Minggu, 27 September 2026
14:43 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Panji Utama

Puisi

Panji Utama (lahir 25 Agustus 1970) adalah penyair Indonesia. Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Lampung ini pernah menjadi anggota Komite Penelitian dan Pengembangan Dewan Kesenian Lampung (Litbang DKL) (1993-1996).

Membacakan puisi pada Mimbar Penyair Abad 21 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dan pada pembacaan Sajak Penyair 8 Kota (1998).

Puisi dan cerpennya juga terdapat dalam: Daun-Daun Jatuh Tunas-Tunas Tumbuh (1995), Refleksi Setengah Abad Indonesia Merdeka (1995), Negeri Bayang-bayang (1996), Bumi Beramal III (1996), Antologi Cerpen dari Lampung (1996), Antologi Puisi Indonesia (1997), Cetik (1998), Orang-orang Talangsari (2003), Konser Ujung Pulau (2003), Pertemuan Dua Arus (2004), Gerimis dalam Lain Versi (2005), dan lain-lain.

Karyanya

  • Belajar Mencintai Tuhan (kumpulan sajak bersama Ahmad Yulden Erwin dan Iswadi Pratama, 1992)
  • Pasar Kabur: Menggali Kubur Sendiri, Menggali Lorong-Lorong (kumpulan sajak, 1996)
  • Kibaran Bendera, Hikayat Sang Debu (kumpulan sajak, 1996).


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan