Jumat, 09 Oktober 2026
13:17 WIB
TERKINI
Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP
Payung Hitam

Payung Hitam

film Indonesia

Bagikan:
Payung Hitam (Black Umbrella)
Payung_hitam.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
SutradaraChairun Nissa
Tanggal rilis
2011
NegaraIndonesia Indonesia
BahasaBahasa Indonesia

Payung Hitam adalah sebuah film dokumenter karya sutradara Chairun Nissa. Film ini mendapatkan kesempatan untuk diputar di Salaya International Documentary Film Festival, Thailand, dan dan Flying Broom International Women's Film Festival di Turki.[1][2]

Sinopsis

Berkisah tentang perjuangan mencari keadilan dua orang perempuan, Neneng dan Sumarsih, yang bertemu dalam aksi Kamisan. Kamisan merupakan aksi diam korban dan keluarga korban berbagai kasus mulai era tahun 1965 sampai dengan saat ini. Setiap Kamis mereka berdiri di depan istana, memegang payung hitam, dan membawa berbagai pesan untuk disampaikan kepada Presiden.

Neneng adalah petani dan ibu rumah tangga yang tanah miliknya, seluas seribu hektare, diambil secara paksa oleh Angkatan Udara pada tahun 2007. Sedangkan Sumarsih adalah seorang perempuan pensiunan pegawai DPR yang anaknya (bernama Wawan, mahasiswa Universitas Atma Jaya, Jakarta) menjadi korban penembakan pada era reformasi. Keduanya mencari keadilan untuk kasus mereka masing-masing.

Film ini diproduksi tahun 2011 oleh Peace Women Across the Globe. Pemutaran perdananya didukung oleh Kontras, Yayasan Kalyanamitra, dan Ine Febriyanti, dalam rangka 16 hari kampanye antikekerasan terhadap perempuan.[3]

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan