Jumat, 16 Oktober 2026
15:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo

Peracunan Alexander Litvinenko

Bagikan:
Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan kembangkan artikel ini semampu Anda. Merapikan artikel dapat dilakukan dengan wikifikasi atau membagi artikel ke paragraf-paragraf. Jika sudah dirapikan, silakan hapus templat ini. (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Pada 1 November 2006, Alexander Litvinenko mendadak jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit. Ia meninggal dunia tiga minggu kemudian dan diketahui menjadi korban kedua dari peristiwa keracunan radiasi polonium-210 yang mematikan. Kenyataan bahwa penyingkapan rahasia oleh Litvinenko tentang kejahatan-kejahatan FSB yang kemudian diikuti oleh peracunannya — dan tuduhan-tuduhan terbukanya bahwa pemerintah Rusia berada di balik penderitaannya — menyebabkan kasus ini diberitakan di media di seluruh dunia.

Pemerintah Britania menyelidiki kasus kematiannya dan dilaporkan pada 1 Desember 2006 bahwa para ilmuwan di Atomic Weapons Establishment Britania telah menelusuri sumber poloniumnya ke sebuah pembangkit tenaga listrik di Rusia.[1] Pada 3 Desember 2006, laporan-laporan menyatakan bahwa Britania telah menuntut hak untuk berbicara sekurang-kurangnya dengan lima orang Rusia yang dituduh terlibat dalam kematian Litvinenko dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa Moskwa bersedia menjawab "pertanyaan-pertanyaan yang konkret."[2] Jaksa Agung Rusia Yury Chaika berkata hari Selasa, 5 Desember 2006 bahwa warga Rusia manapun yang dituduh melakukan peracunan ini akan diadili di Rusia, bukan di Britania.[3] Lebih lanjut, Chaika menyatakan bahwa jaksa-jaksa Rusia akan mengajukan pertanyaan apapun kepada warga-warga Rusia di hadapan detektif-detektif Britania.[4]

Penyakit dan keracunan

Pada 1 November 2006, Litvinenko mendadak jatuh sakit. Dalam berbagai wawancara, ia menyatakan bahwa ia berjumpa dengan dua bekas agen KGB sebelumnya hari itu, salah satunya adalah Andrei Lugovoi, seorang mantan pengawal bekas PM Rusia Yegor Gaidar (juga dilaporkan keracunan pada November 2006). Belakangan, ia dikabarkan sedang makan siang di Itsu, sebuah restoran sushi di Piccadilly di London, dengan seorang kenalan orang Italia, Mario Scaramella, dan kepadanya ia melaporkan tuduhan-tuduhan mengenai Romano Prodi.[5] Scaramella, yang terkait dengan Komisi Mitrokhin yang menyelidiki penetrasi KGB terhadap politik Italia, mengklaim mempunyai informasi mengenai kematian Anna Politkovskaya, 48, seorang wartawati yang dibunuh di apartemennya di Moskwa pada Oktober 2006. Ia menyerahkan kepada Litvinenko dokumen-dokumen yang konon berkaitan dengan nasib Politkovskaya. Pada 20 November, dilaporkan bahwa Scaramella telah bersembunyi dan ketakutan bahwa nyawanya terancam.[6] Oleg Gordievsky, seorang kenalan lama Litvinenko dan seorang bekas kolonel KGB lainnya yang telah membelot ke Britania Raya, mengatakan kepada BBC bahwa ia yakin Litvinenko diracuni di flat seorang teman lama Rusia, yang minum teh sebelumnya bersama Litvinenko sebelum ia pergi ke restoran sushi. Gaidar sendiri mendadak diserang sebuah penyakit yang tidak dijelaskan pada 24 November.[7]

Keracunan Litvinenko kini dihubungkan dengan radionuklida polonium-210 setelah Badan Perlindungan Kesehatan menemukan jumlah yang cukup besar dari unsur yang jarang dan beracun ini dalam tubuhnya. Keracunan ini dilaporkan secara luas dalam media Britania sejak 18 November 2006, meskipun di negara-negara lain sudah dilaporkan selama beberapa hari sebelumnya.[8]

Talium - hipotesis awal

Scotland Yard mulanya menyelidiki klaim-klaim bahwa Litvinenko diracuni dengan talium. Dilaporkan bahwa tes-tes awal tampaknya mengukuhkan kehadiran racun ini.[9][10]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Scientists examine corpse of former Russian spy". Reuters. 22 November 2006. Diakses tanggal 2006-12-02.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ Brady, Brian (3 Desember 1998). "Spy death: 5 Russians wanted". The Scotsman. Diakses tanggal 3 Des. 2006.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |date=
  3. ↑ "Russia says no extradition for Litvinenko suspects". Reuters. 5 Desember 2006. Diakses tanggal 5 Des. 2006.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |date=[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ Buckley, Neil (5 Desember 2006). "Russians set limits in helping polonium death case". Financial Times. Diakses tanggal 5 Des. 2006.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |date=
  5. ↑ Batten, Gerard (3 April 2006). "Gerard Batten MEP - "60 second speech to the European Parliament "Romano Prodi" - Strasbourg". UKIP. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-10-13. Diakses tanggal 21 Nov. 2006.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |date=
  6. ↑ Owen, Richard (20 November 2006). "Exile's contact in hiding after 'being made a scapegoat'". The Times. Diakses tanggal 21 Nov. 2006.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |date=
  7. ↑ Ostrovsky, Arkady (28 November 2006). "Mystery illness hits former Russian PM". The Financial Times. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-05-27. Diakses tanggal 2006-12-07.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  8. ↑ "Litvinenko Didn't Digest Information". Kommersant. 13 November 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-09-27. Diakses tanggal 30 Nov. 2006.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |date=
  9. ↑ Townsend, Mark (19 November 2006). "Poisoning of Russian agent raises fears of UK vendetta". The Guardian. Diakses tanggal 21 Nov. 2006.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |date=
  10. ↑ Murphy, Kim (21 November 2006). "Who poisoned a former KGB agent?". Los Angeles Times. Diakses tanggal 21 Nov. 2006.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |date=

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan