Selasa, 29 September 2026
02:52 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Pavan Sukhdev

Pavan Sukhdev

Pavan Sukhdev
250px-Pavan_Sukhdev_%2810186874696%29_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sukhdev in October 2013
Lahir30 Maret 1960 (umur 66)
Delhi, India
AlmamaterCollège du Léman, Swiss

Dover College, Britania Raya

University of Oxford, Britania Raya
PekerjaanEnvironmental economist
Situs webpavansukhdev.com

Pavan Sukhdev adalah seorang ekonom lingkungan India yang bidang studinya meliputi ekonomi hijau dan keuangan internasional. Pavan Sukhdev adalah Penasihat Khusus dan Kepala Inisiatif Ekonomi Hijau UNEP, proyek PBB yang bertujuan untuk menunjukkan bahwa penghijauan ekonomi bukanlah beban pada pertumbuhan tetapi mesin baru untuk menumbuhkan kekayaan, meningkatkan lapangan kerja yang layak, serta mengurangi kemiskinan yang terus-menerus. Pavan juga merupakan Pemimpin Studi dari TEEB (The Economics of Ecosystems and Biodiversity) yang ditugaskan oleh G8+5 dan diselenggarakan oleh UNEP. Di bawah kepemimpinannya, TEEB mengukur masalah global dari hilangnya keanekaragaman hayati dan degradasi ekosistem dalam hal ekonomi dan kesejahteraan manusia, serta memberikan solusi yang ditujukan pada para pembuat kebijakan, administrator, bisnis dan warga negara. TEEB mempresentasikan rangkaian Laporan Akhir yang diakui secara luas pada pertemuan PBB oleh Konvensi Keanekaragaman Hayati di Nagoya (Protokol Nagoya), Jepang.[1]

Referensi

  1. ↑ "Biography Pavan Sukhdev". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-01-29. Diakses tanggal 2015-01-29.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan