| Perang Saudara Timor Leste | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Perang Dingin di Asia dan Dekolonisasi Asia | |||||||||
| |||||||||
| Pihak yang terlibat | |||||||||
|
|
| ||||||||
| Pemimpin atau tokoh terkemuka | |||||||||
|
|
| ||||||||
| Pasukan yang terlibat | |||||||||
| Gerakan untuk Persatuan dan Kemerdekaan Rakyat Timor Leste | Angkatan Bersenjata Pembebasan Nasional Timor Timur | ||||||||
| Korban jiwa dan kerugian | |||||||||
| 1.500–3.000 | |||||||||
Perang Saudara Timor Leste terjadi di Timor Leste sebelum kedatangan Indonesia pada tahun 1975 yang melibatkan Frente Revolucionaria de Timor Leste Independente (Fretilin) dan Uni Demokratik Timor (UDT). Setelah UDT melakukan kudeta terhadap pemerintah Portugis dan perang saudara selama tiga bulan meletus, banyak politikus dan pendukung UDT melarikan diri melintasi perbatasan dan menandatangani petisi tentang penggabungan Timor Timur ke Indonesia.
Sebagian besar loyalis UDT menolak tawaran tersebut karena akan dianggap sebagai pengkhianatan terhadap ideologi dan kepercayaannya sendiri terhadap negara. Ribuan warga Timor Leste diketahui sudah melarikan diri dan mengungsi ke wilayah Indonesia di Kabupaten Belu pada perang saudara tersebut.[1]
Latar belakang
Kudeta UDT
Referensi
Artikel bertopik Timor Leste ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |