Kamis, 29 Oktober 2026
00:36 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Perang Cham-Vietnam (1471)

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
Perang Cham–Đại Việt 1471
Tanggal1471
Lokasi
Hasil Kemenangan Đại Việt
Pihak yang terlibat
Champa Đại Việt
Pemimpin atau tokoh terkemuka
P'an-Lo T'ou-Ts'iuan (POW)[1] Lê Thánh Tông
Kekuatan
100.000 termasuk pasukan gajah 300.000
Korban jiwa dan kerugian
60.000 -

Perang Cham-Đại Việt tahun 1471 adalah ekspedisi militer yang dilancarkan oleh Kaisar Lê Thánh Tông dari Đại Việt, dan dianggap sebagai peristiwa yang menandai keruntuhan negeri Champa. Pasukan Đại Việt menyerang dan menjarah kota terbesar di Champa, Vijaya. Seusai konflik ini, Champa terpaksa menyerahkan wilayah kepada Đại Việt dan tidak lagi menjadi ancaman bagi negeri tersebut.

Dampak

Pasukan Vietnam membantai sekitar 60.000 orang Champa saat merebut ibu kota mereka. Pasukan Vietnam juga membakar dan merampok banyak wilayah di Champa.

Catatan sejarah dari Dinasti Ming mencatat kehancuran yang diakibatkan oleh serangan Vietnam. Pasukan Vietnam memperbudak ribuan orang Cham dan juga mengasimilasi paksa orang-orang Cham.

Kerajaan Champa dihancurkan oleh serangan ini, dan yang tersisa hanya daerah kecil yang bertahan hingga tahun 1832, ketika Kaisar Vietnam Minh Mang melancarkan penaklukan terakhir terhadap sisa wilayah Champa.

Saat ini hanya sekitar 162.000 orang Cham yang masih tersisa di Vietnam.[2]

Referensi

  1. ↑ Nick Ray; Peter Dragicevich; Regis St. Louis (2007). Vietnam. Lonely Planet. hlm. 278–. ISBN 978-1-74104-306-8. Vietnam: A Travel Survival Kit. Lonely Planet Publications. 2007. hlm. 278. Daniel Robinson; Robert Storey (September 1, 1993). Vietnam: a travel survival kit. Lonely Planet. hlm. 317. ISBN 978-0-86442-197-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Oscar Chapuis (1995). A history of Vietnam: from Hong Bang to Tu Duc. Greenwood Publishing Group. hlm. 46. ISBN 0-313-29622-7. Diakses tanggal Januari 9, 2011.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan