

Pernikahan paksa adalah sebuah pernikahan di mana salah satu pihak atau lebih dinikahi tanpa sepengetahuannya atau bertentangan dengan kehendaknya. Pernikahan paksa berbeda dari pernikahan perjodohan, di mana kedua belah pihak saling mengetahui melalui bantuan orang tua mereka atau pihak kecil (seperti mak comblang) dalam pengidentifikasian seorang pasangan. Pernikahan paksa masih dilakukan di berbagai budaya di seluruh dunia, terutama di sebagian Asia Selatan dan Afrika.
Perserikatan Bangsa-Bangsa memandang pernikahan paksa sebagai bentuk dari pelanggaran hak asasi manusia, karena dianggap melanggar prinsip kebebasan dan otonomi seseorang. Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia menyatakan bahwa seorang wanita berhak untuk memilih seorang pasangan dan bebas memasukkan pernikahan dalam kehidupannya.[1]
Referensi
- ↑ "Ethics - Forced Marriages: Introduction". BBC. 1 Januari 1970. Diakses tanggal 29 September 2015.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
- European Immigrants Continue to be Forced Into Marriage World Politics Watch 31 January 2007
- Forced Marriage, Another Perspective
- Interview with Serap Cileli World Politics Watch 1 February 2007
- Forced Marriage Among Europe's Immigrants: Hülya Kalkan's Story World Politics Watch 8 February 2007
- Freedom Charity, UK charity raising awareness of forced marriage and 'dis-honour' based violence.
- BBC News story: Forced marriage 'could be banned'
- The UK Government's joint Home Office/Foreign & Commonwealth Office Forced Marriage Unit: Forced Marriage Unit Pranala usang diarsipkan 2007-09-14 di archive.today
- Akhtar Amin (13 November 2006). "Swara practised with impunity in tribal areas". Daily Times. Diarsipkan dari asli tanggal 25 Oktober 2012. Diakses tanggal 5 Juni 2008.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Declan Walsh (5 Juni 2008). "15 child brides used to settle Pakistan feud". London: The Guardian. Diakses tanggal 5 Juni 2008.
{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Ashfaq Yusufzai (1 April 2006). "Blood Feuds Trap Girls in 'Compensation Marriages'". Inter Press Service. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-06-11. Diakses tanggal 5 Juni 2008.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "Swara---A Bridge over troubled waters". Ethnomedia. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-04. Diakses tanggal 5 Juni 2008.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - "Virtual Slavery: The Practice of "Compensation Marriages"". United Nations Population Fund. Diarsipkan dari asli tanggal 14 Februari 2012. Diakses tanggal 5 Juni 2008.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) (Microsoft Word document)
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |