Minggu, 01 November 2026
23:42 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Persofilia

Persofilia

Bagikan:
250px-Cyrus_II_le_Grand_et_les_H%C3%A9breux.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Cyrus Agung, pendiri Kekaisaran Akhemeniyah dan salah satu tokoh yang paling dikagumi dalam sejarah Persia.

Persofilia (Persia: پارسی دوستی, pârsi dusti) adalah perasaan atau ungkapan ketertarikan, penghormatan, dan apresiasi terhadap orang Persia oleh seseorang yang bukan Persia. Secara lebih khusus, seorang persofil adalah seseorang yang memiliki kecenderungan atau simpati yang sangat positif terhadap Persia dan bangsa Persia, dengan kekaguman terhadap bahasa dan sastra, budaya (seni, musik, kuliner, dan lain-lain), sejarah, atau pemerintahannya. Penggunaan paling awal kata tersebut mungkin dilakukan oleh Asosiasi Numismatik Kerajaan di Britania Raya pada tahun 1838,[1] yang merujuk pada kebijakan pro-Persia seorang raja Siprus dari Marion. Sentimen yang berlawanan dikenal sebagai Persofobia.[2]

Asal-usul

Iran kuno

Kekaguman asing terhadap masyarakat Persia sangat menonjol selama dan setelah masa pemerintahan Cyrus Agung, yang mendirikan Kekaisaran Akhemeniyah sekitar tahun 550 SM. Ia sangat dihormati dalam Yudaisme karena perannya dalam mengakhiri penawanan Babilonia dan memungkinkan kembalinya bangsa Yahudi ke Zion, karena Maklumat Cyrus memberikan izin kepada bangsa Yahudi untuk kembali ke Tanah Israel dan membangun kembali Bait Suci di Yerusalem setelah jatuhnya Babilonia, yang sekaligus menandai dimulainya periode Bait Suci Kedua. Cyrus merupakan satu-satunya non-Yahudi yang dihormati sebagai Mesias (מָשִׁיחַ) dalam Alkitab Ibrani, sebagaimana dicatat dalam Yesaya 45:1, yang menyatakan bahwa ia diurapi oleh Yahweh.[3]

Banyak pemimpin Yunani kuno yang menggunakan gelar atau nama Persia selama era Akhemeniyah dianggap sebagai persofil.[4] Aleksander Agung, yang hidup dua abad setelah Cyrus, merupakan pengagum berat gaya pemerintahan Cyrus dan adat-istiadat Persia secara umum, dan ia menerapkan model yang sama bagi Kekaisaran Makedonianya, sambil berupaya memadukan budaya Yunani dengan budaya Persia untuk menyatukan kedua peradaban tersebut. Demikian pula, satrap Makedonia Peucestas memperoleh dukungan dari rakyatnya di Persis karena kecenderungan persofilnya.[5] Di Fenisia, beberapa raja Sidon, terutama mereka yang menerapkan kebijakan yang memberikan hak-hak khusus kepada orang Persia, juga dapat disebut sebagai persofil.[6]

Di Kaukasus, beberapa pemimpin historis dikenal karena kebijakan pro-Persia mereka, seperti Stefanus I dari Iberia, yang berpihak kepada Kekaisaran Sasaniyah selama Perang Bizantium–Sasaniyah 602–628, meskipun ayahnya secara terbuka lebih mendukung Kekaisaran Bizantium.[7]

Era pertengahan dan modern

Harun al-Rashid dan Al-Ma'mun, dua orang Arab yang memerintah Kekhalifahan Abbasiyah pada abad ke-8 dan ke-9, digambarkan oleh akademikus Britania Percy Sykes sebagai persofil karena kebijakan-kebijakan pro-Persia mereka.[8] Persia kemudian menjadi bagian dari warisan artistik, budaya, dan sastra di seluruh dunia Islam. Istilah Persianate merujuk pada lingkup budaya Persia yang lebih luas ini, termasuk cabang Turko-Persia dan Indo-Persia di dalamnya.

Bahasa Persia, bersama aspek-aspek lain dari masyarakat Persia, menikmati status khusus di anak benua India, terutama di kalangan Muslim setempat. Persofilia dianggap mencapai puncaknya pada masa Kekaisaran Mughal, ketika bahasa Persia digunakan dalam konteks budaya dan hukum, serta sangat dihargai oleh pejabat Mughal seperti Abdul Rahim Khan-i-Khanan, meskipun kemudian bahasa tersebut mengalami kemunduran dibandingkan bahasa Inggris yang diberlakukan di seluruh India Britania.[9] Namun demikian, bahasa Persia tetap menjadi pilihan populer untuk puisi Muslim India, berdampingan dengan bahasa Urdu.

Salah satu persofil kontemporer paling terkemuka adalah Iranolog Britania Edward Granville Browne, yang ikut berpartisipasi dalam Revolusi Konstitusional Persia tahun 1906.

Fenomena persofilia telah dikaji oleh sejumlah akademikus Persia, seperti Hamid Dabashi, yang menerbitkan Persophilia: Persian Culture on the Global Scene pada tahun 2015.[10]

Referensi

  1. ↑ Wertheimer, Londres (1838). The Numismatic Chronicle. Royal Numismatic Society. Online Version
  2. ↑ Ram, H. (2009): Iranophobia: The Logic of an Israeli Obsession, Stanford University Press, ISBN9780804760676
  3. ↑ Yesaya 45:1
  4. ↑ Max Cary, Percy Gardner, Society for the Promotion of Hellenic Studies (London, England), JSTOR (Organization), Ernest Arthur Gardner (1984). Journal of Hellenic Studies.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Online Version
  5. ↑ Curtis, Vesta Sarkhosh; Stewart, Sarah (2007). The Age of the Parthians (dalam bahasa Inggris). I.B.Tauris. ISBN 978-1-84511-406-0.
  6. ↑ Boardman, John (1982). The Cambridge Ancient History. Cambridge, England: Cambridge University Press. ISBN 0-521-23348-8. Online Version
  7. ↑ Rapp, Stephen H. (2003). Corpus scriptorum christianorum orientalium: Subsidia. Peeters Publishers. ISBN 9789042913189.
  8. ↑ Sykes, Sir Percy (2013-09-27). A History of Persia. Routledge. ISBN 978-1-136-52597-1.
  9. ↑ Culture and Circulation: Literature in Motion in Early Modern India (dalam bahasa Inggris). BRILL. 2014. hlm. 13. ISBN 9789004264489.
  10. ↑ "Persophilia — Hamid Dabashi | Harvard University Press". www.hup.harvard.edu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-02-25.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan