Kamis, 15 Oktober 2026
10:38 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Perang Sachsen

Perang Sachsen

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang perang di bawah Karel Agung dari 772 sampai 804. Untuk pemberontakan pada 1073–75, lihat Pemberontakan Sachsen. Untuk kerusuhan 1077–88, lihat Kerusuhan Sachsen Besar.
Perang Sachsen
330px-Frankish_Empire_481_to_814-id.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta Kekaisaran Franka dari 481 sampai 814
Tanggal772–804
Lokasi
Hasil Kekaisaran Franka menganeksasi wilayah Sachsen
Konversi Sachsen ke Kristen
Pihak yang terlibat
Kekaisaran Karoling Saksen
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Charlemagne,
Chamberlain Adalgisile  †,
Constable Geilo  †,
Count Palatine Worad  †,
Count Theodoric  †
Widukind  Menyerah

Perang Sachsen atau Kebangkitan Sachsen (tak sama dengan Pemberontakan Sachsen 1073-75), adalah kampanye dan pemberontakan selama lebih dari tiga puluh tahun dari 772, saat Karel yang Agung mula-mula masuk Sachsen dengan tujuan untuk menaklukkannya, sampai 804, saat pemberontakan terakhir dari pasukan persukuan dipadamkan. Secara keseluruhan, delapan belas pertempuran terjadi di apa yang sekarang menjadi barat laut Jerman. Peristiwa tersebut mengakibatkan inkorporasi Saksen ke kerajaan Franka dan konversi paksa mereka dari paganisme Jermanik ke Katolik.[1]

Referensi

  1. ↑ Jennifer R. Davis (2015), Charlemagne's Practice of Empire (Cambridge: Cambridge University Press), p. 179. The Royal Frankish Annals record battles in the years 772–80, 782–85, 793–99, 802 and 804.

Sumber

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan