Selasa, 20 Oktober 2026
18:47 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Permasalahan Timur

Bagikan:

Dalam sejarah diplomasi, "Masalah Timur" adalah kompetisi negara-negara besar Eropa yang dipicu oleh kemerosotan dan ketidakstabilan Kesultanan Utsmaniyah dari akhir abad ke-18 hingga awal abad ke-20. Utsmaniyah dijuluki "pesakitan Eropa" dan kemunduran negara ini mengancam keseimbangan kekuasaan di Eropa. Beberapa macam isu yang muncul adalah apa yang akan terjadi setelah kekalahan Utsmaniyah dalam perang atau setelah institusinya bubar, apa yang akan terjadi setelah Utsmaniyah menjalankan program modernisasi ekonomi dan politik, bagaimana perkembangan nasionalisme etnis-religius di provinsi-provinsinya, dan bagaimana Utsmaniyah dapat bertahan di tengah persaingan negara-negara besar.[1]

Masalah Timur mulai muncul pada tahun 1774 setelah Utsmaniyah dikalahkan oleh Rusia dalam Perang Rusia-Turki (1768–74). Orang-orang mengira bahwa Utsmaniyah akan segera bubar, sehingga negara-negara Eropa bergegas ingin menjaga kepentingan militer, strategis dan komersial mereka di wilayah-wilayah Utsmaniyah. Kekaisaran Rusia sangat diuntungkan oleh kemunduran Utsmaniyah, tetapi Austria-Hungaria dan Britania Raya merasa bahwa Kesultanan Utsmaniyah harus dipertahankan untuk menjaga kepentingan mereka. Masalah Timur baru berakhir seusai Perang Dunia I karena Kesultanan Utsmaniyah dibubarkan dan wilayahnya dibagi-bagi oleh Sekutu.

Catatan kaki

  1. ↑ Theophilus C. Prousis. Review of Macfie, A. L., The Eastern Question, 1774-1923. HABSBURG, H-Net Reviews. December, 1996.
Kekuatan besar
Aliansi
Tren
Perjanjian dan
kesepakatan
Peristiwa
Perang


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan