Minggu, 04 Oktober 2026
22:30 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Partisi selang

Partisi selang

Barisan bilangan naik yang merentang suatu selang

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang pengelompokkan elemen suatu interval menggunakan barisan. Untuk pengelompokan elemen suatu himpunan menggunakan himpunan dari himpunan, lihat Partisi himpunan.
330px-Integral_Riemann_sum.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Partisi selang digunakan dalam jumlah Riemann. Partisinya sendiri ditampilkan dalam warna abu-abu di bagian bawah, dengan norma partisinya ditandai dengan warna merah

Dalam matematika, partisi dari selang [ a , b ] {\displaystyle \left[a,\,b\right]} {\displaystyle \left[a,\,b\right]} pada garis bilangan adalah himpunan berhingga bilangan riil terurut P = { x 0 , x 1 , x 2 , … , x n } {\displaystyle {\mathcal {P}}=\left\{x_{0},\,x_{1},\,x_{2},\,\ldots ,\,x_{n}\right\}} {\displaystyle {\mathcal {P}}=\left\{x_{0},\,x_{1},\,x_{2},\,\ldots ,\,x_{n}\right\}} sedemikian sehingga

  • x 0 < x 1 < x 2 < … < x n {\displaystyle x_{0}<x_{1}<x_{2}<\ldots <x_{n}} {\displaystyle x_{0}<x_{1}<x_{2}<\ldots <x_{n}}
  • x 0 = a {\displaystyle x_{0}=a} {\displaystyle x_{0}=a} dan x n = b {\displaystyle x_{n}=b} {\displaystyle x_{n}=b}

Dengan menggunakan istilah lain, partisi dari selang kompak I {\displaystyle I} {\displaystyle I} adalah barisan bilangan yang naik sejati (yang berada pada selang I {\displaystyle I} {\displaystyle I} itu sendiri) dimulai dari titik awal dari I {\displaystyle I} {\displaystyle I} dan berakhir di titik akhir dari I {\displaystyle I} {\displaystyle I}.

Setiap selang dalam bentuk [ x i , x i + 1 ] {\displaystyle \left[x_{i},\,x_{i+1}\right]} {\displaystyle \left[x_{i},\,x_{i+1}\right]} disebut sebagai selang bagian[butuh rujukan] atau subinterval dari partisi [ a , b ] {\displaystyle \left[a,\,b\right]} {\displaystyle \left[a,\,b\right]}.

Partisi Penghalus

Misalkan P = { x 0 , x 1 , x 2 , … , x n } {\displaystyle {\mathcal {P}}=\left\{x_{0},\,x_{1},\,x_{2},\,\ldots ,\,x_{n}\right\}} {\displaystyle {\mathcal {P}}=\left\{x_{0},\,x_{1},\,x_{2},\,\ldots ,\,x_{n}\right\}} adalah partisi dari selang [ a , b ] {\displaystyle \left[a,\,b\right]} {\displaystyle \left[a,\,b\right]}. Partisi Q {\displaystyle {\mathcal {Q}}} {\displaystyle {\mathcal {Q}}} dari interval [ a , b ] {\displaystyle \left[a,\,b\right]} {\displaystyle \left[a,\,b\right]} disebut sebagai penghalus dari partisi P {\displaystyle {\mathcal {P}}} {\displaystyle {\mathcal {P}}} jika P ⊂ Q {\displaystyle {\mathcal {P}}\subset {\mathcal {Q}}} {\displaystyle {\mathcal {P}}\subset {\mathcal {Q}}}.[1]

Diberikan dua partisi P 1 {\displaystyle {\mathcal {P}}_{1}} {\displaystyle {\mathcal {P}}_{1}} dan P 2 {\displaystyle {\mathcal {P}}_{2}} {\displaystyle {\mathcal {P}}_{2}} dari selang [ a , b ] {\displaystyle \left[a,\,b\right]} {\displaystyle \left[a,\,b\right]}. Maka, dapat dikonstruksikan partisi sekutu (dinotasikan dengan P 1 ∨ P 2 {\displaystyle {\mathcal {P}}_{1}\lor {\mathcal {P}}_{2}} {\displaystyle {\mathcal {P}}_{1}\lor {\mathcal {P}}_{2}}) yang diperoleh dari P 1 ∪ P 2 {\displaystyle {\mathcal {P}}_{1}\cup {\mathcal {P}}_{2}} {\displaystyle {\mathcal {P}}_{1}\cup {\mathcal {P}}_{2}}.[2]

Norma Partisi

Norma (atau mesh) dari partisi

P = { x 0 , x 1 , x 2 , … , x n } {\displaystyle {\mathcal {P}}=\left\{x_{0},\,x_{1},\,x_{2},\,\ldots ,\,x_{n}\right\}} {\displaystyle {\mathcal {P}}=\left\{x_{0},\,x_{1},\,x_{2},\,\ldots ,\,x_{n}\right\}}

didefinisikan sebagai panjang subinterval terpanjang.[3][4] Secara matematis,

‖ P ‖ = max { x 1 − x 0 , x 2 − x 1 , … , x n − x n − 1 } {\displaystyle \|{\mathcal {P}}\|=\max \left\{x_{1}-x_{0},\,x_{2}-x_{1},\,\ldots ,\,x_{n}-x_{n-1}\right\}} {\displaystyle \|{\mathcal {P}}\|=\max \left\{x_{1}-x_{0},\,x_{2}-x_{1},\,\ldots ,\,x_{n}-x_{n-1}\right\}}

Partisi Bertanda

Jika dipilih suatu titik t i ∈ [ x i − 1 , x i ] {\displaystyle t_{i}\in \left[x_{i-1},\,x_{i}\right]} {\displaystyle t_{i}\in \left[x_{i-1},\,x_{i}\right]} (yang disebut tag) dimana i = 1 , 2 , … , n {\displaystyle i=1,\,2,\,\ldots ,\,n} {\displaystyle i=1,\,2,\,\ldots ,\,n}, maka himpunan P = { ( [ x 0 , x 1 ] , t 1 ) , ( [ x 1 , x 2 ] , t 2 ) , … , ( [ x n − 1 , x n ] , t n ) } {\displaystyle {\mathcal {P}}=\left\{\left(\left[x_{0},\,x_{1}\right],\,t_{1}\right),\,\left(\left[x_{1},\,x_{2}\right],\,t_{2}\right),\,\ldots ,\,\left(\left[x_{n\,-\,1},\,x_{n}\right],\,t_{n}\right)\right\}} {\displaystyle {\mathcal {P}}=\left\{\left(\left[x_{0},\,x_{1}\right],\,t_{1}\right),\,\left(\left[x_{1},\,x_{2}\right],\,t_{2}\right),\,\ldots ,\,\left(\left[x_{n\,-\,1},\,x_{n}\right],\,t_{n}\right)\right\}} disebut Partisi bertanda (atau partisi tag) dari [ a , b ] {\displaystyle \left[a,\,b\right]} {\displaystyle \left[a,\,b\right]}.[5] Dengan kata lain, partisi bertanda adalah partisi suatu interval terbatas I {\displaystyle I} {\displaystyle I}, beserta suatu elemen dari setiap subintervalnya.

Penerapan

Konsep partisi merupakan bagian penting dari definisi konsep integral, seperti integral Riemann, integral Darboux, integral Riemann–Stieltjes, dan regulated integral. Saat partisi intervalnya terus diperhalus, maka norma partisi nya mendekati nol dan nilai dari jumlahan Riemann nya pada selang yang diberikan akan mendekati integral Riemann.[6]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ Bartle, Robert G.; Sherbert, Donald R. (2010). Introduction to Real Analysis [Pengantar Analisis Riil] (PDF) (dalam bahasa Inggris) (Edisi 4). Wiley. hlm. 226. ISBN 9780471433316.
  2. ↑ Brannan, D. A. (2006). A First Course in Mathematical Analysis [Kursus Pertama dalam Analisis Matematika] (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. hlm. 262. ISBN 9781139458955.
  3. ↑ Hijab, Omar (2011). Introduction to Calculus and Classical Analysis [Pengantar Kalkulus dan Analisis Klasik] (dalam bahasa Inggris). Springer. hlm. 60. ISBN 9781441994882.
  4. ↑ Zorich, Vladimir A. (2004). Mathematical Analysis II [Analisis Matematika II] (dalam bahasa Inggris). Springer. hlm. 108. ISBN 9783540406334.
  5. ↑ Dudley, Richard M.; Norvaiša, Rimas (2010). Concrete Functional Calculus [Kalkulus Fungsional Konkret] (dalam bahasa Inggris). Springer. hlm. 2. ISBN 9781441969507.
  6. ↑ Ghorpade, Sudhir; Limaye, Balmohan (2006). A Course in Calculus and Real Analysis [Sebuah kursus dalam Kalkulus dan Analisis Riil] (dalam bahasa Inggris). Springer. hlm. 213. ISBN 9780387364254.

Bacaan Lanjutan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan