Senin, 02 November 2026
13:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Penguasa hiper

Penguasa hiper

Bagikan:
250px-British_Empire_1921.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Map dari Kekaisaran Inggris pada tahun 1921 sebagai contoh dari penguasa hiper.

Penguasa hiper (bahasa Inggris:Hyperpower) adalah negara yang mendominasi semua negara di semua bidang (militer, budaya, ekonomi)[1] dan dianggap satu tingkat di atas penguasa super (adidaya/superpower). Istilah ini biasanya mengacu kepada Amerika Serikat karena negara ini merupakan satu-satunya penguasa super di dunia saat ini. Namun, status satu tingkat di atasnya tersebut masih diperdebatkan.[2]

Sejarah

Wartawan Britania Raya Peregrine Worsthorne menciptakan kata ini dalam sebuah artikel tertanggal 3 Maret 1991 di Sunday Telegraph.[3] Usai Perang Dingin dan bubarnya Uni Soviet, sejumlah pengamat politik merasa perlu menciptakan istilah baru untuk menyebut posisi Amerika Serikat (Pax Americana) sebagai penguasa super tunggal.[4][5][6] Menteri Luar Negeri Prancis Hubert Védrine memopulerkan istilah ini pada tahun 1998 karena bagi Prancis, Amerika Serikat tampak sebagai penguasa hiper, tetapi benar tidaknya status tersebut masih dipertanyakan.[2]

Istilah ini juga dipakai secara retroaktif untuk menyebut negara-negara dominan pada masa lampau. Dalam buku Day of Empire: How Hyperpowers Rise to Global Dominance—and Why They Fall, Amy Chua menyebut Kekaisaran Akhemeniyah, Dinasti Tang, Kekaisaran Romawi, Kekaisaran Mongol, Imperium Belanda, dan Imperium Britania sebagai contoh hegemon masa lampau yang berhasil; Monarki Spanyol, Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya, dan Reich Ketiga adalah contoh hegemon lampau yang gagal; dan ia mendalami lebih lanjut pandangan bahwa Amerika Serikat adalah penguasa hiper modern. Dalam konteks sejarah, penguasa hiper sering dipahami sebagai negara yang lingkungan politiknya sangat memengaruhi negara-negara lain di sekitarnya; Roma tidak memengaruhi Persia, India Kuno, atau Tiongkok, tetapi mendominasi seluruh kawasan Laut Tengah secara militer, budaya, dan ekonomi.[7]

Referensi

  1. ↑ "Definition of 'hyperpower'". Collins Dictionary. Collins. Diakses tanggal Februari 11, 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "To Paris, U.S. Looks Like a 'Hyperpower'". International Herald Tribune. The New York Times Company. Februari 5, 1999. Diakses tanggal Februari 11, 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ McFedries, Paul (Februari 25, 2002). "hyper-power". Word Spy. Logophilia Limited. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-15. Diakses tanggal Februari 11, 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Nossal, Kim Richard (Juni 29, 1999). "Lonely Superpower or Unapologetic Hyperpower?". Saldanha, Western Cape: South African Political Studies Association. Diarsipkan dari asli tanggal 2019-05-26. Diakses tanggal November 4, 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Reiter, Erich; Hazdra, Peter (Maret 9, 2013). The Impact of Asian Powers on Global Developments. Springer Science+Business Media. hlm. 5. ISBN 9-783-6621-3172-5. Now though, some people, in whose opinion the term "superpower" does not denote the actual dominance of the USA incisively enough, use the term "hyperpower".{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Cohen, Eliot A. (Juli 1, 2004). "History and the Hyperpower". Foreign Affairs. Council on Foreign Relations. Diakses tanggal Februari 11, 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Chua, Amy (Januari 6, 2009). Day of Empire: How Hyperpowers Rise to Global Dominance—and Why They Fall. Knopf Doubleday Publishing Group. ISBN 9-780-3074-7245-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Jenis kekuasaan
Jenis status penguasa
Geopolitik
Teori dan sejarah
Studi
Organisasi dan kelompok menurut wilayah
Afrika
Afrika–Asia
Amerika
Asia
Eropa
Eurasia
Amerika–Eropa
Afrika–Asia–Eropa
Pasifik
Nonregional
Global
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan