Jumat, 23 Oktober 2026
18:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Persemakmuran Filipina

Persemakmuran Filipina

1935-1946 Republik di Asia Tenggara dipantau oleh Amerika

Bagikan:
Persemakmuran Filipina
Mancomunidad de Filipinas (Spanyol)
Komonwelt ng Pilipinas  (Tagalog)
1935–1942
1942–1945: Pemerintahan dalam pengasingan
1945–1946
Lagu kebangsaan: 
"The Philippine Hymn" 
Peta Filipina tahun 1947
Peta Filipina tahun 1947
Status
Ibu kotaManila[a]
14°35′45″N 120°58′38″E / 14.59583°N 120.97722°E / 14.59583; 120.97722
Bahasa resmi
National languageTagalog[b]
Agama Tidak resmi

Mayoritas:
Kekristenan (Katolik, Protestantisme)

Minoritas:
Islam Sunni, Agama rakyat asli Filipina
PemerintahanKetergantungan presiden yang didelegasikan dalam sebuah republik federal
Komisaris Tinggi 
• 1935–1937
Frank Murphy
• 1937–1939
Paul V. McNutt
• 1939–1942
Francis Bowes Sayre Sr.
• 1942–1945 (dalam pengasingan)
Harold L. Ickes
• 1945–1946
Paul V. McNutt
Presiden 
• 1935–1944
Manuel L. Quezon
• 1944–1946
Sergio Osmeña
• 1946
Manuel Roxas
Wakil Presiden 
• 1935–1944
Sergio Osmeña
• 1946
Elpidio Quirino
Legislatif
Senat
(1945–1946)
Dewan Perwakilan Rakyat
(1945–1946)
Era SejarahAntarperang, Perang Dunia II
15 November 1935
12 Maret 1942
27 Februari 1945
4 Juli 1946
22 Oktober 1946
Mata uang
Zona waktuUTC+08:00 (PST)
Didahului olehDigantikan oleh
1935:
Pemerintahan Insuler Amerika Serikat di Filipina
1945:
Republik Filipina Kedua
1942:
Komisi Eksekutif Filipina
1946:
Republik
Filipina Ketiga
Sekarang bagian dariFilipina
  1. ↑ Ibu kota yang dikuasai oleh pasukan musuh antara tanggal 24 Desember 1941 dan 27 Februari 1945. Ibu kota sementara adalah
  2. ↑ Kemudian digantikan atau ditetapkan kembali sebagai Filipino sebagai bahasa nasional.
Bagian dari seri artikel mengenai
Sejarah Filipina
Philippine_History_Collage.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Garis waktu

Persemakmuran Filipina (bahasa Tagalog:Kómonwélt ng Pilipinas [pɪlɪˈpinɐs], bahasa Spanyol:Mancomunidad de Filipinas[3]) adalah penandaan politik bagi Filipina dari tahun 1935 hingga 1946, ketika negara ini merupakan persemakmuran dari Amerika Serikat. Sebelum tahun 1935, Filipina merupakan daerah insuler tanpa status persemakmuran, dan sebelumnya lagi merupakan wilayah Amerika Serikat.

Catatan kaki

  1. ↑ 1935 Constitution, Article XIII, section 3 "The National Assembly shall take steps toward the development and adoption of a common national language based on one of the existing native languages. Until otherwise provided by law, English and Spanish shall continue as official languages."
  2. ↑
  3. ↑ THE PHILIPPINE COMMONWEALTH. November 16, 1935, Saturday. The New York Times. Retrieved on October 1, 2009.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan