Kamis, 22 Oktober 2026
11:53 WIB
TERKINI
Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal
Pengaron, Banjar

Pengaron, Banjar

kecamatan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan

Bagikan:
Pengaron
Kantor Kecamatan Pengaron
Kantor Kecamatan Pengaron, Banjar
Koordinat: 3°17′43″S 115°05′36″E / 3.29521062°S 115.09325225°E / -3.29521062; 115.09325225
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Selatan
KabupatenBanjar
Kode Kemendagri63.03.09 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS6303100 Suntingan nilai di Wikidata
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pengaron%2C_Banjar&revid=28707820&groups=_310848fcc6c0cf5910ca5760bef56693500943fa&parser=parsoid
250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Schacht_V_met_losvloer_TMnr_10006961.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pertambangan batu bara di Pengaron pada masa Hindia Belanda

Pengaron adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Indonesia.

250px-23._Pengaron.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jembatan di Pengaron pada tahun 1865 (gambar oleh W. A. van Rees)

Kecamatan Pengaron terdiri dari 12 desa, yaitu:

  1. Alimukim
  2. Antaraku
  3. Ati'im
  4. Benteng
  5. Kertak Empat
  6. Lobang Baru
  7. Lok Tunggul
  8. Lumpangi
  9. Mangkauk
  10. Maniapun
  11. Panyiuran
  12. Pengaron

PASAR PENGARON

Pasar Pengaron dahulu sebelum di desa Benteng terletak di desa Pengaron samping mesjid tua Pengaron Al- Mubarokah, di samping itu dahulu pasar Pengaron. Dan kegiatan pasarnya pada hari rabu dan jumat. Mesjid pada waktu itu masih kecil dan terbuat dari ulin, jika muazzin (orang yang mengumandangkan azan) hendak azan, harus naik tinggi ke menara atas untuk azan tanpa pakai pengeras suara.

Berhubung orang gunung dan orang bukit parkirnya di desa Benteng. Memakai kuda, kelutuk dan jukung untuk membawa barang hasil panennya. Seperti pisang, rempah-rempah dll. Maka berpindahlah pasar Pengaron ke desa Benteng kec. Pengaron kab. Banjar.

Sebelum adanya pasar Pengaron di desa Benteng sekarang ini, dahulunya lagi tempat sanggarahan, dan di jadikan tempat sekolahan SR (sekolah rakyat)/SD. Sanggarahan seperti balai/tempat berkumpul, dan tiang nya terbuat dari kayu ulin besar. Berumahannnya sekitar dua meter lebih tingiinya bahkan bisa dipakai untuk tempat bermain anak-anak jaman dulu.

SR dahulu ada tiga lokal, dinamai ABC. sanggarahan A sanggarahan B sanggarahan C Ditempat itu datu, kai, nini dan julak asli orang kec. Pengaron dahulu sekolah SR/SD. Selain tempat sekolah, disitu juga terdapat sedikit museum, tempat peninggalan Belanda jaman dahulu. Contohnya baju perang (tahan timpas liwar kandalnya ujar yang bekisah), helm perang, dll. Baju perangnya seperti baju daster besar, karena bekas orang asing yang bertubuh besar dan tinggi.

Referensi

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik kecamatan di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan