Selasa, 29 September 2026
02:45 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Pertumbuhan sekunder

Pertumbuhan sekunder

Artikel ini berisi tentang tipe pertumbuhan tanaman. Untuk hutan pertumbuhan sekunder, lihat Hutan sekunder.
330px-Tree_swallowing_lamp_post.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertumbuhan sekunder menebalkan batang dan akar, yang umumnya menjadikannya berkayu. Hambatan seperti tiang logam ini dan pangkal dahan dapat tertelan oleh pertumbuhan tersebut.

Dalam botani, pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang dihasilkan dari pembelahan sel pada kambium atau meristem lateral yang menyebabkan batang dan akar menebal, sedangkan pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang terjadi sebagai hasil dari pembelahan sel di ujung batang dan akar yang menyebabkan mereka memanjang, serta memunculkan jaringan primer. Pertumbuhan sekunder terjadi pada sebagian besar tumbuhan berbiji, namun kelompok monokotil biasanya tidak memilikinya. Jika mereka memiliki pertumbuhan sekunder, polanya berbeda dari pola tipikal tumbuhan berbiji lainnya.

Pembentukan jaringan pembuluh sekunder dari kambium merupakan ciri khas dari dikotil dan gymnospermae. Pada monokotil tertentu, jaringan pembuluh juga bertambah setelah pertumbuhan primer selesai, namun kambium pada tumbuhan ini memiliki sifat yang berbeda. Pada kelompok pteridophyta yang masih hidup, ciri ini sangat langka dan hanya ditemukan pada Isoetes.

Meristem lateral

250px-Tree_secondary_growth_diagram.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram pertumbuhan sekunder pada pohon yang menunjukkan penampang vertikal dan horizontal yang diidealkan. Kayu baru ditambahkan pada setiap musim tumbuh oleh meristem lateral, yaitu kambium gabus dan kambium pembuluh.

Pada banyak tumbuhan berpembuluh, pertumbuhan sekunder merupakan hasil dari aktivitas dua meristem lateral, yaitu kambium gabus dan kambium pembuluh. Berasal dari meristem lateral, pertumbuhan sekunder meningkatkan lebar akar atau batang tumbuhan, alih-alih panjangnya. Selama meristem lateral terus memproduksi sel-sel baru, batang atau akar akan terus bertambah diameternya. Pada tumbuhan berkayu, proses ini menghasilkan kayu, dan membentuk tumbuhan tersebut menjadi sebatang pohon dengan batang yang menebal. [butuh rujukan]

Karena pertumbuhan ini biasanya merobek epidermis batang atau akar, tumbuhan dengan pertumbuhan sekunder biasanya juga mengembangkan kambium gabus. Kambium gabus memunculkan sel-sel gabus yang menebal untuk melindungi permukaan tumbuhan dan mengurangi kehilangan air. Jika proses ini berlanjut selama bertahun-tahun, ia dapat menghasilkan lapisan gabus. Dalam kasus ek gabus, proses ini akan menghasilkan gabus yang dapat dipanen.[butuh rujukan]

Pada tumbuhan tidak berkayu

Pertumbuhan sekunder juga terjadi pada banyak tumbuhan tidak berkayu, misalnya tomat,[1] umbi batang kentang, akar tunggang wortel, dan akar umbi ubi jalar. Beberapa daun yang berumur panjang juga memiliki pertumbuhan sekunder.[2]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Thompson, N.P. and Heimsch, C. 1964. Stem anatomy and aspects of development in tomato. American Journal of Botany 51: 7-19.
  2. ↑ Ewers, F.W. 1982. Secondary growth in needle leaves of Pinus longaeva (bristlecone pine) and other conifers: Quantitative data. American Journal of Botany 69: 1552-1559.
Ikon rintisan

Artikel bertopik botani ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan