Selasa, 20 Oktober 2026
09:14 WIB
TERKINI
Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau

Pembuahan ganda

Bagikan:

Pembuahan ganda adalah mekanisme pembuahan yang kompleks pada tumbuhan berbunga. Proses ini melibatkan peleburan gametofit betina atau megagametofit—yang juga disebut kantung embrio—dengan dua gamet jantan (dua sel sperma). Proses dimulai ketika butir serbuk sari menempel pada permukaan stigma dari karpel, yaitu struktur reproduksi betina pada bunga angiosperma. Butir serbuk sari kemudian berkecambah (kecuali pada spesies yang memiliki sistem ketidakcocokan diri yang bekerja pada tingkat stigma), membentuk tabung serbuk sari yang menembus dan memanjang ke bawah melalui tangkai putik menuju ovarium, mengikuti sinyal kimia yang dilepaskan oleh sel telur. Ujung tabung serbuk sari kemudian memasuki ovarium dengan menembus mikropil pada bakal biji, dan melepaskan dua sperma ke dalam kantung embrio (megagametofit).

Kantung embrio yang matang pada bakal biji yang belum dibuahi terdiri dari 7 sel dan 8 inti. Susunannya adalah 3 + 1 + 3 (dari atas ke bawah): 3 sel antipoda, 1 sel pusat (berinti dua), 2 sinergid, dan 1 sel telur. Satu sperma membuahi sel telur dan sperma lainnya menyatu dengan dua inti polar pada sel pusat megagametofit. Sperma haploid dan sel telur haploid bergabung membentuk zigot diploid, proses yang disebut singami, sedangkan sperma lainnya bergabung dengan sel pusat diploid menghasilkan sel endosperma primer triploid (triple fusion). Beberapa tumbuhan dapat membentuk inti poliploid. Sel besar dari gametofit kemudian berkembang menjadi endosperma, jaringan kaya nutrisi yang memberi makan embrio yang sedang berkembang. Ovarium yang mengelilingi bakal biji berkembang menjadi buah, yang melindungi biji dan dapat membantu dalam penyebarannya.[1]

Dua inti polar maternal dalam sel pusat, yang berkontribusi pada pembentukan endosperma, berasal dari mitosis satu produk meiosis yang sama yang menghasilkan sel telur. Dengan demikian, kontribusi genetik maternal pada endosperma triploid adalah dua kali lipat dibandingkan kontribusi dari sperma.

Pada penelitian tahun 2008 pada Arabidopsis thaliana, migrasi inti jantan ke dalam gamet betina, dan fusi dengan inti betina, berhasil didokumentasikan untuk pertama kalinya melalui pencitraan in vivo. Beberapa gen yang terlibat dalam proses migrasi dan fusi tersebut juga berhasil diidentifikasi.[2]

Bukti pembuahan ganda pada Gnetales, yaitu tumbuhan berbiji tidak berbunga, juga telah dilaporkan.[3]

Sejarah Singkat

Pembuahan ganda ditemukan lebih dari satu abad yang lalu oleh Sergei Nawaschin di Kyiv,[4] dan Léon Guignard di Prancis. Keduanya membuat penemuan ini secara independen.[5] Spesies Lilium martagon dan Fritillaria tenella digunakan dalam pengamatan pertama pembuahan ganda, yang dilakukan menggunakan mikroskop cahaya klasik. Karena keterbatasan mikroskop cahaya, banyak pertanyaan tentang proses ini tidak terjawab pada saat itu. Namun, dengan perkembangan mikroskop elektron, banyak pertanyaan tersebut akhirnya terjawab. Secara khusus, pengamatan oleh kelompok W. Jensen menunjukkan bahwa gamet jantan tidak memiliki dinding sel, dan membran plasma gamet sangat dekat dengan membran plasma sel yang mengelilinginya di dalam butir serbuk sari.[6]

Referensi

  1. ↑ Berger, Frédéric (2008-03). "Double-fertilization, from myths to reality". Sexual Plant Reproduction (dalam bahasa Inggris). 21 (1): 3–5. doi:10.1007/s00497-007-0066-4. ISSN 0934-0882.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  2. ↑ Berger, Frédéric; Hamamura, Yuki; Ingouff, Mathieu; Higashiyama, Tetsuya (2008-08). "Double fertilization – caught in the act". Trends in Plant Science (dalam bahasa Inggris). 13 (8): 437–443. doi:10.1016/j.tplants.2008.05.011.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ Raghavan, V. (2003-09). "Some reflections on double fertilization, from its discovery to the present". New Phytologist (dalam bahasa Inggris). 159 (3): 565–583. doi:10.1046/j.1469-8137.2003.00846.x. ISSN 0028-646X.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  4. ↑ Kordyum, E. L. (2008-06). "Double fertilization in flowering plants: 1898–2008". Cytology and Genetics. 42 (3): 147–158. doi:10.3103/s009545270803002x. ISSN 0095-4527.{{cite journal}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. ↑ Jensen, William A. (1998-02-18). "Double fertilization: a personal view". Sexual Plant Reproduction. 11 (1): 1–5. doi:10.1007/s004970050113. ISSN 0934-0882.
  6. ↑ Dumas, Christian; Rogowsky, Peter (2008-08-30). "Fertilization and early seed formation". Comptes Rendus. Biologies (dalam bahasa Inggris). 331 (10): 715–725. doi:10.1016/j.crvi.2008.07.013. ISSN 1631-0691.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan