Jumat, 30 Oktober 2026
19:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Perenggan dingin

Perenggan dingin

Bagikan:
250px-Front_froid.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Interaksi perenggan dingin dengan air yang lebih hangat.
250px-Cold_front_symbol.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Simbol perenggan dingin: garis biru dengan segitiga yang mengarah ke gerakan fron.

Perenggan dingin atau fron dingin adalah sebuah istilah meteorologi yang mendeskripsikan gerakan massa udara yang lebih dingin ke daerah dengan udara yang lebih hangat.[1] Udara dengan kepadatan lebih besar bergerak di bawah udara yang lebih ringan, mengangkatnya, yang menciptakan sbeuah garis tempat terjadinya hujan dan badai petir, atau membentuk sebuah jalur badai (bahasa Inggris: squall line) bila terdapat cukup kelembapan. Gerakan ke atas ini menyebabkan tekanan yang menurun di sepanjang fron dingin.

Pada peta cuaca, posisi permukaan perenggan dingin ditandai dengan simbol berupa garis biru dengan segitiga yang mengarah ke arah perenggan tersebut. Perenggan dingin dapat bergerak dua kali lipat lebih cepat dari pada perenggan panas.

Presipitasi

Hujan, salju, pelet es, dan wujud presipitasi lainnya dapat terjadi dengan adanya perenggan dingin.[2]

Pengaruh

Perenggan dingin dapat membawa udara yang lebih dingin dan kering di belakangnya.[3] Suhu dapat turun hingga -9 °C di belakang perenggan dingin. Selain itu, kondisi di sekitar perenggan dingin dapat menjadi sangat berangin.

Referensi

  1. ↑ University of Illinois. Cold Front. Retrieved on 2006-10-22.
  2. ↑ "Cold Fronts METEO 3: Introductory Meteorology". Diakses tanggal 11 Agustus 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Cold Front: transition zone from warm air to cold air". Diakses tanggal 11 Agustus 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik meteorologi dan klimatologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan