Selasa, 27 Oktober 2026
23:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Perang Saudara Timor Leste

Bagikan:
Perang Saudara Timor Leste
Bagian dari Perang Dingin di Asia dan Dekolonisasi Asia
Tanggal11 Agustus – 11 September 1975
Lokasi
Hasil
Perubahan
wilayah

Akhir de facto dari Timor Portugis

  • Fretilin menguasai Timor Timur
Pihak yang terlibat
Uni Demokrasi Timor (UDT) Front Revolusi Independen Timor Leste (Fretilin)
Pemimpin atau tokoh terkemuka
João Viegas Carrascalão Francisco Xavier do Amaral
Pasukan yang terlibat
Gerakan untuk Persatuan dan Kemerdekaan Rakyat Timor Leste Angkatan Bersenjata Pembebasan Nasional Timor Timur
Korban jiwa dan kerugian
1.500–3.000

Perang Saudara Timor Leste terjadi di Timor Leste sebelum kedatangan Indonesia pada tahun 1975 yang melibatkan Frente Revolucionaria de Timor Leste Independente (Fretilin) dan Uni Demokratik Timor (UDT). Setelah UDT melakukan kudeta terhadap pemerintah Portugis dan perang saudara selama tiga bulan meletus, banyak politikus dan pendukung UDT melarikan diri melintasi perbatasan dan menandatangani petisi tentang penggabungan Timor Timur ke Indonesia.

Sebagian besar loyalis UDT menolak tawaran tersebut karena akan dianggap sebagai pengkhianatan terhadap ideologi dan kepercayaannya sendiri terhadap negara. Ribuan warga Timor Leste diketahui sudah melarikan diri dan mengungsi ke wilayah Indonesia di Kabupaten Belu pada perang saudara tersebut.[1]

Latar belakang

Kudeta UDT

Referensi

Timor Leste

Artikel bertopik Timor Leste ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan