Sabtu, 24 Oktober 2026
00:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Pengepungan Budapest

Pengepungan Budapest

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Pengepungan Budapest
Bagian dari Serangan Budapest (Front Timur Perang Dunia II)
Russian_Soldier_Budapest.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Tentara Soviet menulis "Budapest" dalam aksara Kiril.
Tanggal29 Desember 1944 – 13 Februari 1945
(1 bulan, 14 hari)
Lokasi
Hasil Kemenangan Soviet[1]
Pihak yang terlibat
Jerman Nazi Jerman Nazi
Hungaria Hungaria
 Uni Soviet
Rumania Rumania
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Jerman Nazi K. Pfeffer-Wildenbruch (POW)
Hungaria Iván Hindy (POW)
Jerman Nazi Gerhard Schmidhuber †
Uni Soviet Rodion Malinovsky
Uni Soviet Fyodor Tolbukhin
Rumania Nicolae Şova
Kekuatan
180.000 (90.000 untuk mempertahankan kota) 500.000+ (170.000 untuk menyerbu kota)
Korban jiwa dan kerugian
99.000–150.000 tewas, terluka, atau ditangkap Soviet:
80.026 tewas dan hilang
240.056 terluka dan sakit[2][3]
40.000 penduduk tewas

Pengepungan Budapest adalah upaya Uni Soviet untuk merebut ibu kota Hungaria Budapest pada masa menjelang berakhirnya Perang Dunia II di Eropa. Pengepungan ini merupakan bagian dari Serangan Budapest dan dimulai setelah Budapest, yang dilindungi oleh tentara Hungaria dan Jerman, dikepung Tentara Merah dan Rumania pada tanggal 29 Desember 1944. Pengepungan ini berakhir setelah Budapest menyerah pada tanggal 13 Februari 1945.

Referensi

  1. ↑ (Hungaria) Gasparovich, László (2005). A rettegés ötven napja. HAJJA BOOK KFT. hlm. 286. ISBN 978-963-9037-75-5.
  2. ↑ Glantz, David M., and Jonathan House. When Titans Clashed: How the Red Army Stopped Hitler. (Lawrence, Kansas: University Press of Kansas, 1995. ISBN 0-7006-0899-0) hal. 298
  3. ↑ Krivosheev, G. F. Soviet casualties and combat losses in the Twentieth Century. (London: Greenhill Books, 1997. ISBN 1-85367-280-7) hal. 152

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan