Jumat, 30 Oktober 2026
23:43 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Kemudi sepak

Kemudi sepak

Bagikan:
250px-Ferry-rudder-and-propeller.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daun kemudi (di kanan) dan baling (di kiri) dari kapal feri.

Kemudi sepak[1] atau biasanya disebut daun kemudi[2][3] (bahasa Inggris:rudder) adalah perangkat untuk mengubah arah kapal dengan mengubah arah arus cairan yang mengakibatkan perubahan arah kapal. Daun kemudi ditempatkan di ujung belakang lambung kapal/buritan di belakang baling-baling digerakkan secara mekanis atau hidraulis dari anjungan dengan menggerakkan roda kemudi. Karena pentingnya peranan daun kemudi dalam menjalankan kapal, maka diatur dalam Konvensi Internasional SOLAS dalam Bab II-1 Konstruksi yang menyangkut pembagian dan stabilitas, permesinan dan pemasangan listrik.

Ukuran daun kemudi tidak boleh terlalu besar atau terlalu kecil, bila terlalu besar mengakibatkan hambatan, tetapi kalau terlalu kecil mengakibatkan kapal kehilangan kendali khususnya pada kecepatan rendah. Besarnya disesuaikan dengan ukuran kapal, kecepatan kapal, bentuk lambung kapal serta penempatan daun kemudi. Penempatan daun kemudi biasanya di belakang baling, sehingga arus yang ditimbulkan baling dapat dimanfaatkan oleh daun kemudi untuk mengubah gaya yang bekerja pada kapal dengan lebih baik.

Peristilahan

Dalam bidang kedirgantaraan, perangkat serupa juga disebut kemudi belok.

Lihat pula

Galeri

  • Kemudi sepak kapal modern
    Kemudi sepak kapal modern
  • Daun kemudi yang digunakan pada kapal Pinisi
    Daun kemudi yang digunakan pada kapal Pinisi

Referensi

  1. ↑ "Kemudi sepak". Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
  2. ↑ "Arti kata rudder". Glosarium Online. Diakses tanggal 17 Desember 2022.
  3. ↑ "KONSTRUKSI LINGGI BURITAN – konstruksi kapal 1 Berlian A". Diakses tanggal 2 Mei 2025.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kapal dan transportasi air ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan