Sabtu, 31 Oktober 2026
06:44 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Parasimpatolitik

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang obat-obatan yang menghambat sistem parasimpatik. Untuk obat-obatan yang merangsang sistem parasimpatik, lihat obat parasimpatomimetik.

Agen parasimpatolitik adalah zat atau aktivitas yang mengurangi aktivitas sistem saraf parasimpatis.[1][2]

Istilah parasimpatolitik biasanya merujuk pada efek suatu obat, meskipun beberapa racun juga bertindak untuk memblokir sistem saraf parasimpatis. Sebagian besar obat dengan sifat parasimpatolitik adalah antikolinergik.

Agen parasimpatolitik dan agen simpatomimetik memiliki efek yang mirip satu sama lain, meskipun beberapa perbedaan antara kedua kelompok dapat diamati. Misalnya, keduanya menyebabkan midriasis, tetapi parasimpatolitik mengurangi akomodasi optik (sikloplegia),[3] sedangkan simpatomimetik tidak.

Signifikansi klinis

Artikel utama: Antikolinergik

Obat parasimpatolitik terkadang digunakan untuk mengobati irama jantung lambat (bradikardia atau bradidisritmia) yang disebabkan oleh serangan jantung atau patologi lainnya,[4] serta untuk mengobati kondisi yang menyebabkan bronkiolus di paru-paru menyempit seperti asma. Dengan memblokir sistem saraf parasimpatis, obat parasimpatolitik dapat meningkatkan detak jantung pada pasien dengan irama jantung bradikardia, dan membuka saluran udara serta mengurangi produksi lendir pada pasien asma.

Referensi

  1. ↑ "Dorlands Medical Dictionary:parasympatholytic".[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ Wilhelm, Helmut (2011). "Disorders of the pupil". Handbook of Clinical Neurology. Vol. 102. Elsevier. hlm. 427–466. doi:10.1016/b978-0-444-52903-9.00022-4. ISBN 9780444529039. ISSN 0072-9752. PMID 21601076. Drugs that stimulate the parasympathetic nervous system are called parasympathomimetics or cholinergics. Drugs that inhibit the parasympathetic system are called parasympatholytics or anticholinergics. Drugs that stimulate the sympathetic nervous system are called sympathomimetics or adrenergics. Drugs that inhibit the sympathetic system are called sympatholytics or antiadrenergics.
  3. ↑ Motlagh, Mahsaw; Geetha, Ragi (2025), "Physiology, Accommodation", StatPearls, Treasure Island (FL): StatPearls Publishing, PMID 31194346, diakses tanggal 2025-07-31
  4. ↑ Cole, Steven G.; Drobatz, Kenneth J. (2008-01-01), Tilley, Larry P.; Smith, Francis W. K.; Oyama, Mark A.; Sleeper, Meg M. (ed.), "Chapter 18 - Emergency Management and Critical Care", Manual of Canine and Feline Cardiology (Fourth Edition), Saint Louis: W.B. Saunders, hlm. 342–355, ISBN 978-1-4160-2398-2, diakses tanggal 2025-07-31{{citation}}: Pemeliharaan CS1: Parameter work dengan ISBN (link)

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik biokimia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan