Sabtu, 24 Oktober 2026
09:51 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Liu Zhennian

Liu Zhennian

Komandan Militer Republik Tiongkok

Bagikan:
250px-Liu_Zhennian.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Liu Zhennian

Liu Zhennian (Hanzi:刘珍年; Pinyin:Líu Zhēn Nián) (1898 di Nangong, Hebei, Tiongkok - 13 Mei 1935) adalah seorang komandan militer Tiongkok selama Era Panglima Perang dan Dekade Nanjing dalam sejarah Republik Tiongkok.

Liu lulusan dari Akademi Militer Baoding, kemudian menjabat sebagai komandan resimen dan brigade di bawah pimpinan panglima perang Li Jinglin, Chu Yupu dan Zhang Zongchang. Setelah kekalahan Zhang Zongchang, Liu berpindah pihak sehingga pasukannya diserap oleh Kuomintang. Dia menangkap dan membunuh mantan pelindung dan atasannya, Chu Yupu pada 4 September 1929. Selanjutnya, Liu diangkat menjadi komandan Divisi ke-21 pada 1930.

Menguasai Shandong bagian timur sebagai wilayah pertahanannya, Liu dikenal sebagai "Raja Shandong Timur", tetapi dia tidak disukai karena memungut pajak yang besar. Pada musim gugur 1932, dia diserang dan diusir dari Shandong oleh gubernur Shandong, Han Fuju karena menolak mematuhi perintah sang gubernur. Setelah kekalahannya, pemerintah Nanjing memindahkan dia dan Divisi ke-21 ke selatan yaitu ke Wenzhou, Zhejiang pada akhir 1932. Di sana pasukannya yang dipindahkan dari lingkungan yang sudah mereka kenal, menderita sakit sehingga memberontak. Meskipun ia mengajukan banding ke Chiang Kai-shek pada Januari 1933, divisinya tetap dikirim untuk berpartisipasi dalam Kampanye pengepungan keempat melawan Jiangxi Soviet di Jiangxi. Liu segera mengundurkan diri dari ketentaraan, tetapi ditangkap pada bulan Mei oleh Li Duping karena tidak mematuhi perintah Chiang untuk menyerang Tentara Merah Tiongkok dan Liu akhirnya dieksekusi pada 1935.[1]

Referensi


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan