Selasa, 20 Oktober 2026
23:20 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Penyakit serum

Reaksi terhadap penyuntikan serum

Bagikan:

Penyakit serum adalah keadaan subakut dari reaksi anafilaksis.[1] Terjadi sebagai reaksi terhadap penyuntikan, misalnya penyuntikan serum antitetanus atau serum antidifteri.[1] Serum tersebut berasal dari kuda sehingga mengandung protein asing bagi tubuh manusia.[1] Gejala klinis dapat timbul beberapa menit, jam, atau 7-14 hari setelah penyuntikan serum tersebut.[1] Gejala yang timbul dapat berupa gatal (biasanya timbul di pinggang) dan edema angioneurotik (biasanya mengenai muka, bibir, lidah dan daerah rongga mulut).[1] Di samping itu dapat menyebabkan demam, radang sendi, dan bila mengenai susunan saraf pusat akan menimbulkan nyeri di kepala, gelisah, kejang-kejang, kesadaran menurun, sampai koma.[1] Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian antihistamin dan dapat ditambah dengan pemberian kortikosteroid.[1]

Penyebab

Protein di dalam tubuh salah mengenali antigen (protein dalam anti-serum) sebagai zat yang berbahaya.[2][3] Hal ini menyebabkan sistem imun memproduksi antibodi.[2] Lalu, antibodi tersebut mengikat antigen dan membangun lapisan sel di jantung, pembuluh darah, pembuluh getah bening dan rongga tubuh lainnya sehingga menyebabkan inflamasi.[2] Saat ini penyebab utama dari penyakit serum adalah antibiotik penisilin.[2] Penyebab lainnya adalah antibiotik yang mengandung sefalosporin, fluoksetin, obat tidur, aspirin, antiserum ular, dan sengatan lebah.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Ichtiar Baru Van Hoeve; Hassan Shadily. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7 (edisi khusus). Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  2. 1 2 3 4 5 "Serum sickness". Diakses tanggal 20 Juni 2014.
  3. ↑ "Serum sickness". Diakses tanggal 20 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan