
Perpustakaan Carnegie adalah perpustakaan yang dibangun dengan uang yang disumbangkan oleh pengusaha dan dermawan keturunan Skotlandia-Amerika, Andrew Carnegie. Sebanyak 2.509 perpustakaan Carnegie dibangun antara tahun 1883 dan 1929, termasuk beberapa yang tergabung dalam jaringan perpustakaan umum dan universitas. Sebagian besar di antaranya – sebanyak 1.689 unit – dibangun di Amerika Serikat, 660 unit di Inggris dan Irlandia, 125 unit di Kanada, dan 25 unit lainnya di Australia, Afrika Selatan, Selandia Baru, Serbia, Belgia, Prancis, Karibia, Mauritius, Malaysia, dan Fiji.
Pada awalnya, perpustakaan Carnegie hampir seluruuhnya didirikan di tempat-tempat yang memiliki hubungan pribadi dengannya: tempat kelahirannya di Skotlandia dan wilayah sekitar kota tempat tinggalnya di Pittsburgh, Pennsylvania. Pada tahun 1899, Carnegie mulai mendanai perpustakaan di luar wilayah-wilayah tersebut. Pada akhirnya, sangat sedikit kota yang mengajukan permohonan hibah, dengan berkomitmen pada persyaratan mengenai pengoperasian dan pemeliharaan, yang ditolak. Pada saat hibah terakhir diberikan, ia telah mendanai pembangunan hampir setengah dari 3.500 perpustakaan di Amerika Serikat.
Sejarah


Carnegie mulai mendirikan perpustakaan di tempat-tempat yang memiliki hubungan pribadi dengannya. [1] Perpustakaan umum pertama yang didirikan Carnegie, yaitu Perpustakaan Carnegie Dunfermline, terletak di kota kelahirannya, Dunfermline, Skotlandia. Perpustakaan ini pertama kali dipercayakan atau diserahkan oleh Carnegie pada tahun 1880 kepada James Campbell Walker [2] dan dibuka pada tahun 1883.
Perpustakaan pertama di Amerika Serikat yang dibangun atas perintah Carnegie adalah pada tahun 1886 di kota tempat tinggalnya, Allegheny, Pennsylvania (sekarang North Side of Pittsburgh). Pada tahun 1890, perpustakaan ini menjadi perpustakaan kedua miliknya yang dibuka di AS. Bangunan itu juga memuat Carnegie Music Hall pertama di dunia.
Perpustakaan Carnegie pertama yang dibuka di Amerika Serikat berada di Braddock, Pennsylvania, sekitar 9 mil ke hulu Sungai Monongahela dari Pittsburgh. Pada tahun 1889, tempat ini juga menjadi lokasi salah satu pabrik milik Carnegie Steel Company. Perpustakaan ini merupakan Perpustakaan Carnegie kedua di Amerika Serikat yang dibangun pada tahun 1887, dan merupakan perpustakaan pertama dari empat perpustakaan yang sepenuhnya didanai olehnya. Perluasan pada tahun 1893 menggandakan luas bangunan tersebut dan mencakup Carnegie Music Hall ketiga di Amerika Serikat.
Sembilan dari 13 perpustakaan pertama di AS yang dibangun atas prakarsa Carnegie berada di wilayah barat daya Pennsylvania. Perpustakaan Braddock, Homestead, dan Duquesne bukanlah milik pemerintah kota, melainkan milik Carnegie Steel, yang membangun, merawat, dan memasok batu bara untuk sistem pemanasnya. [1]
Pada tahun 1897, Carnegie mempekerjakan James Bertram sebagai asisten pribadinya. Bertram bertugas menangani permohonan dana dari pemerintah kota serta mengawasi penyaluran hibah untuk perpustakaan. Ketika Bertram menerima surat permohonan pendirian perpustakaan, ia mengirimkan kuesioner kepada pemohon yang menanyakan jumlah penduduk kota tersebut, apakah sudah ada perpustakaan lain di sana, seberapa besar koleksi bukunya, dan berapa angka peminjaman bukunya. Jika persyaratan awal terpenuhi, Bertram menanyakan jumlah dana yang bersedia dijanjikan oleh kota tersebut untuk pemeliharaan tahunan perpustakaan, apakah lokasi disediakan, dan jumlah dana yang sudah tersedia. [1]
Hingga tahun 1898, hanya ada satu perpustakaan yang didirikan di Amerika Serikat di luar wilayah Pennsylvania Barat Daya: sebuah perpustakaan di Fairfield, Iowa, yang dibangun pada tahun 1892. Proyek tersebut merupakan proyek pertama di mana Carnegie mendanai sebuah perpustakaan yang tidak memiliki hubungan pribadi dengannya. Proyek Fairfield merupakan bagian dari model pendanaan baru yang akan digunakan oleh Carnegie (melalui Bertram) untuk mendanai ribuan perpustakaan lainnya. [3]
Sejak tahun 1899, yayasan Carnegie mendanai peningkatan jumlah perpustakaan yang sangat pesat. Hal ini bertepatan dengan maraknya klub-klub wanita pada masa pasca Perang Saudara. Mereka terutama memimpin upaya-upaya pengorganisasian lokal untuk mendirikan perpustakaan, termasuk penggalangan dana jangka panjang dan lobi di dalam komunitas mereka untuk mendukung operasional dan koleksi perpustakaan. [4] Mereka memimpin pendirian 75–80 persen perpustakaan di berbagai komunitas di seluruh negeri.

Carnegie percaya bahwa bantuan harus diberikan kepada "mereka yang rajin dan berambisi; bukan kepada mereka yang mengandalkan orang lain untuk semua hal, melainkan kepada mereka yang, karena sangat ingin dan mampu membantu diri sendiri, pantas menerima dan akan mendapat manfaat dari bantuan orang lain." [5] Di masa segregasi, orang kulit hitam umumnya dilarang mengakses perpustakaan umum di wilayah Amerika Serikat bagian Selatan. Alih-alih bersikeras agar perpustakaannya terintegrasi secara rasial, Carnegie justru mendanai perpustakaan terpisah untuk warga Afrika-Amerika di wilayah Selatan. Misalnya, di Houston ia mendanai sebuah Perpustakaan terpisah bernama Colored Carnegie Library. Perpustakaan Carnegie di Savannah, Georgia, dibuka pada tahun 1914 untuk melayani warga kulit hitam yang telah dikecualikan dari perpustakaan umum khusus kulit putih yang menerapkan segregasi. Asosiasi Colored Library Savannah yang dikelola secara pribadi telah menggalang dana dan mengumpulkan buku-buku untuk mendirikan sebuah perpustakaan kecil bagi warga kulit hitam. Setelah menunjukkan kesediaan mereka untuk mendukung perpustakaan tersebut, kelompok tersebut mengajukan permohonan dan menerima dana dari Carnegie. [6] [7] Hakim Mahkamah Agung AS Clarence Thomas menulis dalam memoarnya tahun 2008 bahwa ia sering menggunakan perpustakaan tersebut saat masih kecil, sebelum sistem perpustakaan umum dihapuskan segregasinya.
Bangunan-bangunan perpustakaan tersebut dibangun dengan berbagai gaya arsitektur, termasuk Beaux-Arts, Renaisans Italia, Barok, Kebangkitan Klasik, dan Kolonial Spanyol, untuk meningkatkan penampilannya sebagai bangunan publik. Gaya Baronial Skotlandia adalah salah satu gaya yang digunakan untuk perpustakaan di Skotlandia, tanah kelahiran Carnegie. Setiap gaya dipilih oleh masyarakat setempat. Seiring berjalannya waktu, James Bertram, sekretaris Carnegie, menjadi semakin tidak toleran dalam menyetujui desain-desain yang tidak sesuai dengan seleranya. [8] Edward Lippincott Tilton, seorang teman yang sering direkomendasikan oleh Bertram, mendesain banyak bangunan tersebut. [9]
Arsitekturnya umumnya sederhana dan formal, menyambut pengunjung melalui sebuah pintu masuk yang mencolok, yang hampir selalu diakses melalui tangga dari lantai dasar. Tangga masuk tersebut melambangkan peningkatan status seseorang melalui pembelajaran. Demikian pula, sebagian besar perpustakaan memiliki tiang lampu atau lentera yang dipasang di dekat pintu masuk, yang dimaksudkan sebagai simbol pencerahan. [10]
Hibah yang diberikan Carnegie tergolong sangat besar untuk masa itu, dan kegiatan filantropi perpustakaannya merupakan salah satu kegiatan filantropi termahal, berdasarkan nilainya, dalam sejarah. Carnegie terus mendanai pembangunan perpustakaan baru hingga tak lama sebelum kematiannya pada tahun 1919. Perpustakaan-perpustakaan tersebut diberikan kepada kota-kota kecil dan besar di Inggris Raya serta sebagian besar wilayah berbahasa Inggris: Hampir $56,2 juta dialokasikan untuk pembangunan 2.509 perpustakaan di seluruh dunia. Dari jumlah tersebut, $40 juta dialokasikan untuk pembangunan 1.670 gedung perpustakaan umum di 1.412 komunitas Amerika. [11] Kota-kota kecil menerima hibah sebesar $10.000 yang memungkinkan mereka membangun perpustakaan besar yang seketika menjadi salah satu fasilitas kota terpenting di ratusan komunitas. [12]
Latar belakang

Buku dan perpustakaan memegang peranan penting bagi Carnegie, sejak masa kecilnya di Skotlandia hingga masa remajanya di Allegheny dan Pittsburgh. Di sana ia mendengarkan pembacaan dan diskusi buku-buku dari Perpustakaan Langganan Pedagang, yang ayahnya bantu ciptakan. [13] Kemudian di Pennsylvania, saat bekerja untuk perusahaan telegraf lokal di Pittsburgh, Carnegie meminjam buku dari perpustakaan pribadi Kolonel James Anderson (1785-1861). Dia membuka koleksinya untuk para pekerjanya setiap hari Sabtu. Anderson, seperti Carnegie, tinggal di Allegheny.
Dalam otobiografinya, Carnegie memuji Anderson karena telah memberikan kesempatan kepada “anak-anak pekerja” (yang menurut sebagian orang tidak “berhak mendapatkan buku”) untuk memperoleh pengetahuan untuk mengembangkan diri. [14] Pengalaman pribadi Carnegie sebagai seorang imigran, yang dengan bantuan orang lain berhasil meraih kesuksesan dan menjadi kaya, memperkuat keyakinannya pada masyarakat yang didasarkan pada prestasi, di mana siapa pun yang bekerja keras dapat meraih kesuksesan. Keyakinan ini merupakan unsur utama dalam filosofi kedermawanannya secara umum. [15] Perpustakaannya merupakan wujud paling terkenal dari tujuan filantropis ini. Pada tahun 1900, Carnegie menyalurkan dana untuk membangun Perpustakaan Memorial Anderson, sebagai penghormatan kepada Kolonel John Byers Anderson, di College of Emporia. [16] [17]
Rumus Carnegie

Hampir semua perpustakaan Carnegie dibangun sesuai dengan "rumus Carnegie", yang mensyaratkan komitmen keuangan untuk pemeliharaan dan pengoperasian dari kota yang menerima donasi tersebut. Carnegie lebih mengutamakan dukungan publik daripada memberikan dana abadi karena, sebagaimana ia tulis:
sebuah lembaga yang didanai oleh sumbangan berisiko menjadi mangsa sekelompok orang tertentu. Masyarakat pun berhenti menaruh minat padanya, atau lebih tepatnya, tidak pernah menaruh minat padanya. Prinsip yang mewajibkan penerima bantuan untuk mandiri telah dilanggar. Segala sesuatunya telah dilakukan untuk masyarakat, alih-alih hanya membantu masyarakat agar dapat mandiri. [18]
Carnegie mensyaratkan para pejabat terpilih—pemerintah daerah—untuk:
- menunjukkan perlunya perpustakaan umum;
- menyediakan lokasi pembangunan;
- membayar gaji staf dan memelihara perpustakaan;
- terseMenggunakan dana publik untuk mengelola perpustakaan—bukan hanya sumbangan pribadi;
- setiap tahunnya menyediakan sepuluh persen dari biaya pembangunan perpustakaan untuk mendukung operasionalnya; dan,
- menyediakan layanan gratis untuk semua.
Carnegie menyerahkan pengambilan keputusan tersebut kepada asistennya, James Bertram. Ia menyusun sebuah "Daftar Pertanyaan". Daftar tersebut mencakup: Nama, status, dan jumlah penduduk kota, Apakah kota tersebut memiliki perpustakaan? Di mana lokasinya dan apakah tersebut milik pemerintah atau swasta? Berapa banyak buku yang dimiliki? Apakah tersedia lahan milik kota? Perkiraan jumlah penduduk masyarakat pada tahap ini dilakukan oleh pejabat setempat, dan Bertram kemudian berkomentar bahwa jika jumlah penduduk yang diterimanya akurat, "jumlah penduduk negara ini secara misterius telah berlipat ganda". [19]
Dampak filantropi perpustakaan Carnegie bertepatan dengan puncak pembangunan kota-kota baru dan perluasan perpustakaan di AS. [20] Pada tahun 1890, banyak negara bagian telah mulai berperan aktif dalam mengorganisir perpustakaan umum, dan gedung-gedung baru tersebut memenuhi kebutuhan yang sangat besar. Masa itu juga merupakan masa perkembangan pesat lembaga-lembaga pendidikan tinggi. Minat terhadap perpustakaan pun semakin meningkat pada masa krusial dalam perkembangan awalnya berkat profil Carnegie yang menonjol dan keyakinannya yang tulus akan pentingnya perpustakaan.
Di Kanada pada tahun 1901, Carnegie menawarkan lebih dari $2,5 juta untuk membangun 125 perpustakaan. Sebagian besar kota pada awalnya menolaknya, namun akhirnya menerima dana tersebut.
Pada tahun 1902, Carnegie menyumbangkan dana untuk membangun sebuah perpustakaan di Dunedin, Selandia Baru. Antara tahun 1908 dan 1916, 18 perpustakaan Carnegie dibuka di seluruh Selandia Baru. [21]
Desain
Cabang Lawrenceville dari Perpustakaan Carnegie Pittsburgh menandai sebuah pergeseran dari gaya Richardson pada perpustakaan yang populer pada pertengahan tahun 1800-an. ALA tidak menganjurkan ciri-ciri gaya Richardsonian seperti ruang buku berceruk dengan rak tinggi yang membutuhkan tangga, serta galeri-galeri tertutup dan ceruk-ceruk yang mengingatkan pada Eropa abad keenam belas, terutama karena pustakawan modern tidak dapat mengawasi ruang-ruang tersebut secara efisien. [1]
Kriteria arsitektur Bertram mencakup ruang kuliah, ruang baca untuk orang dewasa dan anak-anak, ruang staf, meja pustakawan yang terletak di tengah, langit-langit setinggi dua belas hingga lima belas kaki, dan jendela besar setinggi enam hingga tujuh kaki di atas lantai. Tidak ada gaya arsitektur tertentu yang direkomendasikan untuk bagian eksterior, dan juga tidak perlu mencantumkan nama Andrew Carnegie pada bangunan tersebut. Demi efisiensi, perapian tidak dianjurkan, karena ruang dinding tersebut dapat digunakan untuk menyimpan lebih banyak buku. [1]
Tidak ada persyaratan ketat mengenai perabotan, tetapi sebagian besar berasal dari Library Bureau, yang didirikan oleh Melvil Dewey pada tahun 1888. Toko ini menjual kursi, meja, katalog, dan rak buku yang terstandardisasi. [1]
Rak layanan mandiri


Lima perpustakaan Carnegie pertama menerapkan kebijakan rak tertutup, sebuah metode operasional yang umum diterapkan di perpustakaan pada masa itu. Pengunjung meminta buku kepada petugas perpustakaan, yang akan mengambilkan buku tersebut dari rak tertutup yang tidak boleh diakses oleh publik, dan membawanya ke meja pengambilan.
Untuk menekan biaya operasional, Carnegie membuat kebijakan rak terbuka atau layanan mandiri yang revolusioner, dimulai dengan cabang-cabang di lingkungan sekitar Pittsburgh yang dibuka setelah cabang utama. Proses yang disederhanakan ini memungkinkan pengunjung untuk mengakses rak-rak secara langsung. Arsitek Carnegie merancang cabang-cabang di lingkungan sekitar Pittsburgh sedemikian rupa sehingga satu pustakawan saja sudah cukup untuk mengawasi seluruh operasional setiap cabang.
Pencurian buku dan barang-barang lainnya menjadi masalah utama. Masalah ini menyebabkan meja sirkulasi perpustakaan—yang menggantikan meja pengambilan yang digunakan di perpustakaan dengan rak tertutup tradisional-ditempatkan tepat di sebelah dalam pintu depan. Meja-meja ini yang lebih besar dan tampak lebih menakutkan daripada yang digunakan di perpustakaan modern, membentang hampir sepanjang lebar lobi dan berfungsi sebagai penghalang fisik dan psikologis antara pintu masuk depan dan ruang buku.
Cabang "rak terbuka" pertama ini berada di Lawrenceville, yang merupakan perpustakaan Carnegie keenam yang dibuka di Amerika. Cabang berikutnya adalah cabang West End, yang merupakan perpustakaan Carnegie kedelapan di AS. Patricia Lowry menjelaskan
Terletak tepat di sebelah lobi, meja sirkulasi—yang kini bukan lagi meja pengambilan buku—menjadi pusat perhatian di Lawrenceville, diapit oleh gerbang putar yang mengizinkan pembaca masuk ke rak buku terbuka satu per satu, di bawah pengawasan pustakawan. Untuk mencegah pencurian, rak-rak buku tersebut disusun dalam pola radial. Di kedua sisi lobi terdapat ruang baca umum dan, untuk pertama kalinya di perpustakaan mana pun, sebuah ruangan khusus anak-anak.... Ruang baca tersebut dipisahkan oleh dinding yang berubah menjadi partisi kaca di atas pinggang—agar dapat melihatmu lebih jelas, sayangku.
Walter E. Langsam, seorang sejarawan arsitektur dan Dosen di Universitas Cincinnati, menulis, "Perpustakaan Carnegie penting karena memiliki rak terbuka yang mendorong orang untuk melihat-lihat.... Orang dapat memilih sendiri buku apa yang ingin mereka baca." [22] Kebijakan rak terbuka ini kemudian diadopsi oleh perpustakaan-perpustakaan yang sebelumnya beroperasi dengan rak tertutup.
Kritik
Sekretaris pertama Komisi Perpustakaan Iowa, Alice S. Taylor, mengkritik penggunaan dana Carnegie untuk membangun gedung-gedung mewah daripada menyediakan layanan perpustakaan yang berkualitas. Dana Carnegie hanya mencakup bangunan perpustakaan itu sendiri, dan Carnegie menyerahkan bangunan perpustakaan tersebut kepada kota-kota dengan syarat bahwa kota-kota tersebut harus menyediakan dan merawatnya. [23] Akibatnya, komunitas-komunitas kecil sering kali kesulitan dengan biaya pemeliharaan yang terkait dengan perpustakaan Carnegie; kota-kota tersebut sering kali dengan senang hati menerima dana untuk bangunan perpustakaan baru, tetapi sering kali enggan mengalokasikan pajak untuk pemeliharaannya. Faktanya, jika dilihat dari sudut pandang sekarang: pemberian perpustakaan kepada kota-kota yang terlalu kecil untuk mendukungnya justru memperlambat pengembangan perpustakaan regional kooperatif yang kini menjadi andalan komunitas-komunitas tersebut. [24]
Beberapa kritikus juga melihat donasi besar-besaran yang diberikannya sebagai penghinaan terhadap komunitas-komunitas yang sebenarnya mampu membiayai sendiri proyek-proyek pembangunan umum mereka. Yang lain melihat upayanya dalam mempromosikan perpustakaan umum hanyalah sebagai upaya untuk mengendalikan masyarakat. [25] Mark Twain, seorang pendukung Carnegie, menyatakan bahwa Carnegie menggunakan filantropi sebagai alat untuk membeli ketenaran. [26] William Jewett Tucker mengkritik filantropi Carnegie dari sudut pandang agama, dengan alasan bahwa filantropi tersebut tidak mengimbangi akumulasi kekayaannya yang "tidak bermoral", dan bahwa kontribusinya tidak membenarkan "kejahatan" yang menurut Tucker ada dalam kapitalisme itu sendiri. [26] Para pekerja baja Carnegie sendiri menggemakan sentimen ini, dengan berpendapat bahwa kekayaannya akan lebih baik digunakan untuk meningkatkan kondisi kerja bagi karyawannya sendiri, daripada untuk membangun gedung perpustakaan di seluruh negeri. [27] Tanggapan Carnegie terhadap kritik-kritik tersebut dan pemogokan Homestead Steel yang terjadi setelahnya menunjukkan pandangannya terhadap kekhawatiran para pekerjanya: "Jika saya menaikkan upah kalian, kalian akan menghabiskan uang itu untuk membeli potongan daging yang lebih baik atau minuman lebih banyak untuk makan malam kalian. Tetapi yang kalian butuhkan, meskipun kalian tidak menyadarinya, adalah perpustakaan dan gedung konser milik saya." [27]
Kritik terhadap Carnegie dapat dirangkum secara efisien dalam kata-kata parodi Finley Peter Dunne terhadap Carnegie sendiri: "Cara untuk memberantas kemiskinan dan kejahatan adalah dengan membangun gedung batu cokelat di kota di negara ini." [28] Gagasan bahwa sebuah bangunan akan menjadi obat mujarab untuk menyembuhkan semua penyakit masyarakat, demikian argumen mereka, sama sekali tidak berkelanjutan.
Masalah lainnya adalah dampaknya terhadap perpustakaan-perpustakaan keagamaan yang sudah ada sebelumnya, yang selama bertahun-tahun telah mendorong kegiatan pembelajaran melalui layanan perpustakaan gratis. Contoh yang khas adalah Perpustakaan Presbyterian Bersatu Edinburgh, yang dipimpin oleh Robert James Drummond yang terkena dampaknya setelah pembukaan Perpustakaan Carnegie di pusat kota.
Selain kritik terhadap minat dan motif filantropisnya, pembangunan perpustakaan di Amerika Selatan merupakan topik yang sangat kontroversial. Undang-undang segregasi rasial negara bagian dan lokal di seluruh wilayah Selatan berupaya menghalangi akses warga Afrika-Amerika ke fasilitas umum, termasuk perpustakaan, dan ketika pendanaan pembangunan perpustakaan Carnegie di Atlanta pada tahun 1902, perpustakaan yang diusulkan, yang merupakan perpustakaan tersegregasi, ditentang oleh banyak aktivis pada masa itu, termasuk W. E. B. Du Bois . [29] Pada tahun-tahun berikutnya, ketika American Library Association terus mengabaikan penerapan sistematis Jim Crow di Selatan, Carnegie Corporation juga terus tunduk pada norma-norma sosial pada masa itu dan bahkan mensyaratkan komunitas yang meminta hibah untuk mendasarkan alokasi dana mereka "hanya berdasarkan jumlah penduduk kulit putih di kota-kota tersebut." [30]
Melanjutkan warisan

Carnegie mendirikan yayasan amal yang terus melanjutkan karya filantropinya. Namun mereka telah mengurangi investasi mereka di perpustakaan bahkan sebelum kematiannya. Dukungan untuk proyek-proyek perpustakaan terus berlanjut, misalnya di Afrika Selatan . [31]
Pada tahun 1992, The New York Times melaporkan bahwa, menurut survei yang dilakukan oleh George Bobinski, dekan Sekolah Studi Informasi dan Perpustakaan di Universitas Negeri Buffalo, 1.554 dari 1.681 bangunan perpustakaan Carnegie asli di Amerika Serikat masih ada, dan 911 masih digunakan sebagai perpustakaan. Ia menemukan bahwa 276 bangunan tidak berubah, 286 bangunan telah diperluas, 175 bangunan telah direnovasi, 243 bangunan telah dihancurkan, dan bangunan lainnya telah diubah fungsinya. [32]

Meskipun ratusan bangunan perpustakaan telah diadaptasi untuk digunakan sebagai museum, pusat komunitas, gedung perkantoran, tempat tinggal, atau penggunaan lainnya, lebih dari setengahnya di Amerika Serikat masih melayani komunitasnya sebagai perpustakaan lebih dari seabad setelah pembangunannya. [33] Banyak di antaranya berlokasi di lingkungan yang sekarang dihuni oleh penduduk berpenghasilan menengah hingga rendah. Sebagai contoh, perpustakaan Carnegie masih menjadi inti dari sistem Perpustakaan Umum New York di Kota New York, dengan 31 dari 39 bangunan aslinya masih beroperasi; Perpustakaan Carnegie beroperasi di semua 5 Borough Kota New York di ketiga sistem perpustakaannya. Selain itu, perpustakaan utama dan delapan belas cabang dari sistem perpustakaan umum Pittsburgh adalah perpustakaan Carnegie. Sistem perpustakaan umum di sana bernama Perpustakaan Carnegie Pittsburgh . [34]
Pada akhir tahun 1940-an, Carnegie Corporation of New York mengatur pembuatan mikrofilm untuk arsip korespondensi yang berkaitan dengan hadiah dan hibah Andrew Carnegie kepada masyarakat untuk perpustakaan umum dan organ gereja. Mereka membuang bahan-bahan aslinya. Mikrofilm tersebut terbuka untuk penelitian sebagai bagian dari koleksi Arsip Carnegie Corporation of New York, yang berada di Perpustakaan Buku Langka dan Manuskrip Universitas Columbia . [35] Para arsiparis tidak membuat mikrofilm untuk foto dan denah bangunan Perpustakaan Carnegie. Jumlah dan jenis dokumen dalam berkas korespondensi sangat beragam. Dokumen-dokumen tersebut dapat mencakup surat-menyurat, formulir aplikasi dan kuesioner yang telah diisi, kliping koran, ilustrasi, dan program peresmian gedung.
Berkas korespondensi Inggris yang berkaitan dengan perpustakaan-perpustakaan individual telah dilestarikan di Edinburgh (lihat artikel Daftar perpustakaan Carnegie di Eropa ).
Dimulai pada tahun 1930-an selama Depresi Besar, beberapa perpustakaan diukur, didokumentasikan, dan difoto secara cermat di bawah program Survei Bangunan Bersejarah Amerika (HABS) dari Dinas Taman Nasional . Ini merupakan bagian dari upaya untuk mencatat dan melestarikan bangunan-bangunan penting. [36] Dokumentasi lainnya telah dikumpulkan oleh perkumpulan sejarah lokal. Pada tahun 1935, peringatan seratus tahun kelahiran Carnegie, salinan potret dirinya yang dilukis oleh F. Luis Mora diberikan kepada perpustakaan yang telah ia bantu danai. [37] Banyak perpustakaan Carnegie di Amerika Serikat, apa pun penggunaan mereka saat ini, telah diakui dengan dicantumkan dalam Daftar Tempat Bersejarah Nasional . Yang pertama, Perpustakaan Carnegie di Braddock, Pennsylvania, ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Nasional pada bulan Maret 2012.
"Hingga saat ini, Perpustakaan-Perpustakaan Carnegie yang gratis bagi masyarakat tetap menjadi warisan budaya paling penting dari Pittsburgh, sebuah karunia yang telah membentuk pemikiran dan kehidupan jutaan orang."
— Architectural critic Patricia Lowry [38]
Galeri
- Perpustakaan Carnegie, dibangun pada tahun 1901 di Guthrie, Oklahoma.
- Perpustakaan Carnegie, dibangun pada tahun 1904 di Akron, Ohio.
- Perpustakaan Umum Carnegie, dibangun pada tahun 1904 di Tyler, Texas.
- Perpustakaan Carnegie, dibangun pada tahun 1908 di Hokitika, Selandia Baru.
- Perpustakaan Umum Gratis West Tampa, dibangun pada tahun 1914 di Tampa, Florida.
- Perpustakaan Beaumont dibangun pada tahun 1914 di Beaumont, California.
- Perpustakaan Umum St. Petersburg, dibangun pada tahun 1915 di St. Petersburg, Florida.
- Perpustakaan Bayliss, dibangun pada tahun 1917 di Glenn County, California.
Daftar perpustakaan Carnegie
Catatan
- 1 2 3 4 5 6 Gangewere, Robert J (September 2011). Palace of culture: Andrew Carnegie's museums and library in Pittsburgh. Pittsburgh, Pa: University of Pittsburgh Press. ISBN 9780822943976.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "James Campbell Walker". Dictionary of Scottish Architects. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal September 16, 2016. Diakses tanggal September 3, 2016.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Carnegie Historical Museum – Fairfield Cultural District". fairfieldculturaldistrict.org. Diarsipkan dari asli tanggal April 6, 2014. Diakses tanggal April 3, 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Watson, Paula D. (1994). "Founding Mothers: The Contribution of Women's Organizations to Public Library Development in the United States". Library Quarterly. 64 (3): 236. doi:10.1086/602699.
- ↑ Andrew Carnegie, "The Best Fields for Philanthropy" Diarsipkan Januari 13, 2003, di Wayback Machine, The North American Review, Volume 149, Issue 397, December 1889 from the Cornell University Library website
- ↑ "Library History". Live Oak Public Libraries. Diarsipkan dari asli tanggal Agustus 19, 2014. Diakses tanggal Maret 12, 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Carnegie Library, Savannah, Georgia" (PDF). Live Oak Public Library. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal Maret 20, 2015. Diakses tanggal Maret 12, 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Carnegie Libraries – Reading 2". Diarsipkan dari asli tanggal Mei 2, 2014.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Mausolf, Lisa B.; Hengen, Elizabeth Durfee (2007), Edward Lippincott Tilton: A Monograph on His Architectural Practice (PDF), diarsipkan dari asli (PDF) tanggal September 27, 2011, diakses tanggal September 28, 2011, Many of these were Carnegie Libraries, public libraries built between 1886 and 1917 with funds provided by Andrew Carnegie or the Carnegie Corporation of New York. In all, Carnegie funding was provided for 1,681 public library buildings in 1,412 U.S. communities, with additional libraries abroad. Increasingly after 1908, Carnegie library commissions tended to be in the hands of a relatively small number of firms that specialized in library design. Tilton benefited from a friendship with James Bertram, who was responsible for reviewing plans for Carnegie-financed library buildings. Although the Carnegie program left the hiring of an architect to local officials, Bertram's personal letters of introduction gave Tilton a distinct advantage. As a result, Tilton won a large number of comparatively modest Carnegie library commissions, primarily in the northeast. Typically, Tilton furnished all plans, working drawings, details and specifications and associated with a local architect, who would supervise construction and receive 5% of Tilton's commission.
{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Studying transcultural literary history. Gunilla Lindberg-Wada. Berlin. 2006. ISBN 978-3-11-092055-0. OCLC 607884927.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) - ↑ Murray, Stuart (2009). The Library: An Illustrated History. New York: Skyhorse Chicago: ALA Editions. hlm. 174–91.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link) - ↑ Kevane, Michael J; Sundstrom, William A (2016). "Public Libraries and Political Particippation, 1870–1940". Economics. Diakses tanggal Maret 12, 2022.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Murray, Stuart (2009). The library : an illustrated history. New York: Skyhorse Pub. ISBN 978-1-60239-706-4.
- ↑ "Andrew Carnegie: A Tribute: Colonel James Anderson" Diarsipkan Februari 11, 2004, di Wayback Machine, Exhibit, Carnegie Library of Pittsburgh
- ↑ Murray, Stuart (2009). The Library: An Illustrated History. New York: Skyhorse Pub. ISBN 978-0838909911. OCLC 277203534.
- ↑ Gardiner, Allen. "Anderson Memorial Library". The Carnegie Legacy in Kansas. Diarsipkan dari asli tanggal 5 Agustus 2012.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Redeker, Mary Ann (Juli 31, 2017). "An inside look at Anderson Memorial Library". Emporia Gazette. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Desember 21, 2020.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Carnegie, Andrew (Desember 1889). "The Best Fields for Philanthropy". North American Review. 149: 688–691.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Gigler, Rich (Juli 17, 1983). "Thanks, but no thanks". The Pittsburgh Press. hlm. 12. Diakses tanggal Mei 26, 2015.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Kevane, Michael; Sundstrom, William A. (April 30, 2014). "The Development of Public Libraries in the United States, 1870–1930: A Quantitative Assessment". Information & Culture: A Journal of History. 49 (2): 117–144. doi:10.1353/lac.2014.0009. ISSN 2166-3033. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Februari 2, 2017.
{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Carnegie free libraries". New Zealand History. Diakses tanggal Maret 12, 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Andry, Al (Oktober 11, 1999). "New Life for Historic Libraries". The Cincinnati Post. Diarsipkan dari asli tanggal September 30, 2007.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Mickelson, P. (1975). "American society and the public library in the thought of Andrew Carnegie". Journal of Library History. 10 (2): 117–138 [p. 123]. JSTOR 25540622.
- ↑ Mickelson 1975.
- ↑ Mickelson 1975.
- 1 2 Mickelson 1975.
- 1 2 Stamberg, Susan (Agustus 1, 2013). "How Andrew Carnegie turned his fortune into a library legacy". NPR. Diakses tanggal Maret 12, 2022.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Mickelson 1975.
- ↑ "Segregated Libraries". Digital Public Library of America (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-03-25.
- ↑ Wiegand, Wayne A. (2017-03-01). ""Any Ideas?": The American Library Association and the Desegregation of Public Libraries in the American South". Libraries: Culture, History, and Society. 1 (1): 1–22. doi:10.5325/libraries.1.1.0001. ISSN 2473-0343.
- ↑ The Carnegie Corporation and South Africa: Non-European Library Services Diarsipkan Agustus 28, 2008, di Wayback Machine Libraries & Culture, Volume 34, No. 1 Diarsipkan Juni 12, 2010, di Wayback Machine (Winter 1999), from the University of Texas at Austin
- ↑ Strum, Charles (Maret 2, 1992), "Belleville Journal; Restoring Heritage and Raising Hopes for Future", The New York Times, diarsipkan dari asli tanggal November 14, 2013, diakses tanggal September 29, 2011, Dr. George Bobinksi, dean of the School of Information and Library Studies at the State University at Buffalo, says 1,681 libraries were built with Carnegie money, mostly between 1898 and 1917.In a survey, he found that at least 1,554 of the buildings still exist, with only 911 of these still in use as public libraries. At least 276 of the survivors are unchanged, while 243 have been demolished, 286 have been expanded and 175 have been remodeled. Others have been turned into condominiums, community centers or shops.
{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Carnegie libraries by state" (PDF). American Volksporting Association. 1996. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal April 14, 2012. Diakses tanggal Oktober 3, 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Carnegie Library of Pittsburgh". Carnegie Library of Pittsburgh. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 2, 2018. Diakses tanggal April 29, 2018.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ "Rare Book & Manuscript Library". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal Januari 14, 2009.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - ↑ Historic American Buildings Survey/Historic American Engineering Record (HABS/HAER) Diarsipkan Mei 16, 2008, di Wayback Machine, Permanent Collection, American Memory from the Library of Congress
- ↑ "Belmar Public Library". Wall, New Jersey. American towns. Diakses tanggal Oktober 3, 2011.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif] - ↑ "Carnegie's Library Legacy". Diarsipkan dari asli tanggal Mei 9, 2016.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
Templat:Carnegie librariesTemplat:Libraries and library science
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |