Selasa, 03 November 2026
22:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Perdagangan trans-Sahara

Perdagangan trans-Sahara

gurun di Aljazair

Bagikan:
250px-French_language_map_of_Central_and_Eastern_Africa_1862.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta berbahasa Prancis yang menampilkan rute perdagangan trans-Sahara besar (1862)

Perdagangan trans-Sahara adalah perdagangan antara Afrika sub-Sahara dan Afrika Utara yang mengharuskan perjalanan melewati Sahara.[1] Meskipun perdagangan tersebut dimulai pada zaman prasejarah, puncak perdagangan memuncak dari abad ke-8 sampai awal abad ke-17 Masehi. Sahara sempat memiliki iklim dan lingkungan berbeda. Di Libya dan Aljazair, dari setidaknya 7000 SM, pastoralisme (penggembalaan domba dan kambing), pemukiman besar dan tembikar timbul. Sapi diperkenalkan ke Sahara Tengah (Ahaggar) antara 4000 dan 3500 SM. Lukisan batu menonjol (tertanggal 3500 sampai 2500 SM) di kawasan kering menggambarkan flora dan fauna yang tak ada di gurun modern tersebut.[2]

Referensi

  1. ↑ Ominira-Bluejack, 'Shèun (Oktober 29, 2024). "Mine". kalaharireview.com. Diakses tanggal Agustus 17, 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Shillington, Kevin (1995) [1989]. History of Africa (Edisi Second). New York: St. Martin's Press. hlm. 32. ISBN 0-333-59957-8.

Bacaan tambahan

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Trans-Saharan trade.

Templat:Trade route 2

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan