| Perang Han-Liu | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Peta Shandong, menunjukkan rute kereta Qingdao-Jinan antara Jinan ("Tsi-nan-fu") dan Qingdao ("Tsingtao") di barat serta pegunungan Semenanjung Shandong di timur. | |||||||
| |||||||
| Pihak yang terlibat | |||||||
|
Didukung oleh: |
| ||||||
| Pemimpin atau tokoh terkemuka | |||||||
| Han Fuju | Liu Zhennian | ||||||
| Pasukan yang terlibat | |||||||
|
Unit Tentara Revolusioner Nasional yang setia kepada Han, Angkatan Laut Republik Tiongkok | Unit Tentara Revolusioner Nasional yang setia kepada Liu | ||||||
| Kekuatan | |||||||
| 80.000[1] | 20.000–30.000[1] | ||||||
Perang Han-Liu (Hanzi:韓劉之戰) adalah konflik militer besar pada akhir 1932, antara tentara swasta Han Fuju dan Liu Zhennian untuk menguasai Shandong. Meskipun Han dan Liu secara resmi berada di bawah pemerintah Nasionalis Tiongkok di Nanjing, keduanya secara efektif sebagai panglima perang yang memiliki wilayah otonomi mereka sendiri. Han Fuju menguasai sebagian besar Shandong dan sudah lama ingin menguasai bagian timur yang dikuasai oleh Liu. Ketegangan antara keduanya akhirnya meningkat sehingga menyebabkan perang yang dimenangkan oleh Han. Dia kemudian memerintah Shandong tanpa lawan selama enam tahun berikutnya, sementara Liu diasingkan ke Tiongkok selatan.[2]
Han secara terbuka menyatakan bahwa dia menyesali kehancuran yang disebabkan oleh perangnya melawan Liu, tetapi dia juga menyatakan bahwa "hati nuraninya tidak akan merasa nyaman" selama saingannya itu masih terus aktif di Shandong.[2]


Referensi
- 1 2 Jowett (2017), hlm. 206. sfnp error: tanpa target: CITEREFJowett2017 (bantuan)
- 1 2 Jowett (2017), hlm. 208. sfnp error: tanpa target: CITEREFJowett2017 (bantuan)