Selasa, 03 November 2026
06:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Pertempuran Selat Sunda

Pertempuran Selat Sunda

Bagikan:
Pertempuran Selat Sunda
Bagian dari Perang Dunia II, Perang Pasifik
330px-Perth_in_February_1942.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
HMAS Perth pada bulan Februari 1942
Tanggal28 Februari – 1 Maret 1942
Lokasi
Hasil Kemenangan Jepang
Pihak yang terlibat
 Jepang
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Kekuatan
  • Amerika:
  • 1 kapal penjelajah berat
  • Australia:
  • 1 kapal penjelajah ringan
  • Belanda:
  • 1 kapal perusak
Korban jiwa dan kerugian
  • 1 kapal penjelajah berat tenggelam
  • 1 kapal penjelajah ringan tenggelam
  • 1 kapal perusak tenggelam
  • 1.071 tewas
  • 675 tawanan perang[3]
  • 1 kapal penyapu ranjau tenggelam (tembakan kawan)
  • 4 kapal pengangkut pasukan tenggelam atau kandas[3] (tembakan kawan)
  • 1 kapal penjelajah rusak
  • 3 kapal perusak rusak
  • 10 tewas
  • 37 terluka[4]

Pertempuran Selat Sunda adalah pertempuran laut yang terjadi selama Perang Dunia II di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Pada malam hari tanggal 28 Februari–1 Maret 1942, kapal penjelajah ringan Australia HMAS Perth, kapal penjelajah berat Amerika USS Houston, dan kapal perusak Belanda HNLMS Evertsen berhadapan dengan gugus tugas Angkatan Laut Kekaisaran Jepang (IJN) yang besar. Setelah pertempuran sengit yang berlangsung selama beberapa jam, semua kapal Sekutu tenggelam. Lima kapal Jepang tenggelam, tiga di antaranya karena tembakan kawan sendiri.

Referensi

  1. ↑ L, Klemen (2000). "Rear-Admiral Kenzaburo Hara". Forgotten Campaign: The Dutch East Indies Campaign 1941–1942. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-09-06.
  2. ↑ L, Klemen (2000). "Rear-Admiral Takeo Kurita". Forgotten Campaign: The Dutch East Indies Campaign 1941–1942. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-10-08.
  3. 1 2 Muir 2020. sfn error: tanpa target: CITEREFMuir2020 (bantuan)
  4. ↑ Dull 1978.

Bacaan terkait

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan