Rabu, 28 Oktober 2026
22:43 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Paspor Nansen

Paspor Nansen

Bagikan:
250px-No-nb_bldsa_6e001.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Paspor Nansen

Paspor Nansen, resminya paspor orang tanpa negara, adalah dokumen perjalanan pengungsi yang diakui secara internasional dan pertama kali diterbitkan oleh Liga Bangsa-Bangsa untuk pengungsi tanpa negara. Dokumen ini kemudian dikenal dengan istilah "paspor Nansen" sesuai nama perintisnya, Fridtjof Nansen, negarawan sekaligus penjelajah kutub.

Meski paspor Nansen sudah tidak diterbitkan lagi, pemerintah nasional dan supranasional saat ini, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menerbitkan dokumen perjalanan untuk orang-orang tanpa negara dan pengungsi, termasuk surat identitas (atau "paspor orang asing") dan dokumen perjalanan pengungsi.

Sejarah

250px-1927_British_issued_Nansen_identity_certificate.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Surat identitas Nansen Britania Raya tahun 1927 yang diterbitkan untuk seorang pengungsi Yahudi Rusia untuk perjalanan ke Palestina Britania.

Paspor Nansen edisi pertama dicetak setelah dunia internasional menyepakati Konferensi Antarpemerintah Tentang Surat Identitas untuk Pengungsi Rusia yang dipimpin oleh Fridtjof Nansen di Jenewa pada 3-5 Juli 1992 selaku Komisaris Tinggi Bidang Pengungsi Liga Bangsa-Bangsa.[1] Pada 1942, paspor ini diakui oleh 52 negara. Kurang lebih 450.000 paspor Nansen diterbitkan[2] untuk penduduk tanpa negara dan pengungsi yang hendak bepergian dan perlu dokumen perjalanan tetapi tidak bisa mengajukan permohonan dari pemerintah negara asal.

Paspor Nansen awalnya diterbitkan untuk pengungsi Perang Saudara Rusia. Kurang lebih 800.000 pengungsi Rusia kehilangan hak-haknya setelah Lenin mencabut kewarganegaraan semua ekspatriat Rusia pada 1921.[3]

Pada 1933, paspor ini diterbitkan untuk pengungsi Armenia, Asiria, dan Turki.

Setelah Nansen meninggal dunia pada 1930, pengelolaan paspor ini diambil alih oleh Dinas Pengungsi Internasional Liga Bangsa-Bangsa. Sejak itu, paspor ini tidak lagi mencantumkan konferensi 1922, tetapi diterbitkan atas nama LBB. Dinas ini ditutup pada 1938, dan penerbitan paspor ditangani oleh Komisaris Tinggi Bidang Pengungsi di London.[4]

Hadiah Nobel Perdamaian

Nansen International Office for Refugees dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 1938 atas jasanya menerbitkan paspor Nansen.[5]

Pemegang paspor ternama

Galeri

  • Stempel di paspor Nansen
    Stempel di paspor Nansen
  • Pameran di Balai Kota Oslo, Norwegia
    Pameran di Balai Kota Oslo, Norwegia

Referensi

  1. ↑ "Documents from the League of Nations Archives" (PDF). Refugee Survey Quarterly. 22 (1): 71–73. 2003. doi:10.1093/rsq/22.1.71. Diakses tanggal Juni 25, 2014.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Nansen-pass Store Norske Leksikon, retrieved December 11, 2012
  3. ↑ Arkivverket.no Diarsipkan 2013-01-26 di Wayback Machine (in Norwegian), retrieved December 11, 2012
  4. ↑ The Nansen Office Diarsipkan 2015-07-23 di Wayback Machine Arkivverket. Retrieved 2 December 2014
  5. ↑ Fridtjof Nansen, Nobelprize.org, 1922. Retrieved 22 February 2011.
  6. ↑ Mumford, David (2015). "(Obituary) Alexander Grothendieck (1928-2014) Mathematician who rebuilt algebraic geometry" (dalam bahasa English). Diakses tanggal 2015-10-14.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  7. ↑ Nansenkontoret Diarsipkan 2014-02-28 di Wayback Machine Arkivverket.no (in Norwegian), retrieved December 11, 2012

Pranala luar

Paspor Asia
Negara
berdaulat
Asia Tenggara
Asia Timur
Asia Selatan
Asia Tengah
Asia Barat
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Eropa, tergantung definisi perbatasan. 2 Terkadang dimasukkan ke Oseania. 3 Negara lintas benua.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan