Senin, 02 November 2026
17:21 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Pelabuhan Trieste

Pelabuhan Trieste

pelabuhan di Italia

Bagikan:
Pelabuhan Trieste
330px-Port_of_Trieste_12.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelabuhan Trieste
osm-intl,10,45.6589,13.7636,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pelabuhan_Trieste&revid=29379345&groups=_dccba4da465bd0dfd047288353f827a619df87fa&parser=parsoid
Peta interaktif Pelabuhan Trieste
Lua error in Modul:Location_map at line 573: Tidak dapat menemukan definisi peta lokasi yang ditentukan. Baik "Modul:Location map/data/Italia Trieste" maupun "Templat:Location map Italia Trieste" tidak ada.
Lokasi
Negara Italia
LokasiLaut Adriatik, Trieste, Italia
Koordinat45°39′32.04″N 13°45′48.96″E / 45.6589000°N 13.7636000°E / 45.6589000; 13.7636000[1]
UN/LOCODEITTRS
Detail
Mulai beroperasi1719
JenisPelabuhan Bebas
Statistik
Tonase kargo per tahun55.624.925 (2023)
Volume peti kemas per tahun877.800 (2022)
Situs web
http://www.porto.trieste.it
250px-Porttrieste_old.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Porto Vecchio
250px-Torre_del_Lloyd%2C_front.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kantor Pusat (Menara Lloyd)

Pelabuhan Bebas Trieste atau Trieste adalah sebuah pelabuhan di Laut Adriatik, Trieste, Italia. Pelabuhan ini merupakan pelabuhan komersial di Italia yang memiliki volume perdagangan sebesar 62 juta ton. UN/LOCODE pelabuhan ini adalah ITTRS.[2] Kapal-kapal dari Trieste berlayar langsung ke Tiongkok, Singapura, atau Malaysia dengan singgah di pelabuhan-pelabuhan di Albania, Slovenia, Kroasia, Yunani, Turki, atau Mesir.[3]

Saat ini, Trieste terhubung dengan lebih dari 400 kereta api per bulan ke kawasan industri di Italia timur laut dan pedalaman Eropa Tengah. Sekitar 50 juta ton barang diangkut setiap tahunnya dan 30 juta ton di antaranya adalah minyak mentah. Volume lalu lintas yang tersisa sebagian besar terdiri dari barang-barang seperti batu bara, kayu, mineral, dan biji-bijian.[4]

Sejarah

Pada kurun waktu antara awal tahun 1700 dan 1850, Trieste pada dasarnya merupakan sebuah emporium dan mendapatkan status pelabuhan bebas oleh Charles VI, Kaisar Romawi Suci pada tahun 1719. Pada tahun 1740, ketika Adipati Maria Theresa dari Austria berkuasa, salah satu tindakan pertama yang diambilnya adalah memperluas batas-batas wilayah pelabuhan bebas ke pinggiran kota sehingga menggabungkan emporium, pelabuhan, kota baru, dan kota lama. Kerajaan memutuskan untuk memperluas pengecualian bea cukai ke seluruh kota. Hal ini menarik banyak orang dari berbagai negara dan semua lapisan masyarakat dari Italia, Serbia, Slovenia, Kroasia, Yahudi, dan Yunani. Masyarakat melihat sebuah undang-undang disahkan, Editto di tolleranza, undang-undang yang memberikan kebebasan beribadah sehingga memudahkan negosiasi dan memiliki barang.[5]

Pada tahun 1770-an dan 1780-an, Perusahaan Trieste yang dikenal juga sebagai Perusahaan Hindia Timur Austria berupaya menghubungkan langsung Kekaisaran Habsburg dengan pasar-pasar di India dan Tiongkok. Perusahaan dipandang perlu memperluas infrastruktur pelabuhan dan jaringan kereta api. Pada tahun 1857, jalur Kereta Api Südbahn (Selatan) mulai beroperasi di sepanjang rute timur laut, yaitu Trieste, Postojna, Ljubljana, Graz, Wina. Jalur ini termasuk koneksi lebih jauh ke Budapest dan Balkan. Elemen kereta api menjadi sentral dalam perancangan struktur pelabuhan. Di Trieste, sistem Lagerhäuser di pelabuhan-pelabuhan Eropa Utara digunakan sebagai model. Seorang insinyur Prancis Paulin Talabot, merancang proyek tersebut. Tahun 1868 menandai dimulainya Trieste sebagai pelabuhan komersial yang infrastrukturnya dikembangkan dalam empat periode berbeda. Pengembangan ini dilakukan untuk mengatasi persaingan pelabuhan-pelabuhan di utara yang sebelumnya mampu menarik perdagangan karena kurangnya koneksi kereta api dengan Trieste. Hal ini juga digunakan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan transportasi laut non-Eropa yang meningkat setelah dibukanya Terusan Suez pada tahun 1869 sehingga berkurangnya jarak Trieste dari Bombay sejauh 7.500 mil. Pembangunan Porto Vecchio (Pelabuhan Lama) yang saat itu disebut Porto Nuovo (Pelabuhan Baru) dimulai pada tahun 1868. Bagian utara pelabuhan dibangun antara tahun 1868 dan 1883 bersama dengan pemecah gelombang luar dan infrastruktur laut lainnya.[6]

Pada 22 Desember 1871, layanan bulanan baru yang menghubungkan Trieste dengan Bombay didirikan. Pada tahun 1874, sebuah kontrak ditandatangani dengan Südbahn untuk pengembangan pelabuhan dan pada tahun 1879, Magazzini Generali didirikan. Pada tahun yang sama, jalur kereta api Pontebbana resmi dibuka yang menghubungkan Trieste, Udine, Pontebba, Villach, Salzburg, dan München. Pada tahun 1891, pelabuhan ini menjadi pelabuhan bebas dan dipisahkan dari bagian kota lainnya oleh sebuah pagar pembatas. Status pelabuhan bebas yang sebelumnya mencakup seluruh kota kini dibatasi hanya pada wilayah ini, sementara kota secara fisik terpisah darinya. Antara tahun 1901 dan 1914, pekerjaan dimulai untuk memperluas wilayah sungai (tanggul), membangun Dermaga Bersaglieri, Scalo Legnami (dermaga kayu), dan Pelabuhan S. Andrea (dermaga V dan VI). Periode keempat, antara tahun 1924 dan 1936, ditandai dengan pelaksanaan pekerjaan umum besar-besaran, yaitu menyelesaikan infrastruktur kelautan, peralatan pelabuhan di dermaga V dan VI, Silo, Stazione Marittima (stasiun penumpang), dan Idroscalo (pelabuhan udara).[6]

Setelah membangun kembali bangunan yang rusak akibat pengeboman Perang Dunia Kedua, reorganisasi pelabuhan yang inovatif dimulai sejalan dengan kebutuhan kontainerisasi dan sistem transportasi baru. Perjanjian Perdamaian Paris tahun 1947 terutama pada Lampiran VIII mengukuhkan status Trieste sebagai zona bebas internasional yang memberikan otonomi ekonomi dan rezim khusus kepada kota tersebut yang berkontribusi pada stabilitas regional.[7]

Memorandum London tahun 1954 dan keputusan-keputusan Komisaris Pemerintah pada tahun 1955 dan 1959 menetapkan peraturan untuk pengelolaan pelabuhan bebas. Dokumen ini mengatur kondisi operasional dan dasar administratif pelabuhan. Berlakunya undang-undang pelabuhan tahun 1994 memperbaharui sistem pelabuhan Italia diperbarui, tetapi status khusus Trieste tidak berubah. Pertengahan 1980-an hingga 1990-an, Kementerian Keuangan Italia membuat kebijakan pengangkutan barang dari Turki berupa pengurangan tarif tetap untuk kendaraan Turki. Lalu sejak 1993, pembebasan penuh pajak jalan raya untuk kendaraan yang mengangkut barang ke dan dari Trieste.[8]

Pada tahun 2017, penandatanganan keputusan pelaksanaan oleh Menteri Infrastruktur dan Transportasi secara resmi mengakui Trieste sebagai entitas unik dalam kerangka hukum Italia dan Eropa yang memberikan Otoritas Pelabuhan Laut Adriatik Timur kewenangan yang lebih luas. Otoritas tersebut memiliki kemampuan untuk memodifikasi kawasan zona bebas, mengizinkan kegiatan industri, dan mendorong modernisasi infrastruktur pelabuhan sehingga meningkatkan efisiensi dan daya saing pelabuhan. Sejak saat itu, pelanggan dapat memperoleh manfaat dari ketentuan khusus untuk operasi impor, ekspor, dan transit, prosedur bea cukai, dan rezim fiskal.[8]

Ciri khas

Kargo impor dan ekspor

Barang impor dapat segera dibongkar, terlepas dari jenis barang, asal, atau tujuannya. Operasi pembongkaran atau alih muatan tidak memerlukan otorisasi khusus. Operator dapat segera menyiapkan semua dokumen untuk impor atau transit sehingga barang dapat segera dikirim ke tujuannya. Barang yang dibongkar di Trieste dianggap dalam transit dan dibebaskan dari pembayaran bea masuk selama masih berada di dalam kawasan pelabuhan bebas. Semua ketentuan berlaku sejak aturan kontrol keamanan Uni Eropa yang baru pada 1 Januari 2011. Importir tidak diwajibkan untuk menetapkan status pabean pada barang. Sesuai hukum, di semua Pelabuhan Pabean barang harus menerima status pabean (impor/transit/depo) dalam waktu 45 hari. Sebaliknya, di Trieste, hal itu tidak berlaku selama berada di pelabuhan bebas. Barang yang berasal dari Negara-negara Uni Eropa yang memasuki kawasan pelabuhan bebas dianggap diekspor dari Uni Eropa. Setelah kontainer memasuki kawasan pelabuhan bebas, kontainer tersebut dapat dimuat ke atas kapal tanpa menunggu otorisasi khusus (jika deklarasi bea cukai telah dilakukan).[9]

Pembayaran PPN dan bea masuk

Untuk barang yang diimpor ke Uni Eropa melalui pelabuhan bebas, pembayaran bea masuk dan PPN dapat ditunda hingga 6 bulan atau 180 hari sejak tanggal operasi pabean. Suku bunga yang berlaku sangat rendah, yaitu 50% dari tarif Euribor 6 bulan. Di Trieste, bea masuk maritim dihitung berdasarkan tarif preferensial.[7]

Pelabuhan bebas

Berdasarkan peraturan pelabuhan bebas, barang yang tiba di pelabuhan melalui darat dari Italia atau UE dianggap sebagai barang ekspor definitif. Barang asal luar negeri yang tiba melalui darat dianggap sebagai barang asing dalam transit. Barang yang tiba dari luar negeri melalui laut dapat transit dengan bebas dan dikirim ke tujuan luar negeri. Berdasarkan peraturan eksklusif tentang kredit bea cukai, bea masuk atas barang yang ditujukan untuk impor dapat dibayarkan setelah 6 bulan dengan suku bunga tahunan yang lebih rendah. Pengemasan ulang, pelabelan, dan pemrosesan industri juga dimungkinkan dengan ketentuan yang sama. Selain menjadi tanggung jawab Otoritas Pelabuhan (badan publik), pengelolaan gudang pelabuhan juga dilakukan oleh banyak perusahaan swasta baik itu perusahaan ekspedisi atau operator terminal pelabuhan yang bekerja secara otonom sepenuhnya sesuai dengan peraturan Otoritas Pelabuhan. Status Zona Pelabuhan Bebas tetap menjadi ciri khas Trieste sepanjang sejarahnya. Status ini diberikan pada tahun 1719 oleh monarki Habsburg dan dibatasi pada tahun 1891. Status khusus ini telah dikukuhkan oleh perjanjian damai berikutnya oleh Uni Eropa dan Parlemen Italia. Sebagian besar lahan pelabuhan tunduk pada aturan ini dan oleh karena itu berada di luar yurisdiksi Bea Cukai Uni Eropa. Di Trieste, semua kapal apa pun bendera kapalnya dianggap sama dengan bendera Italia selama berkaitan dengan kemaritiman. Trieste mematuhi persyaratan sistem CARGO-AIDA. Sistem ini menyediakan informasi daring tambahan mengenai status kargo kepada semua operator di Italia dan negara-negara Uni Eropa lainnya, termasuk dari sudut pandang bea cukai. Aturan dan regulasi khusus pelabuhan bebas akan tetap terjaga berkat sistem teknologi informasi terintegrasi yang mampu memenuhi persyaratan CARGO-AIDA dan kekhasan pelabuhan bebas.[8]

Lima Zona Pelabuhan Bebas pada Trieste adalah Zona Bebas Lama (Punto Franco Vecchio), Zona Bebas Baru (Punto Franco Nuovo), Zona Bebas Terminal Kayu (Punto Franco Scalo legnami), Zona Bebas Minyak Mineral (Punto Franco Oli Minerali), dan Zona Bebas Industri (Punto Franco Industriali). Tiga di antaranya telah dialokasikan untuk kegiatan komersial. Dua sisanya, Kawasan Bebas Minyak Mineral dan Kawasan Bebas Canale di Zaule digunakan untuk kegiatan industri. Pelabuhan ini terhubung ke berbagai terminal yang dikelola oleh perusahaan swasta. Zona Bebas Lama yang merupakan kompleks fasilitas tertua, dirancang oleh Paul Talabot dan dibangun antara tahun 1868 dan 1883 berdasarkan rencana pengembangan pelabuhan dan jalur kereta api yang bertujuan untuk mengonsolidasikan peran Trieste sebagai pusat perdagangan bagi seluruh wilayah di bawah kekuasaan Austria-Hongaria. Sebuah terminal serbaguna modern bernama Terminal Adria dibangun di samping instalasi-instalasi yang lebih tua. Zona Bebas Baru merupakan hasil proyek yang dimulai pada awal abad ke-20 sebagai respon terhadap pertumbuhan perdagangan dengan Timur Tengah dan Timur Jauh yang dipicu oleh pembukaan Terusan Suez. Sebagian besar pembangunan rampung pada tahun 1920-an dan 1930-an. Zona tersebut diperluas sejak tahun 1960-an dengan pembangunan terminal peti kemas di Dermaga 7 dan terminal ro-ro/feri di Riva Traiana.[10] Kawasan Bebas yang tersisa mencakup bagian dari kanal industri Zaule selain terminal kayu dan minyak yang melayani Kawasan Industri (EZIT) dan dibangun setelah Perang Dunia II.[11]

FREEeste

Proyek FREEeste diluncurkan pada tahun 2019. Proyek ini terletak di kawasan industri Bagnoli della Rosandra yang menempati area seluas 240.000 meter persegi dan mencakup fasilitas yang didedikasikan untuk logistik dan produksi. Inisiatif ini bertujuan untuk merevitalisasi kawasan industri yang telah dinonaktifkan dan mendorong pembangunan ekonomi kota dan wilayah sekitarnya. FREEeste dirancang untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan, mulai dari penyimpanan dan pengemasan hingga manufaktur dan pengelolaan barang dalam sistem bebas bea. Proyek ini terintegrasi dengan jaringan kereta api, terminal intermodal, dan koneksi langsung dengan Trieste. Dekrit Presiden Otoritas Pelabuhan Laut Adriatik Timur tahun 2017 memberikan wewenang untuk memodifikasi kawasan zona bebas, mengesahkan kegiatan industri, dan mengelola infrastruktur pelabuhan.[12]

Sistem rel internal

Trieste adalah pelabuhan pertama di Italia yang memiliki sistem rel internal sendiri sepanjang 70 km. Sistem ini terhubung dengan jaringan rel nasional dan internasional.[13] Hal ini memungkinkan semua dermaga dilayani oleh rel kereta api dengan kemungkinan perakitan kereta barang langsung di berbagai terminal. Lebih dari 400 kereta setiap bulan menghubungkan Trieste dengan kawasan manufaktur dan industri di Italia timur laut dan berbagai destinasi di Eropa Tengah, termasuk Jerman, Austria, Republik Ceko, Swiss, dan Luksemburg.[14]

Instalasi hidrodinamik

Instalasi hidrodinamik merupakan bagian penting dari arkeologi industri yang dibangun pada tahun 1890. Trieste bersama dengan Hamburg, Buenos Aires, Kalkuta, dan Genoa adalah pelabuhan pertama di dunia yang dilengkapi dengan instalasi hidrodinamik. Bangunan ini terletak di belakang dermaga dan ditandai dengan cerobong asap bata yang tinggi dan dua menara persegi di sisi fasad utama. Instalasi yang berhenti digunakan pada tahun 1983 ini mengambil air dari sistem air dan memasok energi ke berbagai titik konsumsi. Oleh karena itu, instalasi ini merupakan generator energi terpusat yang mengoperasikan derek dermaga, derek eksternal, dan kerekan internal gudang pelabuhan.[15]

Serangkaian ketel Lancashire dua cerobong asap berdiameter 2,10 m dan panjang 10 m dibuat oleh St. Jashka & Sohn dari Wina dan menghasilkan uap bertekanan 7 atmosfer. Uap tersebut dialirkan ke empat mesin utama dan satu mesin bantu yang semuanya diproduksi oleh Maschinenbau Aktien Gesellschaft vormals Breitfeld, Danek & Com. Prag-Karolinenthal. Mesin-mesin utama memiliki bagian penggerak yang lebih tinggi dan bagian pengoperasian yang lebih rendah. Bagian penggerak, yaitu sebuah mesin uap ekspansi ganda 25 tenaga kuda (19 kW) memiliki silinder bertekanan tinggi di tengah berdiameter 450 mm dan dua silinder bertekanan rendah di samping berdiameter 600 mm. Sistem batang poros engkol memastikan pengaturan waktu yang tepat untuk ketiga silinder tersebut. Tekanan hidrolik dijaga konstan melalui akumulator hidrolik. Dua di antaranya terletak di menara pabrik dan satu lagi terletak di menara dekat gerbang pelabuhan di posisi yang lebih sentral.[15]

Air bertekanan didistribusikan di sepanjang poros utama pelabuhan melalui sistem pipa besi cor sepanjang 6,8 km yang dipasang di lorong bawah tanah yang dapat diperiksa. Pipa utama bercabang menjadi pipa-pipa sekunder yang terhubung ke masing-masing titik konsumsi. Antara tahun 1920 dan 1939, pabrik mengoperasikan 83 derek dermaga, 31 derek eksternal untuk gudang, dan 57 kerekan. Contoh mesin yang telah beroperasi selama lebih dari satu abad adalah Pabrik hidrodinamik yang terletak di sebuah bangunan Rundbogenstil, sebuah gaya arsitektur yang merupakan versi Jerman dari gaya Romanesque.[15]

Porto Vecchio

Keterkaitan antara kota dan pelabuhan yang terjalin dalam satu proses pembangunan perkotaan dan sejarah tampak jelas di kawasan Porto Vecchio yang memiliki warisan arsitektur. Porto Vecchio terletak di jantung kota dengan area seluas sekitar 600.000 m² dan diluncurkan kembali melalui identifikasi fungsi-fungsi baru. Capannoni yang menjadi bangunan tertua di pelabuhan didirikan mengikuti model Lagerhäuser. Model ini merupakan istilah yang merujuk pada bagian-bagian kota yang digunakan untuk penanganan barang dan mencakup gudang untuk penyimpanan dan penyimpanan barang, mulai dari kedatangan di pelabuhan hingga pengiriman dan distribusi. Sistem pelabuhan menghubungkan Kastil Miramare, Barcola, dan Kastil San Giusto. Sistem ini juga mengikuti tiga arah, yaitu arah tengah yang menghubungkan pelabuhan dengan kota, arah kedua yang berhubungan dengan dermaga, dan arah ketiga yang berdekatan dengan jalur kereta api.[6]

Klasifikasi gudang dan hanggar yang awalnya merupakan 38 bangunan utama terdiri dari tiga kelompok bangunan. Kelompok pertama merupakan bangunan yang memiliki satu lantai. Kelompok kedua adalah bangunan lantai dua atau tiga yang memiliki ruang bawah tanah dan loteng serta galeri yang menghubungkan ruang depan dan ditopang oleh kusen besi cor. Terakhir, bangunan empat lantai yang memiliki ruang bawah tanah, lantai dasar, dan empat lantai di atasnya dengan galeri. Gudang-gudang tersebut awalnya dilengkapi dengan derek, lift, kerekan, dan peralatan pengangkat lainnya yang digunakan untuk bongkar muat barang dan dioperasikan secara hidrolik. Bangunan kelompok pertama dan kedua memiliki peron berupa platform yang ditinggikan sekitar 1 meter yang digunakan untuk melakukan operasi bongkar muat dengan gerbong kereta api. Bangunan kelompok ketiga yang didirikan pada awal tahun 1900 memiliki pintu masuk di permukaan tanah.[6]

Ciri arsitektur bangunan-bangunan ini terletak pada garis-garis vertikal dan horizontal di sepanjang fasad. Garis-garis horizontal seperti jalur tali memberikan tampilan memanjang pada bangunan, sementara garis-garis vertikal berupa pilaster strip dan avant-corps menciptakan celah. Karakter arsitektur terlihat dari harmonisasi garis-garis tersebut. Tubuh utama fasad dari dasar hingga bangunan atas menunjukkan kesatuan dan nilai dimensional.

Pada saat pembangunan, pembuatan dekorasi dilakukan menggunakan material finishing dan karya para dekorator ahli serta penata batu. Birai, modillion, kepala tonggak, ruang bawah tanah, ambang jendela, dan avant-corps yang terbuat dari berbagai material dan warna-warna alami material yang menciptakan kesan kromatik yang seragam. Mullion besi cor abu-abu merupakan ciri khas lantai dasar hanggar. Setiap bangunan merupakan contoh arsitektur teknis di akhir abad ke-19 yang berada pada periode transisi prinsip konstruksi dan konfigurasi struktur maritim yang menyesuaikan diri dengan fungsi pertahanan dan tren baru mekanisasi peralatan.[6]

Porto Vecchio diserahkan kepada Pemerintah Kota Trieste pada 30 Juni 2017. Lokasi konstruksi yang telah dibuka di antaranya adalah wadah budaya besar Magazzino 26 yang menampung Museo del Mare, Immaginario Scientifico, dan Museo della Civiltà Istriana Fiumana e Dalmata.[16]

Gudang 26

Gudang 26 yang disebut Magazzino 26 dalam bahasa Italia merupakan sebuah bangunan monumental yang meliputi area seluas 9.000 m². Gudang ini memiliki luas muka sekitar 244 m dengan lantai bawah tanah yang digunakan sebagai gudang bawah tanah, satu lantai dasar, tiga lantai di atasnya, dan sebuah loteng. Gudang ini selesai dibangun pada tahun 1893 dan merupakan museum internasional yang dibangun di lantai dua Porto Vecchio berisi barang-barang rumah tangga bersejarah milik para pengungsi dari Istria dan Adriatik Timur yang sebelumnya disimpan di Gudang 18 atau Magazzino 18.[16]

Pendanaan

Pada tahun 2019, Uni Eropa mendukung pengembangan Trieste dengan pendanaan baru senilai EUR 45,5 juta. Bank Investasi Eropa menandatangani pinjaman EUR 39 juta dengan Otoritas Pelabuhan Laut Adriatik Timur yang juga akan menerima pendanaan Uni Eropa sebesar EUR 6,5 juta melalui CEF (Fasilitas Penghubung Eropa) sebagai bagian dari proyek TriesteRailPort.[14]

Tantangan di level Eropa

Trieste mengalami beberapa tantangan di tingkat Eropa. Perlu dilakukan penyelarasan regulasi Italia dan Eropa untuk memastikan konsistensi dan memfasilitasi operasi komersial. Pelabuhan ini diajukan sengketa oleh pelabuhan-pelabuhan pesaing dan beberapa negara anggota Uni Eropa karena memiliki keunggulan kompetitif yang berlebihan dibandingkan dengan pelabuhan-pelabuhan Eropa lainnya. Sengketa juga berkaitan dengan perbedaan interpretasi dari perjanjian dan dekrit historis, seperti Perjanjian Perdamaian Prancis pada Lampiran VIII dan Memorandum London. Uni Eropa menyatakan keraguan tentang penerapan Lampiran VIII pada zona bebas yang ditetapkan setelah pembentukan Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE). Kekhawatiran muncul terhadap potensi ketidakseimbangan perdagangan pelabuhan Eropa dan keinginan meninjau atau membatasi rezim preferensial Trieste guna memastikan persaingan yang lebih adil di antara pelabuhan-pelabuhan Uni Eropa.[7]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Ltd, TravelSmart (3 Maret 2016). "Port of Trieste: Harbour Information, Terminals and Facilities (Trieste, Friuli-Venezia Giulia, Italy)". Ports Guides (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-22.
  2. ↑ Kpler (22 Agustus 2025). "Port of TRIESTE (IT TRS) details - Departures, Expected Arrivals and Port Calls | AIS MarineTraffic". MarineTraffic.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-22.
  3. ↑ Limited, VesselFinder (22 Agustus 2025). "Port of Trieste (Italy) - Arrivals, Departures, Expected vessels - VesselFinder". www.vesselfinder.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-22.{{cite web}}: |last= memiliki nama generik
  4. ↑ Dürr, Christina (09 Juni 2021). "Port of Trieste: Logistics hub of the Adriatic Sea". Rail Cargo Group Blog (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-25.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. ↑ Mare, Museo del (2 Oktober 2023). "Trieste and its port". Maritime Museum Porto Vecchio Trieste (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 20 Agustus 2025.
  6. 1 2 3 4 5 Barillari, Diana (Desember 2016). "Porto Vecchio A Trieste: Storia, Architettura E Tecnica". ResearchGate (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 2025-08-22.
  7. 1 2 3 Logistics, GRUBER (16 September 2024). "The Free Port of Trieste: History, Benefits, and Strategic Future". GRUBER Logistics S.p.A. (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-22.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. 1 2 3 Campailla, Massimo (1998). "The jurisdictional regime of the Free Zones (in Italian)". isdit.it (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 5 September 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  9. ↑ Terminal S.p.A, Trieste Marine (9 Juli 2010). "Transit Procedures". Trieste Marine Terminal (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 14 Juni 2025. Diakses tanggal 2025-09-07.{{cite news}}: |work= and |newspaper= ditentukan lebih dari satu kali
  10. ↑ Nubola, Valentina (18 Oktober 2021). "No Green Pass, di Pelabuhan Trieste polisi dievakuasi dengan muatan dan meriam air". FIRSTonline. Diakses tanggal 2025-08-22.
  11. ↑ Magazine, We Build Value Digital (29 Januari 2024). "Trieste port: its history and evolution". We Build Value (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-22.
  12. ↑ Carota, Francesco; Frassoldati, Francesca (Desember 2023). "FREEeste e l'introduzione di nuovi processi produttivi nel porto di Trieste". TERRITORIO (103): 49–52. doi:10.3280/TR2023-103006. ISSN 1825-8689. Diakses tanggal 2025-08-22.
  13. ↑ ports, NAPA (22 Agustus 2020). "Port of Trieste - NAPA". NAPA (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-22.
  14. 1 2 Squintani, Lorenzo (20 Desember 2019). "EU provides EUR 45m to develop Port of Trieste". European Investment Bank (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-08-22.
  15. 1 2 3 v.cortese (9 Agustus 2020). "THE HYDRODYNAMICS CENTRAL TRIESTE". YesTour (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-07.
  16. 1 2 Redazione (17 Februari 2021). "Magazzino 26. Sta per nascere un Polo museale internazionale". LaVoce del popolo (dalam bahasa Italia). Diakses tanggal 2025-08-28.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Port of Trieste.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan