Pangeran Surowiyoto atau Surawiyata alias Raden Kikin atau lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Sekar Seda ing Lepen (artinya: "Bunga yang gugur di Sungai") merupakan seorang Adipati di wilayah Babagan Caruban Lasem yang memerintah pada pertengahan abad ke-16, ia juga merupakan Putra Mahkota dari Kesultanan Demak.
| Pangeran Surowiyoto | |
|---|---|
| Gelar | Pangeran Sekar Seda Ing Lepen |
| Nasab | bin Raden Fatah |
| Nisbah | Dinasti Rajasa |
| Lahir | Raden Kikin 1477 |
| Meninggal | 1521 |
| Dimakamkan di | Gedongmulyo, Lasem, Rembang |
| Kebangsaan | - Kerajaan Majapahit - Kesultanan Demak |
| Denominasi | Sunni |
| Murid dari | Raden Fatah, Guru-gurunya |
Mempengaruhi | |
| Adipati Jipang | |
| Pendahulu | Setelah mertuanya yang bernama Dewi Retno Kumolo wafat, ia pun melanjutkan pemerintahannya sebagai Adipati Jipang. |
| Penerus | Arya Penangsang |
| Istri |
|
| Keturunan | Pernikahan dengan Dewi Retno Panggung : Pernikahan dengan Dewi Sholehah : |
| Orang tua | Raden Fatah (ayah) Dewi Murthasimah (ibu) |
Riwayat mengenai Pangeran Surowiyoto tercantum dalam beberapa serat dan babad yang ditulis ulang pada periode bahasa Jawa Baru (abad ke-19), seperti Babad Tanah Jawi, Babad Lasem dan Babad Demak. Makam Pangeran Surowiyoto berada di Desa Gedong Mulyo Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Disini beliau juga dikenal dengan sebutan seorang Raja Tanpa Mahkota
Silsilah
Menurut Serat dan babad, Pangeran Surowiyoto lahir di Lasem pada tahun 1477 adalah putra pertama dari Raden Fatah Sultan Demak. Ibunya adalah Putri Sholihah Cucu dari Raden Rahmat atau Sunan Ampel, anak dari pasangan Pangeran Wironegoro adipati Lasem dengan Nyai Ageng Malokha alias Syari'ah. Isteri Pangeran Surowiyoto bernama Dewi Retno Panggung anak adipati Jipang Ratu Ayu Retno Kumolo. Pangeran Surowiyoto juga memiliki seorang adik perempuan bernama Ratu Mas Wulan yang menjadi menantu dari Syarif Hidayatulloh alias Sunan Gunung Jati Cirebon.
Sejarah
Pada tahun 1521 suami dari anak pertama Raden Fatah yang bernama Pati Unus (orang Portugis menyebutnya Pate Unus, dikenal juga sebagai Pangeran Sabrang Lor anak dari Raja Adipati Jepara Mohammad Yunus, melakukan penyerangan ke Portugis di Malaka. Pati Unus gugur dalam perang. Dikisahkan bahwa Trenggana adik dari Pate Unus berebut takhta dengan Pangeran Surowiyoto alias R. Kikin.
Pangeran Surowiyoto atau Raden Kikin memiliki 2 orang putra yang bernama R. Arya Penangsang dan R. Arya Mataram, sedangkan Trenggana memiliki putra pertama bernama R. Mukmin atau yang disebut juga sebagai Sunan Prawoto . Putra Pertama Trenggana Raden Mukmin dikisahkan membunuh Raden Kikin sepulang sholat Jumat di tepi sebuah sungai di Lasem dengan menggunakan keris Kyai Setan Kober milik Sunan Kudus yang diambilnya secara diam - diam. Kematian Pangeran Surowiyoto Sang Putra Mahkota membuat Trenggana menjadi Sultan ketiga dari Kerajaan Demak. Sejak itu Pangeran Surowiyoto atau Raden Kikin dikenal dengan sebutan Pangeran Sekar Seda ing Lepen, artinya "Bunga yang gugur di sungai".
Pustaka
- Babad Tanah Jawi, Mulai dari Nabi Adam Sampai Tahun 1647. (terj.). 2007. Yogyakarta: Narasi
- H.J.de Graaf dan T.H. Pigeaud. 2001. Kerajaan-Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Terj. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti
- Pra. Barik Barliyan Surowiyoto, SH.
Yayasan Keraton Djipang