Versi produksi awal (diproduksi 15 buah oleh masing-masing perusahaan), menggunakan mesin GE CT7-7A
  • CN-235-110:
    Secara umum sama dg seri 10 tetapi menggunakan mesin GE CT7-9C dalam nasel komposit baru,mempunyai sistem kelistrikan, peringatan dan lingkungan yang lebih maju dibanding seri 100 milik CASA.
  • CN-235-220:
    Versi Pengembangan. Pembentukan kembali struktur untuk bobot operasi yang lebih tinggi, pengambangan aerodinamik pada tepi depan sayap sayap dan kemudi belok, pengurangan panjang landasan yang dibutuhkan dan penambahan jarak tempuh dengan beban maksimum (MTOW=Maximum Take Off Weight)
  • CN-235 MPA:
    Versi Patroli Maritim, dilengkapi dengan sistem navigasi, komunikasi dan misi ( mulai mendekati fase operasional dan hadir dalam singapore airshow 2008 ). Pada Desember 2009 diumumkan bahwa TNI AL membeli 3 unit CN-235 MPA sebagai bagian dari rencana memiliki 6 buah pesawat MPA sampai tahun 2014. CN-235 MPA menggunakan sistem Thales AMASCOS, radar pencari Thales/EADS Ocean Master Mk II, Penjejak panas (thermal imaging) dari Thales, Elettronica ALR 733 radar warning receiver dan CAE's AN/ASQ-508 magnetic anomaly detection system. Pesawat ini juga akan mengakomodasi Rudal Exocet MBDA AM-39 atau torpedo ringan Raytheon Mk 46.[1][2][3][4]
  • CN235-330 Phoenix:
    Modifikasi dari seri 220, ditawarkan IPTN ( dengan avionik Honeywell baru, EW system ARL-2002 dan 16.800 kg MTOW ) kepada Royal Australian Air Force untuk Project Air 5190 tactical airlift requirement, tetapi dibatalkan karena masalah keuangan pada tahun 1998
  • CN235-330 Gunship:

Versi Close Air Support Yg Dilengkapi senjata seperti meriam, Peluncur roket, Dan Rudal

EADS CASA

  • CN-235-10:
    Versi produksi awal (diproduksi 15 buah oleh masing-masing perusahaan), menggunakan mesin GE CT7-7A
  • CN-235-100:
    Secara umum sama dengan seri 10 tetapi menggunakan mesin GE CT7-9C dalam nasel komposit baru
  • CN-235-200:
    Versi Pengembangan dengan pembentukan kembali struktur pesawat untuk bobot operasi yang lebih tinggi, pengambangan aerodinamik pada tepi depan sayap dan kemudi belok, pengurangan panjang landasan yang dibutuhkan serta penambahan jarak tempuh dengan beban maksimum
  • CN-235-300:
    Modifikasi CASA pada seri 200, dengan avionik Honeywell; kelebihan lain termasuk pengembangan sistem tekanan dan fasilitas instalasi opsional roda depan ganda.
  • CN-235 ASW/ASuW/MPA:
    Versi Maritim
  • C-295:
    Versi dengan badan lebih panjang, beban 50% lebih banyak dan mesin baru PW127G.

Spesifikasi (CN-235-100/110)

250px-EADS_CASA_CN-235.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
EADS CASA CN-235
250px-CT7_T700_P1220751.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
CT7 / T700 General Electric

Karakteristik Umum

  • Kru: 2(dua) pilot
  • Kapasitas: sampai 45 penumpang
  • Panjang: 21.40 m (70 ft 3 in)
  • Bentang sayap: 25.81 m (84 ft 8 in)
  • Tinggi: 8.18 m (26 ft 10 in)
  • Area sayap: 59.1 m² (636 ft²)
  • Berat Kosong: 9,800 kg (21,605 lb)
  • Berat Isi: 15,500 kg (16,500 kg Military load) ( lb)
  • Maksimum takeoff: 15,100 kg (33,290 lb)
  • Tenaga Penggerak: 2× General Electric CT79C turboprop, 1,395 kW (1,850 bhp) each

Kemampuan

  • Kecepatan Maksimum: 509 km/j (317 mpj)
  • Jarak: 796 km (496 mil)
  • Ketinggian Maks: m ( ft)
  • Daya Menanjak: 542 m/min (1,780 ft/min)
  • Beban Sayap Maks: kg/m² ( lb/ft²)
  • Power/berat: kW/kg ( hp/lb)

Pengguna

Info Terkait

Sequence

Pesawat Sekelas

Referensi

  1. ↑ http://www.spacedaily.com/reports/Indonesia_navy_opts_for_Casa_patrol_planes_999.html
  2. ↑ "CN235-220 Patmar: Elang Baru TNI AL". November 18, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "FLIR SAFIRE III di Pesawat CN-235 Patroli Maritim TNI AL". November 18, 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "[Foto] CN235 MPA Untuk Puspenerbal". Oktober 03, 2013.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=

Album

  • CASA CN-235
    CASA CN-235
  • CASA CN-235
    CASA CN-235
  • U.S. Coast Guard HC-144A Ocean Sentry (CASA CN-235-300 MP Persuader).
    U.S. Coast Guard HC-144A Ocean Sentry (CASA CN-235-300 MP Persuader).
  • Royal Brunei Air Force (RBAF)
    Royal Brunei Air Force (RBAF)
  • Cargo hold
    Cargo hold
  • Presidential Airways CN-235-10
    Presidential Airways CN-235-10

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai CASA CN 235.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan