Jumat, 30 Oktober 2026
00:34 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Pelangi monokrom

Pelangi monokrom

Bagikan:
250px-Monochrome_rainbow_Germany.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelangi monokrom yang terlihat di Frankfurt, Jerman, pada saat senja
250px-Monochrome_rainbow.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Foto pelangi merah yang diambil di dekat Minneapolis pada bulan Juli 1980 (foto asli, tanpa manipulasi warna)

Pelangi monokrom atau pelangi merah adalah fenomena optis dan meteorologi yang merupakan bentuk variasi langka dari pelangi biasa yang umumnya berwarna-warni. Proses pembentukan pelangi monokrom serupa dengan pelangi biasa, yaitu dari pemantulan/pembiasan cahaya dalam tetesan air. Namun, pelangi monokrom hanya terjadi saat matahari berada di dekat ufuk. Baik saat menjelang fajar atau saat senja. Saat matahari berada pada posisi rendah di cakrawala, cahayanya harus melintas lebih jauh melalui atmosfer bumi, menyebabkan panjang gelombang cahaya yang lebih pendek, seperti biru, hijau, dan kuning, tersebar hingga hanya menyisakan cahaya merah.[1] Fenomena ini lebih sering terbentuk di lingkungan yang gelap dan menciptakan efek yang sangat dramatis.

Referensi

  1. ↑ Groth, Ed; Foster, Jim (2011-09-10). "Red Rainbow at Sunrise - Earth Science Picture of the Day". NASA Earth Science Division. Diakses tanggal 2013-06-27.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan