Selasa, 03 November 2026
16:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Pengalaman puncak

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Februari 2023)

Pengalaman puncak (peak experience), merupakan suatu keadaan di mana seseorang mengalami kebahagiaan yang luar biasa, pengalaman keilahian yang mendalam, hingga mengalami transendensi. Menurut Maslow (1964) pengalaman puncak dapat terjadi pada seseorang yang telah mencapai aktualisasi diri.[1] Istilah "puncak-pengalaman" digunakan oleh psikolog Abraham H. Maslow yang merujuk pada keadaan kesadaran kesatuan, saat-saat kebahagiaan atau pemenuhan tertinggi dalam kehidupan seseorang.[2] Seseorang yang mampu mengaktualisasikan diri akan memiliki perasaan menyatu dengan alam. Ia merasa tidak ada batas antara dirinya dengan alam semesta.[3] Maslow menggambarkan pengalaman puncak sebagai suatu pengalaman meningkatkan pengalaman yang menghasilkan bentuk lanjutan dari persepsi realitas, mistik terhadapa alam semesta. Ada beberapa karakteristik unik dari pengalaman puncak, karakteristik tersebut dirasakan secara holistik yang kemudian menciptakan momen untuk mencapai potensi penuh seseorang.[4]

Sejarah

Pada awalnya Maslow beranggapan bahwa pengalaman puncak merupakan pengalaman yang hanya dialami oleh orang-orang tertentu, terutama orang-orang yang sudah mencapai aktualisasi diri akan berulang kali mengalami pengalaman tersebut. Maslow akhirnya menyadari ternyata rata-rata seseorang pernah mengalami pengalaman puncak dalam kehidupannya, tetapi secara tidak sadar mereka berusaha melupakan pengalaman tersebut.[1]

Dalam penelitian tersebut Maslow menggunakan wawancara dan kuesioner untuk mengumpulkan kesaksian seseorang tentang pengalaman puncak.[1] Penelitian tersebut juga berusaha mengungkap penyebab umum untuk pengalaman puncak termasuk seni, alam, seks, karya kreatif, musik, pengetahuan ilmiah, dan introspeksi. Secara historis, pengalaman puncak dikaitkan dengan aliran fenomena psikologis. Pengalaman puncak dibedakan menjadi beberapa aliran karena sejumlah faktor termasuk tingkat subjektifitas dari intensitas pengalaman, pengalaman puncak menunjukkan tingkat stimulasi atau euforia yang tinggi, aliran tidak terkait dengan peningkatan tingkat stimulasi.[5]

Gambaran

Pengalaman puncak adalah kesadaran akan kesatuan alam mikrokosmos, makrokosmos, dan metakosmos. Pengalaman ini dapat diperoleh dari wujud kreativitas, pemahaman, penemuan, atau perasaan menyatu dengan alam.[6]

Gambaran pengalaman puncak menurut Maslow:[1]

  • Tak dapat digambarkan (ineffability), pengalaman puncak tidak dapat digambarkan melalui sebuah kata-kata ataupun dijelaskan kepada orang lain.
  • Kualitas kebenaran intelektual (neotic quality), pengalaman puncak merupakan pengalaman menemukan kebenaran dari hakikat intelektual.
  • Sementara (transiency), setelah mengalami pengalaman puncak seseorang akan kembali ke dunia sehari-harinya
  • Pasif (passivity), seseorang yang mengalami pengalaman puncak merasa kehilangan kemauan diri (nafsu) (abeyance).

Pengaruh pengalaman puncak

Pengaruh pengalaman puncak yang tidak mudah hilang (lasting), antara lain:[1]

  • Hilangnya simptom neurotik
  • Kecenderungan melihat diri sendiri secara sehat
  • Perubahan pandangan serta hubungan dengan orang lain
  • Perubahan pandangan mengenai dunia
  • Munculnya kreativitas, spontanitas, serta kemampuan mengekspresikan diri
  • Cenderung mengingat pengalaman puncak dan mengulanginya
  • Melihat kehidupan sebagai hal yang berharga

Lihat lainnya

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 alwisol. Psikologi Kepribadian: -. UMMPress. ISBN 978-979-796-067-4.
  2. ↑ "Peak Experience | Encyclopedia.com". www.encyclopedia.com. Diakses tanggal 2021-10-20.
  3. ↑ Yuliana, Asnah (2019-01-17). "Teori Abraham Maslow dalam Pengambilan Kebijakan di Perpustakaan". LIBRARIA: Jurnal Perpustakaan (dalam bahasa Inggris). 6 (2): 349–376. doi:10.21043/libraria.v6i2.3845. ISSN 2477-5320.
  4. ↑ Maslow, Abraham Harold (1964). Religions, Values, and Peak-experiences (dalam bahasa Inggris). Ohio State University Press.
  5. ↑ Privette, Gayle (1983). "Peak experience, peak performance, and flow: A comparative analysis of positive human experiences". Journal of Personality and Social Psychology. 45 (6): 1361–1368. doi:10.1037/0022-3514.45.6.1361. ISSN 0022-3514.
  6. ↑ Muhammad, Sidiq. "Abraham Maslow, Psikologi Humanistik".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan