Senin, 19 Oktober 2026
23:25 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Pergam hijau

Pergam hijau

spesies burung

Bagikan:
Pergam hijau
250px-DuculaAenea.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
D. aenea
Nama binomial
Ducula aenea
Linnaeus, 1766
Artikel takson sembarang

Pergam hijau (Ducula aenea) adalah spesies burung yang terdapat di sebagian besar wilayah Indonesia, bulu bagian atas punggung dan ekor bagian bawah berwarna cokelat tua.[1]

Deskripsi Badan dan Suara

Burung Pergam hijau berukuran besar, kira-kira 45 cm dan kepala,leher, dan tubuh bagian bawah abu-abu agak merah jambu pucat. Penutup ekor bagian bawah merah-coklat. Tubuh bagian atas hijau gelap dengan warna pelangi perunggu mengkilap.Iris coklat kemerahan; paruh biru abu-abu; dan kaki merah gelap[2] Pada burung pergam hijau remaja, tubuh bagian atasnya lebih kusa. Kepala, leher dan bagian bawahnya juga lebih pucat.[3]

Suaranya adalah derukan menggema keras dan dalam: hu-hu-hu-hu-hu, cek tajam sewaktu berkelahi dan kru-kruuuuu yang keras.[3]

Kebiasaan

Burung ini menetap di tempat bertengger komunal dan mencari makan dalam kelompok-kelompok kecil. Terbang sangat kuat, sering terbang di antara pulau-pulau kecil. Mencari makan pada pohon yang tinggi. Terlihat jelas sewaktu bertengger atau ketika mencari makan pada pohon yang tinggi.[4]

Makanan

Makanan utama burung pergam hijau adalah buah-buahan.[5] Pergam hijau memakan buah-buahan berukuran kecil. Selain itu, pergam hijau juga memakan biji-bijian.

Perkembangbiakan

Burung Pergam Besar membiak dengan bertelur.Telur burung pergam hijau atau green imperial pigeon mempunyai cangkang yang keras.[6]

Habitat

Umum dijumpai berpasangan atau dalam kelompok kecil di hutan dataran rendah, hutan mangrove, hutan primer dan sekunder, serta hutan monsun sampai ketinggian 1000 mdpl.[7]

Galeri

Referensi

  1. ↑ "Deskripsi.com". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2011-12-10.
  2. ↑ Kutilangindonesia.wordpress.com/2011/11/06/pergam-hijau/
  3. 1 2 Robson, Craig (2007). NEW HOLLAND FIELD GUIDE TO THE BIRDS OF SOUTH-EAST ASIA : THAILAND, PENINSULAR MALAYSIA, SINGAPORE, VIETNAM, CAMBODIA, LAOS, MYANMAR. London: New Holland. hlm. 76.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ "Fauna Identitas Kabupaten/Kota di Provinsi Aceh". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-11-28. Diakses tanggal 2011-12-10.
  5. ↑ Suana, I. W., dkk. (2016). Birdwatching di Taman Wisata Alam Kerandangan (PDF). Yogyakarta: Penerbit K-Media. hlm. 20.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ↑ Omkicau.com/2011/01/13/aneka-burung-di-bird-park-kuala-lumpur/
  7. ↑ www.kutilang.or.id/burung/konservasi/pergam-hijau/[pranala nonaktif permanen]

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik burung ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan