Rabu, 04 November 2026
09:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Penduduk ambang batas

jumlah penduduk yang paling sedikit yang dibutuhkan agar barang/jasa menjadi berguna

Bagikan:

Penduduk ambang batas dalam ekonomi mikro adalah jumlah penduduk yang paling sedikit yang dibutuhkan agar suatu layanan dapat menjadi berguna.

Dalam geografi ekonomi, ambang batas adalah jumlah paling sedikit orang yang dibutuhkan agar suatu barang atau jasa tersedia di suatu wilayah. Konsep ini mirip dengan "jangkauan" dalam teori tempat sentral dan eceran, tergantung pada kepadatan penduduk dan kesediaan untuk melakukan perjalanan untuk mendapatkan barang atau jasa.[1]

Sebagai contoh, sebuah toko kecil mungkin memerlukan kira-kira 800 pelanggan, sementara toko yang lebih besar seperti Marks and Spencer mungkin memerlukan 70.000 pelanggan untuk mendapatkan laba, dan universitas mungkin memerlukan 350.000 pelanggan untuk dapat bertahan.[2]

Ambang batas juga dapat dikaitkan dengan daya beli pelanggan, terutama di tempat-tempat dengan upah rendah di mana orang hanya mampu membeli barang atau jasa sesekali.

Referensi

  1. ↑ Goodall, B. (1987) The Penguin Dictionary of Human Geography. London: Penguin.
  2. ↑ Tiscali encyclopedia Diarsipkan 2007-10-12 di Wayback Machine
Ikon rintisan

Artikel bertopik ekonomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan