Minggu, 27 September 2026
06:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Kelelawar (makanan)

Kelelawar (makanan)

olahan daging kelelawar

250px-Paniki_Rica_Cabai_Hijau.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Paniki disiapkan dengan daging kelelawar buah yang dimasak dalam lada cabai hijau rica pedas. Sebuah hidangan Manado (Minahasa) eksotik. Manado, Sulawesi Utara, Indonesia.
250px-Paniki_manado.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Paniki dalam sup kuning

Kelelawar adalah sebuah sumber makanan bagi manusia di Lingkar Pasifik dan Asia, di mana mereka terkadang dikenal sebagai ayam gua.[1][2] Kelelawar dikonsumsi di berbagai tempat di Indonesia, Thailand, Vietnam, Guam, dan di negara-negara dan budaya-budaya Asia dan Lingkar Pasifik lainnya.[1][3] Di Guam, kelelawar buah mariana (Pteropus mariannus) dianggap enak,[4][5] dan spesies kelelawar rubah terbang menjadi punah karena diburu disana.[1] Selain diburu sebagai sumber makanan bagi manusia, kelelawar juga diburu untuk kulit dan guano-nya.[1] Teknik pemburuannya meliputi penjeratan dan dengan sebuah senapan.[1]

Versi 1999 dari The Oxford Companion to Food menyatakan bahwa rasa kelelawar buah mirip dengan ayam, dan bahwa mereka "hewan bersih yang secara eksklusif tinggal di buah."[1] Kelelawar dimasak dengan beberapa cara, seperti dipanggang, barbekyu, direbus dan digoreng.[1] Dengan digoreng, seluruh bagian dari kelelawar tersebut dapat dimasak dan dikonsumsi.[1] Kelelawar memiliki kandungan lemak yang rendah dan protein yang tinggi.[1][2]

Bahaya

Memakan kelelawar buah berhubungan dengan penyakit neurologi yang disebut penyakit lytico-bodig. Paul Alan Cox dari Hawaiian National Tropical Botanical Garden di Kalaheo, dan Oliver Sacks dari Albert Einstein College di New York, menemukan bahwa kelelawar mengkonsumsi dalam sejumlah besar benih cycad.[6]

Hidangan

Paniki adalah sebuah hidangan eksotik dari Minahasa, Sulawesi Utara yang dibuat dari kelelawar buah (bahasa Minahasa: paniki).[7][8]

Sup, rebusan dan kari juga ada yang menggunakan daging kelelawar.[1] Di Palau, sup kelelawar dianggap enak.[9] Kelelawar buah digunakan dalam sup Palau yang meliputi susu kelapa, saus pedas dan jahe.[9]

Rebusan

Kelelawar rebus merupakan sebuah rebusan yang dibuat dari berbagai jenis kelelawar.[1][2] Kelelawar buah digunakan dalam beberapa versi hidangan tersebut.[2]

Estufa de morcego adalah sebuah rebusan kelelawar dalam masakan Sao Tome dan Principe yang disajikan pada hari-hari santo/santa dan pada saat pesta.[10]

  • Persiapan kelelawar
  • Kelelawar untuk konsumsi manusia di Laos
    Kelelawar untuk konsumsi manusia di Laos
  • Persiapan sebelum dimasak
    Persiapan sebelum dimasak
  • Gambar persiapan lainnya
    Gambar persiapan lainnya
  • Siap untuk dimasak
    Siap untuk dimasak

Lihat pula

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Bats as food.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Extreme Cuisine: The Weird & Wonderful Foods that People Eat - Jerry Hopkins. pp. 51-53.
  2. 1 2 3 4 To Die for - Stephen L. Downes
  3. ↑ The Genie in the Bottle: 67 All-New Commentaries on the Fascinating ... - Joe Schwarcz. p. 95.
  4. ↑ Texas Monthly. p. 116.
  5. ↑ Bats of the United States and Canada. pp. 79-80.
  6. ↑ "Bat-Eating Linked to Neurological Illness", National Geographic, 13 Juni 2003
  7. ↑ Rosliana, Valentina (14 April 2008). "Ke Tomohon, Makan Tikus atau Kelelawar?" (dalam bahasa Indonesian). Indonesia: Kompas. Diakses tanggal 2011-01-09.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Febriane, Sarie; Soelastri Soekirno; Pingkan E. Dundu (30 Agustus 2008). "Panas Membara dari Timur Indonesia" (dalam bahasa Indonesian). Indonesia: Kompas. Diakses tanggal 2011-01-09.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. 1 2 Listverse. Com's Ultimate Book of Bizarre Lists - Jamie Frater. p. 207.
  10. ↑ Sao Tome and Principe - Kathleen Becker. pp. 74-79.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan