Sabtu, 10 Oktober 2026
11:50 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Permasalahan Timur

Bagikan:

Dalam sejarah diplomasi, "Masalah Timur" adalah kompetisi negara-negara besar Eropa yang dipicu oleh kemerosotan dan ketidakstabilan Kesultanan Utsmaniyah dari akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-20. Utsmaniyah dijuluki "pesakitan Eropa" dan kemunduran negara ini mengancam keseimbangan kekuasaan di Eropa. Beberapa macam isu yang muncul adalah apa yang akan terjadi setelah kekalahan Utsmaniyah dalam perang atau setelah institusinya bubar, apa yang akan terjadi setelah Utsmaniyah menjalankan program modernisasi ekonomi dan politik, bagaimana perkembangan nasionalisme etnis-religius di provinsi-provinsinya, dan bagaimana Utsmaniyah dapat bertahan di tengah persaingan negara-negara besar.[1]

Masalah Timur mulai muncul pada tahun 1774 setelah Utsmaniyah dikalahkan oleh Rusia dalam Perang Rusia-Turki (1768–74). Orang-orang mengira bahwa Utsmaniyah akan segera bubar, sehingga negara-negara Eropa bergegas ingin menjaga kepentingan militer, strategis dan komersial mereka di wilayah-wilayah Utsmaniyah. Kekaisaran Rusia sangat diuntungkan oleh kemunduran Utsmaniyah, tetapi Austria-Hungaria dan Britania Raya merasa bahwa Kesultanan Utsmaniyah harus dipertahankan untuk menjaga kepentingan mereka. Masalah Timur baru berakhir seusai Perang Dunia I karena Kesultanan Utsmaniyah dibubarkan dan wilayahnya dibagi-bagi oleh Sekutu.

Catatan kaki

  1. ↑ Theophilus C. Prousis. Review of Macfie, A. L., The Eastern Question, 1774-1923. HABSBURG, H-Net Reviews. December, 1996.
Kekuatan besar
Aliansi
Tren
Perjanjian dan
kesepakatan
Peristiwa
Perang


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan