Jumat, 30 Oktober 2026
16:09 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Parit anti-tank

Parit anti-tank

Bagikan:
250px-Bundesarchiv_Bild_183-J31396%2C_Berlin%2C_Bau_von_Panzergr%C3%A4ben_am_Stadtrand.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pasukan militia Volkssturm menggali sebuah parit besar anti-tank saat Pertempuran Berlin di sekitaran kota (Februari 1945)

Parit anti-tank adalah parit galian yang berada di dalam dan di sekitaran wilayah yang dibentengi untuk menghalangi laju tank-tank musuh.[1][2] Galian-galian anti-tank mula-mula dipakai dalam Perang Dunia I oleh Jerman dalam upaya melindungi parit-parit mereka dari tank-tank Inggris yang baru dikembangkan. Sebuah galian anti-tank banyak dipakai dan digali secara mendalam untuk menghindari sebuah tank melintas. Angkatan bersenjata memakai galian-galian anti-tank[3] agar dapat memerangkapkan tank musuh.

Referensi

  1. ↑ "12. Antitank Obstacles and Road Blocks: Beach Obstacles: German Coastal Defenses, WWII Military Intelligence Service, Special Series No. 15, June 15, 1943 (Lone Sentry)". www.lonesentry.com. Diakses tanggal 2017-12-18.
  2. ↑ Rottman, Gordon L. (2012-12-20). Soviet Field Fortifications 1941–45 (dalam bahasa Inggris). Bloomsbury Publishing. ISBN 978-1-84908-061-3.
  3. ↑ The Military Engineer (dalam bahasa Inggris). Society of American Military Engineers. 1919.

Lihat pula

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Anti-tank trenches.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan