Senin, 02 November 2026
19:36 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Pemeruman gema

Pemeruman gema

Bagikan:
Mengukur kedalaman air dengan cara merambatkan gelombang suara dan menghitung waktu kembalinyaTemplat:SHORTDESC:Mengukur kedalaman air dengan cara merambatkan gelombang suara dan menghitung waktu kembalinya
250px-Echo_Sounding_USN.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi pemeruman gema menggunakan perum gema multibeam.
250px-Circa_1980_Nitto_DF_2510_marine_depth_sounder_made_in_Japan_view_1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Alat pengukur kedalaman laut menggunakan gema suara, dibuat di Jepang sekitar tahun 1980.

Pemeruman gema (bahasa Inggris: echo sounding) adalah salah satu jenis sonar yang digunakan untuk mengukur kedalaman suatu perairan. Sistem ini bekerja dengan cara merambatkan gelombang akustik menuju air dan menghitung waktu pantulan gelombang tersebut. Kedalaman perairan dapat diketahui dengan mengoperasikan selang waktu perambatan dan cepat rambat gelombang di air. Informasi ini dapat digunakan untuk kepentingan navigasi atau pemetaan.

Pemeruman gema dilakukan menggunakan alat yang disebut perum gema (bahasa Inggris: echo sounder). Alat ini diletakkan pada wahana apung yang dapat memuat perangkat pendukung dan awak survei. Metode ini juga dapat menggunakan transduser yang ditempatkan di lokasi tertentu untuk mengamati pergerakan ikan.[1]

Istilah pemeruman digunakan untuk semua jenis pengukuran kedalaman, termasuk metode yang tidak menggunakan suara. Pemeruman gema adalah salah satu metode pengukuran yang lebih cepat dibandingkan metode penurunan alat ukur hingga mencapai dasar laut.

Referensi

  1. ↑ Poerbandono; Alodia, Gabriella (2018). Survei Pencarian Bawah Laut (PDF). Bandung: ITB Press.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Media terkait Pemeruman gema di Wikimedia Commons


Ikon rintisan

Artikel bertopik oseanografi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan