Minggu, 18 Oktober 2026
16:49 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Permen tongkat

Permen tongkat

Bagikan:
250px-Candy_canes.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Permen tongkat

Permen tongkat (bahasa Inggris: candy cane) adalah permen berbentuk tongkat bergaris-garis merah dan putih dengan rasa mint. Walaupun demikian, permen ini juga tersedia dalam berbagai rasa, warna, dan lebar garis yang berbeda-beda. Permen tongkat ini merupakan permen tradisional untuk hari Natal di Amerika Serikat, tetapi bisa juga dibeli sepanjang tahun.

Sejarah

Pembuat permen tongkat yang pertama adalah pendeta Prancis dari awal tahun 1400-an. Pada mulanya, permen ini keras, berbentuk batang permen yang lurus dan hanya berwarna putih. Menurut catatan sejarah gereja, permen ini menjadi bentuk tongkat berkat ide kepala paduan suara Katedral Köln. Ia mendapat kesulitan untuk mendiamkan anak-anak yang sering ribut sewaktu misa berlangsung. Sewaktu berada di toko permen, ia melihat permen keras berbentuk tongkat lurus berwarna putih. Menurut pemikirannya, anak-anak pasti tidak ribut sementara memakan permen yang perlu waktu lama sebelum habis dimakan. Selain itu, ia meminta pembuat permen untuk membengkokkan permen tongkat tersebut agar bentuknya seperti tongkat gembala. Sebelum misa berlangsung, anak-anak dikumpulkan untuk mendengarkan cerita tentang arti simbolis permen tongkat gembala berwarna putih. Setelah mendapat permen tongkat, anak-anak tidak lagi membuat ribut.[1]

Sebagai hiasan Natal

Beberapa ratus tahun kemudian, orang Jerman mulai menghiasi pohon Natal dengan permen tongkat yang dibentuk melengkung agar mudah disangkutkan. Anak-anak menunggu saat permen tongkat yang menjadi hiasan pohon Natal boleh diambil, biasanya pada hari Epifani tanggal 6 Januari.

Permen tongkat dibawa ke Amerika Serikat oleh orang Eropa sebelum revolusi 1776. Walaupun demikian, permen tongkat belum identik dengan perayaan Natal di Amerika hingga dua dekade sebelum Perang Saudara. Ketika itu, orang Amerika mulai merayakan Natal dengan hadiah, pohon Natal, dan acara berkumpul bersama keluarga. Pada tahun 1847, imigran Jerman bernama August Imgard menjadi orang pertama yang menghiasi pohon Natal yang ada di rumahnya di Wooster, Ohio dengan permen tongkat.[2]

Sebelum tahun 1990-an, kartu pos bergambar masih dihiasi gambar permen tongkat berwarna putih. Permen tongkat bergaris-garis merah diperkirakan pertama kali muncul pada tahun 1920-an. Seorang pemilik toko permen di Albany, negara bagian Georgia, Amerika Serikat bernama Bob McCormick menemukan cara memilin permen tongkat berwarna.[1] Teknik tersebut segera ditiru pembuat permen yang lain. Permen tongkat rasa mint juga diperkirakan mulai dibuat pada waktu yang hampir bersamaan.[2]

== Referensi ==jogi

  1. 1 2 Collins, Ace (2003). Stories Behind the Great Traditions of Christmas. Zondervan. ISBN 0310248809.
  2. 1 2 Bellis, Mary. "History of Candy Canes". About.com.{{cite web}}: Parameter tidak dikenal |accessdaymonth= diabaikan; Parameter tidak dikenal |accessyear= diabaikan (|access-date= disarankan)[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

Natal
Kelahiran Yesus
Kekristenan
Cerita rakyat
Tradisi
Media
Portal: Kristen
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan