| Perang Prancis-Prusia | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
Searah jarum jam dari kiri atas: Infantri Prusia dalam Pertempuran Spicheren; Lukisan La ligne de feu yang menggambarkan Pertempuran Mars-La-Tour; Ilustrasi menyerahnya Prancis di Sedan; Lukisan Les dernières cartouches yang menggambarkan Pertempuran Bazeilles. | |||||||||
| |||||||||
| Pihak yang terlibat | |||||||||
|
|
| ||||||||
|
|
| ||||||||
| Pemimpin atau tokoh terkemuka | |||||||||
| Kekuatan | |||||||||
|
909.951
|
1,2 juta | ||||||||
| Korban jiwa dan kerugian | |||||||||
|
756.285[3]
|
116.696[5]
| ||||||||
| |||||||||
Perang Prancis-Prusia atau Perang Prancis-Jerman (bahasa Jerman:Deutsch-Französischer Krieg, secara harfiah berarti Perang Jerman-Prancis, bahasa Prancis:Guerre franco-allemande, secara harfiah berarti Perang Prancis-Jerman), yang juga disebut Perang 1870 di Prancis (19 Juli 1870 – 10 Mei 1871), adalah konflik besar yang berlangsung antara Kekaisaran Prancis Kedua melawan Kerajaan Prusia dan sekutu-sekutunya yang tergabung dalam Konfederasi Jerman Utara, serta negara-negara Jerman selatan seperti Baden, Württemberg, Bayern, dan Hesse-Darmstadt.
Konflik ini dipicu oleh ketegangan yang terkait dengan penyatuan Jerman. Dalam memoirnya yang ditulis setelah perang, Kanselir Prusia Otto Von Bismarck menulis: "Saya selalu merasa bahwa perang melawan Prancis akan terjadi setelah perang melawan Austria...Saya yakin bahwa jurang pemisah antara Jerman utara dan selatan hanya dapat diatasi lewat perang nasional melawan bangsa tetangga yang agresif terhadap kita. Saya tidak meragukan bahwa perang Prancis-Jerman perlu dilancarkan sebelum reorganisasi Jerman secara umum dapat dicapai." [6] Bismarck menggunakan isu pewaris tahta Spanyol untuk memicu krisis diplomatik dan kemudian menulis ulang berita tertulis mengenai pertemuan Raja Prusia dengan menteri luar negeri Prancis agar tampak seolah Prancis telah dihina. Media dan parlemen Prancis menyerukan perang, dan jenderal-jenderal Napoleon III meyakinkan kepada kaisar bahwa Prancis akan menang. Pada 16 Agustus 1870, Parlemen Prancis sepakat untuk menyatakan perang dengan jumlah suara 101 melawan 47, sehingga pada tanggal 19 Agustus Prancis secara resmi menyatakan perang melawan Jerman.[7]
Koalisi Jerman memobilisasi tentaranya lebih cepat daripada tentara Prancis dan segera menyerbu Prancis timur laut. Jumlah tentara Jerman lebih besar, kepemimpinan dan pelatihannya lebih baik, dan penggunaan teknologi modernnya lebih efektif, terutama penggunaan jalur kereta api dan artilerinya.[8] Rentetan kemenangan Prusia dan Jerman di Prancis Timur berujung pada Pertempuran Sedan, yang mengakibatkan ditangkapnya Napoleon III dan seluruh tentara lapanganya pada tanggal 2 September. Namun, hal tersebut tidak mengakhiri perang ini karena Republik Ketiga dideklarasikan di Paris pada tanggal 4 September 1870 dan perlawanan Prancis berlanjut di bawah Pemerintahan Pertahanan Nasional dan Adolphe Thiers. Disaat pengepungan Kota Paris berlangsung, Negara-negara Jerman menyatakan akan bersatu dengan Kekaisaran Jerman dengan Wilhelm I sebagai kaisarnya. Setelah kampanye militer selama lima bulan, tentara Jerman berhasil mengalahkan tentara Prancis yang baru direkrut. Paris jatuh pada tanggal 28 Januari 1871 setelah pengepungan yang panjang. Traktat Frankfurt yang ditandatangani pada tanggal 10 Mei 1871 mengharuskan Prancis membayar ganti rugi perang sebesar lima miliar franc dan menyerahkan hampir seluruh wilayah Alsace (kecuali Belfort) dan sebagian dari Lorraine kepada Jerman.[9]
Setelah kekalahan Prancis, pemberontak yang disebut Komune Paris mengambil alih kekuasaan di ibu kota selama dua bulan hingga pemberontakan dipadamkan oleh tentara Prancis pada akhir Mei 1871. Sementara itu, penyatuan Jerman dan industrialisasi negara tersebut mengubah keseimbangan kekuatan di Eropa, dan Otto von Bismarck memiliki kewenangan yang besar di dalam urusan internasional selama dua dasawarsa. Kebulatan tekad Prancis dalam merebut kembali Alsace-Lorraine akan memicu keterlibatan Prancis dalam Perang Dunia I.[10]
Lihat pula
Catatan kaki
- 1 2 Howard 1991, hlm. 39.
- ↑ Wawro 2003, hlm. 42.
- ↑ Nolte 1884, hlm. 526–527. sfn error: tanpa target: CITEREFNolte1884 (bantuan)
- ↑ Nolte 1884, hlm. 527. sfn error: tanpa target: CITEREFNolte1884 (bantuan)
- ↑ Howard 1991, hlm. 453.
- ↑ Kutipan dalam Seguin, Philiippe, "Louis Napoleon le Grand, hlm. 394
- ↑ Milza, Pierre, Napoleon III, Editions Perrin, 2004 (ISBN=978-2-262-02607-3)
- ↑ van Creveld 1977, hlm. 96.
- ↑ Vaswani, Anushka (2025-10-31). "HOW SIGNIFICANT WAS PRUSSIAN VICTORY IN THE FRANCO-PRUSSIAN WAR OF 1870-71 IN INFLUENCING THE TERMS OF THE TREATY OF VERSAILLES IN 1919". International Journal of Advanced Research. 13 (10): 555–560. doi:10.21474/IJAR01/21942.
- ↑ John Lowe (2013). The Great Powers, Imperialism and the German Problem 1865–1925. Taylor & Francis. hlm. 1870.
Daftar pustaka
- "Franco-German War". Diakses tanggal 18 Mei 2013.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) - Clark, Christopher (2006). Iron Kingdom: The Rise And Downfall of Prussia, 1600–1947. Harvard University Press.
- Craig, Gordon A. (1980). Germany: 1866–1945. Oxford: Oxford University Press.
- Sumner, Charles (1870). The Duel Between France and Germany. IndyPublish. ISBN 1-4353-6958-0.
{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal - Holborn, Hajo (1942). "Moltke's Strategical Concepts". Military Affairs. 6 (3): 153–168. doi:10.2307/1982846.
- Howard, Michael (1991). The Franco–Prussian War: The German Invasion of France 1870–1871. New York: Routledge. ISBN 0-415-26671-8.
- Irvine, Dallas D. (1938). "The French and Prussian Staff Systems Before 1870". The Journal of the American Military History Foundation. 2 (4): 192–203.
- Maurice, John Frederick; Long, Wilfred James (1900). The Franco–German War, 1870–71. S. Sonnenschein and Co.
- McElwee, William (1974). The Art of War: Waterloo to Mons. Bloomington: Indiana University Press. ISBN 0-253-20214-0.
- Ridley, Jasper (1976). Garibaldi. Viking Press.
- Rüstow, Wilhelm; Needham, John Layland (1872). The War for the Rhine Frontier, 1870: Its Political and Military History. Blackwood.
- Séguin, Philippe (1990), Louis Napoléon Le Grand, Paris: Bernard Grasset, ISBN 2-246-42951-X
- Taithe, Bertrand (2001). Citizenship and Wars: France in Turmoil 1870–1871. London: Routledge. ISBN 0-415-23927-3.
- Taylor, A. J. P. (1988). Bismarck: The Man and the Statesman. London: Hamish Hamilton. ISBN 0-241-11565-5.
- Varley, Karine (2008). Under the Shadow of Defeat: The War of 1870–1871 in French Memory. Palgrave.
- Wawro, Geoffrey (2003). The Franco–Prussian War: The German Conquest of France in 1870–1871. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-58436-1.
- van Creveld, Martin (1977). Supplying War: Logistics from Wallenstein to Patton. Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-29793-1.
Artikel bertopik perang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |