Kamis, 29 Oktober 2026
17:45 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Persis (wilayah)

Persis (wilayah)

daerah bersejarah yang mencakup hampir seluruh Provinsi Fars di Iran

Bagikan:
Untuk kegunaan lain, lihat Persis.
Persis
𐎱𐎠𐎼𐎿, Parsa
daerah bersejarah
Reruntuhan Persepolis di Persis
Reruntuhan Persepolis di Persis
Kekaisaran Akhemeniyah pada tahun 500 SM; Persis merupakan daerah di dalam lingkaran merah yang ditandai. Kota-kota utamanya adalah Persepolis dan Pasargadae.
Kekaisaran Akhemeniyah pada tahun 500 SM; Persis merupakan daerah di dalam lingkaran merah yang ditandai. Kota-kota utamanya adalah Persepolis dan Pasargadae.

Persis (bahasa Yunani Kuno:Περσίς, translit. Persís), juga dikenal sebagai Persia (bahasa Persia Kuno:𐎱𐎠𐎼𐎿, translit. Parsa; bahasa Persia:پارس, translit. Pârs)[1] atau Persia Inti, adalah sebuah daerah bersejarah yang mencakup hampir seluruh Provinsi Fars di Iran. Bangsa Persia dan penutur bahasa Iran Barat Kuno lainnya awalnya bermigrasi langsung dari Asia Tengah atau melalui Pegunungan Kaukasus,[2] pada awal milenium pertama SM.[2] Nama daerah ini yang juga kemudian dipakai untuk menyebut masyarakat Parsa, yang awalnya menyebut diri sebagai Ariya (𐎠𐎼𐎡𐎹).

Kekaisaran Akhemeniyah

Artikel utama: Kekaisaran Akhemeniyah
250px-Seal_of_Darius_the_Great_British_Museum.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lambang Darius Agung berburu di dalam kereta perang, bertuliskan "Aku adalah Darius, raja dari segala raja" dalam bahasa Persia Kuno beraksara paku (𐎠𐎭𐎶𐏐𐎭𐎠𐎼𐎹𐎺𐎢𐏁𐎴 𐏋, "adam Dārayavaʰuš xšāyaθiya"), serta dalam bahasa Elam dan Babilonia. Sekarang disimpan di Museum British.[3][4]

Bangsa Persia Kuno hadir di daerah Persis sejak abad ke-10 SM. Mereka menjadi penguasa kekaisaran terbesar di dunia yang belum pernah ada sebelumnya di bawah pemerintahan Dinasti Akhemeniyah yang didirikan pada akhir abad ke-6 SM, pada puncaknya membentang dari Trakia-Makedonia, Yunani di barat hingga Sungai Indus di timur.[5] Reruntuhan Persepolis dan Pasargadae, dua dari empat ibukota Kekaisaran Akhemeniyah, terletak di Persis.

Kekaisaran Aleksander

Kekaisaran Akhemeniyah kemudian ditaklukan oleh Aleksander dari Makedonia pada tahun 330 SM, melanjutkan wilayah yang luas warisan Akhemeniyah dari Yunani hingga Sungai Indus.

Beberapa satrap Helenistik diketahui setelah penaklukan Aleksander, terlebih Frasaortes, yang memerintah pada tahun 330 hingga 324 SM, seorang dari Oksines yang merebut posisinya dan kemudian ditaklukan oleh Aleksander, dan seorang jenderal Makedonia bernama Peukestas, yang belajar bahasa Persia dan mengikuti adat-istiadat setempat, menerapkan kebijakan yang cenderung persofilia.[6][7][8] Peukestas mempertahankan kesatrapan Persis hingga Pertempuran Gabiene (316 SM), setelah itu dia dicopot dari posisinya oleh Antigonos.[8] Sebuah masa pemerintahan singkat Seleukos mengambil alih wilayah tersebut pada tahun 312 SM.[7]

Kekaisaran Seleukia

Artikel utama: Kekaisaran Seleukia
250px-KINGS_of_PERSIS._V%C4%81dfrad%C4%81d_%28Autophradates%29_I._3rd_century_BC.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penguasa dinasti Frataraka bernama Vadfradad I (Autofradates I). abad ke-3 SM. Dicetak di Istakhr (Persepolis).[9]

Ketika Kekaisaran Seleukia didirikan, mungkin tidak pernah memperluas kekuasaannya di luar jalur perdagangan utama di Persis, dan pada masa pemerintahan Antiokhos I Soter atau mungkin kemudian, Persis muncul sebagai negara merdeka yang mencetak koinnya sendiri.[10]

Frataraka

Artikel utama: Frataraka

Beberapa penguasa Persia kemudian, membentuk dinasti Frataraka diketahui telah bertindak sebagai perwakilan Seleukia di Persis.[11] Mereka memerintah dari akhir abad ke-3 SM hingga awal abad ke-2 SM, dan Vahbarz atau Vādfradād I meraih kemerdekaan sekitar tahun 150 SM, ketika kekuasaan Seleukia berkurang di wilayah Persia barat daya dan wilayah Teluk Persia.[11]

Kekaisaran Partia

250px-KINGS_of_PERSIS._D%C4%81r%C4%93v_%28Darios%29_I._2nd_century_BC.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dārēv I (Darios I) untuk pertama kalinya menggunakan gelar mlk (raja). Dicetak abad ke-2 SM.

Selama masa peralihan kekuasaan, sesuai dengan pemerintahan Vādfradād II dan raja lain yang tidak pasti, tidak ada gelar kewenangan yang muncul di balik koin mereka. Gelar sebelumnya prtrk' zy alhaya (Frataraka) telah hilang. Namun, di bawah pemerintahan Dārēv I, gelar baru mlk atau raja, muncul dengan kadang-kadang dengan penyebutan prs (Persis), menunjukkan bahwa raja-raja Persis telah menjadi penguasa negara yang merdeka.[12]

Ketika raja Mihrdat I (k. 171-138 SM) mengambil alih Persis, dia membentuk dinasti Arsak dan diizinkan untuk terus mencetak koin dengan gelar mlk ("raja").[11][13]

Kekaisaran Sasaniyah

250px-Bas_relief_nagsh-e-rostam_couronnement.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Relief Sassanid menunjukkan penobatan Ardashir I.

Babak adalah penguasa kota Kheir. Usaha Babak dalam memperoleh kekuasaan lokal pada saat itu luput dari perhatian Ardawan IV, seorang kaisar Partia saat itu. Babak dan putra sulungnya bernama Shapur berhasil memperluas kekuasaan mereka ke seluruh Persis.

Peristiwa selanjutnya tidak jelas, karena sifat sumber yang samar. Namun dapat dipastikan bahwa setelah kematian Babak sekitar tahun 220, Ardashir yang pada saat itu adalah gubernur Darabgird, terlibat dalam perebutan kekuasaan sendiri dengan kakak laki-lakinya bernama Shapur. Sumber mengatakan bahwa pada tahun 222, Shapur terbunuh ketika atap sebuah bangunan runtuh menimpanya.

Ardaxšir, mengalahkan raja Partia terakhir yang sah bernama Ardawan V pada tahun 224 M, dan dimahkotai di Tisfon sebagai Ardaxšir I (Ardashir I), šāhanšāh ī Ērān, menjadi penguasa pertama Kekaisaran Sasaniyah.[12]

Pada titik ini, Ardashir memindahkan ibu kotanya lebih jauh ke selatan Persis dan mendirikan ibu kota di Ardashir-Khwarrah (sebelumnya Gur, kini Firouzabad).[14] Setelah menetapkan kekuasaannya atas Persis, Ardashir I dengan cepat memperluas wilayah Sasaniyah, menuntut kesetiaan dari pangeran Fars setempat, dan mendapatkan kendali atas Kerman, Isfahan, Susiana, dan Mesene.

250px-Sarvestan_Palace_4.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Istana Sarvestan.

Artabanus membentuk pasukan untuk kedua kalinya melawan Ardashir I pada tahun 224. Pasukan mereka bentrok di Hormizdegan, di mana Ardawan terbunuh. Ardashir dimahkotai pada tahun 226 di Tisfon sebagai penguasa tunggal Persia, mengakhiri Kekaisaran Partia yang berusia 400 tahun, dan memulai kekuasaan Kekaisaran Sasaniyah yang hampir sama panjangnya, di atas wilayah yang bahkan lebih besar, sekali lagi menjadikan Persia sebuah kekuatan terkemuka di dunia yang dikenal, hanya saja kali ini bersama dengan musuh bebuyutannya dan penerus lawan Persia sebelumnya, yaitu Romawi bersatu dan Romawi Timur yang berbangsa Yunani.

Sasaniyah memerintah selama 425 tahun, sampai tentara Muslim menaklukkan kekaisaran. Setelah itu, bangsa Persia mulai memeluk agama Islam, hal ini memudahkan kekhalifahan dan kesultanan baru Muslim untuk melanjutkan perluasan kekuasaan sejak abad ke-7.

Lihat pula

Referensi

Wikisource logo
Wikisource memiliki teks artikel the 1911 Encyclopædia Britannica tentang Persis.
  1. ↑ Richard Nelson Frye (1984). The History of Ancient Iran, Part 3, Volume 7. C.H.Beck. hlm. 9–15. ISBN 9783406093975.
  2. 1 2 Dandamaev, Muhammad A.; Lukonin, Vladimir G. (2004). The Culture and Social Institutions of Ancient Iran (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. hlm. 1–5. ISBN 9780521611916.
  3. ↑ The Darius Seal.
  4. ↑ Darius' seal: photo - Livius.
  5. ↑ David Sacks, Oswyn Murray, Lisa R. Brody; Oswyn Murray; Lisa R. Brody (2005). Encyclopedia of the ancient Greek world. Infobase Publishing. hlm. 256 (at the right portion of the page). ISBN 978-0-8160-5722-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  6. ↑ Roisman, Joseph (2002). Brill's Companion to Alexander the Great (dalam bahasa Inggris). BRILL. hlm. 189. ISBN 9789004217553.
  7. 1 2 Curtis, Vesta Sarkhosh; Stewart, Sarah (2010). The Age of the Parthians (dalam bahasa Inggris). I.B.Tauris. hlm. 38. ISBN 9780857710185.
  8. 1 2 PEUCESTAS – Encyclopaedia Iranica.
  9. ↑ CNG: KINGS of PERSIS. Vādfradād (Autophradates) I. 3rd century BC. AR Tetradrachm (28mm, 15.89 g, 9h). Istakhr (Persepolis) mint.
  10. ↑ The Cambridge History of Iran, Vol. 3 (1), p. 299
  11. 1 2 3 FRATARAKA – Encyclopaedia Iranica.
  12. 1 2 CNG: KINGS of PERSIS. Vahbarz (Oborzos). 3rd century BC. AR Obol (10mm, 0.50 g, 11h).
  13. ↑ The Cambridge History of Iran, Vol. 3 (1), p. 302
  14. ↑ Kaveh Farrokh (2007). Shadows in the Desert: Ancient Persia at War. Osprey Publishing. hlm. 176–9. ISBN 9781846031083.[pranala nonaktif permanen]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan