Selasa, 03 November 2026
18:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Peristiwa Sakai

Peristiwa Sakai

Bagikan:
500px-Sakai_Incident_Tosa_Domain_1868_Le_Monde_Illustr%C3%A9.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peristiwa Sakai, Jepang. Le Monde Illustré, 1868.

Peristiwa Sakai (堺事件, Sakai Jiken) adalah peristiwa pembunuhan 11 pelaut Prancis dari corvette Prancis Dupleix di pelabuhan Sakai dekat Osaka, Jepang pada 1868.

Pada 8 Maret 1868, sebuah skiff yang dikirim ke Sakai diserang oleh samurai dari klan Tosa; 11 pelaut dan Midshipman Guillou terbunuh (sebuah monument di Kobe sekarang didirikan untuk mengenang mereka ).[1] Pada waktu itu, pelabuhan Sakai tidak dibuka untuk kapal-kapal asing, dan pasukan Tosa mengubah kebijakan kota tersebut.

Peristiwa tersebut didramatisasi dalam sebuah cerita pendek terkenal, Sakai Jiken, karya Mori Ōgai.

Lihat pula

Catatan

  1. ↑ Monumen tersebut dapat ditemukan di sebelah barat dari halaman selatan kuil Sannomiya.

Sumber

1. Sakaiko Joishimatsu (L'Expulsion des étrangers du port de Sakai). Ouvrage en japonais de Ooka Shohei, 440 p. Tokyo Chuokoron 1992.

2. Le vice-amiral Bergasse Du Petit-Thouars, d'après ses notes et sa correspondance, 1832-1890. Préface du contre-amiral Dupont. Paris Perrin 1906.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan