Rabu, 28 Oktober 2026
00:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Penyakit serum

Reaksi terhadap penyuntikan serum

Bagikan:

Penyakit serum adalah keadaan subakut dari reaksi anafilaksis.[1] Terjadi sebagai reaksi terhadap penyuntikan, misalnya penyuntikan serum antitetanus atau serum antidifteri.[1] Serum tersebut berasal dari kuda sehingga mengandung protein asing bagi tubuh manusia.[1] Gejala klinis dapat timbul beberapa menit, jam, atau 7-14 hari setelah penyuntikan serum tersebut.[1] Gejala yang timbul dapat berupa gatal (biasanya timbul di pinggang) dan edema angioneurotik (biasanya mengenai muka, bibir, lidah dan daerah rongga mulut).[1] Di samping itu dapat menyebabkan demam, radang sendi, dan bila mengenai susunan saraf pusat akan menimbulkan nyeri di kepala, gelisah, kejang-kejang, kesadaran menurun, sampai koma.[1] Pengobatan dapat dilakukan dengan pemberian antihistamin dan dapat ditambah dengan pemberian kortikosteroid.[1]

Penyebab

Protein di dalam tubuh salah mengenali antigen (protein dalam anti-serum) sebagai zat yang berbahaya.[2][3] Hal ini menyebabkan sistem imun memproduksi antibodi.[2] Lalu, antibodi tersebut mengikat antigen dan membangun lapisan sel di jantung, pembuluh darah, pembuluh getah bening dan rongga tubuh lainnya sehingga menyebabkan inflamasi.[2] Saat ini penyebab utama dari penyakit serum adalah antibiotik penisilin.[2] Penyebab lainnya adalah antibiotik yang mengandung sefalosporin, fluoksetin, obat tidur, aspirin, antiserum ular, dan sengatan lebah.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Ichtiar Baru Van Hoeve; Hassan Shadily. Ensiklopedia Indonesia, Jilid 7 (edisi khusus). Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  2. 1 2 3 4 5 "Serum sickness". Diakses tanggal 20 Juni 2014.
  3. ↑ "Serum sickness". Diakses tanggal 20 Juni 2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan