Selasa, 20 Oktober 2026
22:19 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Perpecahan Tiongkok–Soviet

Perpecahan Tiongkok–Soviet

Bagikan:
Perpecahan Tiongkok–Soviet
Bagian dari Perang Dingin
500px-Mao_Ts%C3%A9-toung%2C_portrait_en_buste%2C_assis%2C_faisant_face_%C3%A0_Nikita_Khrouchtchev%2C_pendant_la_visite_du_chef_russe_1958_%C3%A0_P%C3%A9kin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mao Zedong (kiri) dan Nikita Khrushchev (kanan) di Beijing, 1958
Tanggal1961–1989
Lokasi
SebabDe-Stalinisasi Uni Soviet, Anti-revisionisme dan Maoisme–Dunia Ketiga
MetodePerang proksi, propaganda dan pertempuran perbatasan
HasilPersaingan antara RRT dan Uni Soviet untuk memperebutkan sekutu Blok Timur
Pihak terlibat
(kecuali Rumania)
Tokoh utama
Perpecahan Tiongkok–Soviet
Nama Tionghoa
Hanzi tradisional: 中蘇交惡
Hanzi sederhana: 中苏交恶
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Zhōngsū jiāowù
Nama Rusia
Rusia: Советско–китайский раскол
Romanisasi: Sovetsko–kitayskiy raskol
500px-Soviet_Union_and_China_map_including_the_three_co-bordering_countries.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  Negara-negara yang berbagi perbatasan dengan keduanya: Mongolia bersekutu dengan Soviet, sementara Afganistan dan Korea Utara tetap netral, dengan yang pertama pada akhirnya bersekutu dengan Soviet pada akhir tahun 1970-an.

Perpecahan Tiongkok–Soviet adalah memburuknya hubungan secara bertahap antara Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dengan Uni Republik Sosialis Soviet (URSS) selama Perang Dingin. Hal ini terutama disebabkan oleh perbedaan doktrin yang muncul dari interpretasi dan penerapan praktis Marxisme–Leninisme yang berbeda, yang dipengaruhi oleh geopolitik masing-masing selama Perang Dingin pada tahun 1947-1991.[1] Pada akhir 1950-an dan awal 1960-an, perdebatan Tiongkok-Soviet tentang interpretasi Marxisme ortodoks menjadi perselisihan khusus tentang kebijakan de-Stalinisasi nasional Uni Soviet dan koeksistensi damai secara internasional dengan Blok Barat, yang dikecam oleh pemimpin Tiongkok, Mao Zedong, sebagai revisionisme. Dengan latar belakang ideologi tersebut, Tiongkok mengambil sikap agresif terhadap dunia Barat, dan secara terbuka menolak kebijakan Uni Soviet untuk hidup berdampingan secara damai antara Blok Barat dan Blok Timur.[2] Selain itu, Beijing membenci hubungan Uni Soviet yang semakin dekat dengan India karena faktor-faktor seperti sengketa perbatasan Tiongkok-India, dan Moskow khawatir Mao terlalu acuh tak acuh terhadap kengerian perang nuklir.[3]

Referensi

  1. ↑ Lenman, Bruce; Anderson, Trevor; Marsden, Hilary, ed. (2000). Chambers Dictionary of World History. Edinburgh: Chambers. hlm. 769. ISBN 9780550100948.
  2. ↑ Lenman, Bruce; Anderson, Trevor; Marsden, Hilary, ed. (2000). Chambers Dictionary of World History. Edinburgh: Chambers. hlm. 769. ISBN 9780550100948.
  3. ↑ John W. Garver, China's Quest: The History of the Foreign Relations of the People's Republic (2016) pp 113–45.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan