Minggu, 01 November 2026
02:23 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Peperangan Barbaria

Peperangan Barbaria

pertempuran di pesisir pantai Afrika Utara tahun 1801 dan 1815

Bagikan:
Peperangan Barbaria
250px-Burning_of_the_uss_philadelphia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
USS Philadelphia terbakar selama Pertempuran Pelabuhan Tripoli selama Perang Barbaria Pertama pada tahun 1804
Tanggal10 Mei 1801 – 3 Juli 1815
(14 tahun, 1 bulan dan 23 hari)
Lokasi
Hasil Kemenangan Swedia-Amerika
Pihak yang terlibat
 Amerika Serikat
Swedia Swedia (1800–1802)
40px-Bandiera_del_Regno_di_Sicilia_4.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kerajaan Sisilia (1801–1805)[1]

 Kesultanan Utsmaniyah
40px-Maritime_flag_of_Regency_of_Tripoli_%2818th_century%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Eyalet Tripolitania 40px-Tunisian_flag_till_1831.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Beylik Tunis
40px-Fictitious_Ottoman_flag_2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Aljir

Maroko Kesultanan Maroko
Pemimpin atau tokoh terkemuka
Stephen Decatur

Peperangan Barbaria adalah konflik yang berlangsung pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 antara Amerika Serikat dan Swedia melawan negara-negara Barbaria. Konflik ini mengakibatkan meletusnya dua perang dan dipicu oleh sebab yang sama. Negara-negara Barbaria yang terlibat adalah Tunis, Aljir, dan Tripoli. Secara de jure, ketiga wilayah ini merupakan wilayah Kesultanan Utsmaniyah, walaupun secara de facto ketiganya merupakan wilayah yang memerintah sendiri. Selain ketiga negara tersebut, Kesultanan Maroko juga turut terlibat.

Swedia sudah berperang melawan Tripoli semenjak tahun 1800 dan kemudian Amerika turut berperang melawan negara-negara Barbaria.[2] Penyebab perang ini adalah permintaan upeti dari bajak laut Barbaria untuk kapal-kapal dagang Amerika yang melewati Laut Tengah. Apabila permintaan tersebut ditolak, bajak laut ini akan menyerang kapal tersebut, mengambil barang-barangnya, dan memperbudak awak-awak kapal atau menawan mereka untuk diminta tebusan. Saat Thomas Jefferson menjadi Presiden, ia menolak membayar upeti dan mengirim Angkatan Laut Amerika Serikat ke Laut Tengah. Amerika mengebom kota-kota bajak laut dan meminta konsesi berupa hak untuk lewat dari penguasa-penguasanya. Pemerintahan Thomas Jefferson dan James Madison melancarkan ekspedisi melawan negara-negara Barbaria pada periode yang berbeda. Jefferson melancarkan ekspedisi pertama dari tahun 1801 hingga 1805 melawan kota-kota bajak laut di Libya, Tunisia, dan Aljazair. Madison mengirim ekspedisi kedua melawan Aljazair pada tahun 1815.

Catatan kaki

  1. ↑ http://daddezio.com/italy/barbary/history.html
  2. ↑ Woods, Tom. "Presidential War Powers: The Constitutional Answer". Libertyclassroom.com. Diakses tanggal 9 Juli 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Daftar pustaka

Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan