Senin, 19 Oktober 2026
11:34 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis
Pangalengan, Bandung

Pangalengan, Bandung

kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Bagikan:
Pangalengan
ᮕᮍᮜᮦᮍᮔ᮪
Situ Cileunca
Pangalengan di Kabupaten Bandung
Pangalengan
Pangalengan
Peta lokasi Kecamatan Pangalengan
Tampilkan peta Kabupaten Bandung
Pangalengan di Jawa Barat
Pangalengan
Pangalengan
Pangalengan (Jawa Barat)
Tampilkan peta Jawa Barat
Pangalengan di Jawa
Pangalengan
Pangalengan
Pangalengan (Jawa)
Tampilkan peta Jawa
Pangalengan di Indonesia
Pangalengan
Pangalengan
Pangalengan (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 7°10′34″S 107°34′16″E / 7.176166°S 107.571188°E / -7.176166; 107.571188
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenBandung
Pemerintahan
 • Camat-
Luas
 • Total195,41 km2 (7,545 sq mi)
Populasi
 • Total154.286 jiwa
Kode Kemendagri32.04.15 Suntingan nilai di Wikidata
Desa/kelurahan13
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Pangalengan%2C_Bandung&revid=29613194&groups=_94ac2f2f50d868bddc2d01de3b0b4a0480054de8&parser=parsoid

Pangalengan (bahasa Sunda:ᮕᮍᮜᮦᮍᮔ᮪, translit. Pangaléngan) adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Indonesia.

330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Tji_Bolang_Tanara_Assamthee-onderneming_Malabar_TMnr_10011845.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cibolang pada tahun 1927

Pangalengan terletak 40 km di selatan Kota Bandung atau sekitar 29 km dari ibu kota Kabupaten Bandung, Soreang. Pangalengan terkenal akan beberapa objek wisata, seperti Situ Cileunca, perkebunan teh dan kolam pemandian air panas Cibolang.

Pangalengan juga dikenal sebagai daerah pertanian, peternakan dan perkebunan. Terdapat beberapa perkebunan teh dan kina yang dikelola oleh PTPN. Pangalengan juga merupakan daerah penghasil susu sapi. Peternakan dan pengolahan susu di daerah Pangalengan dan daerah Bandung Selatan lainnya dikelola oleh Koperasi Peternakan Bandung Selatan Pangalengan (KPBS Pangalengan).

Administrasi

Pembagian wilayah

Kecamatan Pangalengan terbagi menjadi 13 desa, diantaranya:[1]

Desa Luas (km2) Penduduk (2010) Penduduk (2019)
Banjarsari 22.09 5,500 5,670
Lamajang 40.16 10,050 11,580
Margaluyu 8.60 8,440 9,190
Margamekar 8.18 8,050 9,680
Margamukti 26.13 15,940 17,710
Margamulya 12.94 15,680 18,440
Pangalengan 5.90 20,510 22,810
Pulosari 51.18 9,710 11,190
Sukaluyu 17.48 8,310 9,580
Sukamanah 6.68 18,300 21,070
Tribaktimulya 4.50 5,150 6,000
Wanasuka 45.56 4,740 4,630
Warnasari 23.54 7,890 9,250

Pariwisata

330px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Het_meer_Sitoe_Tjileuntja_nabij_Pengalengan_ten_zuiden_van_Bandoeng_op_West-_Java_TMnr_60010639.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Situ Cileunca pada tahun 1917
330px-Perkebunan_teh_Cukul.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perkebunan teh Cukul
Cagar budaya
  1. Kampung Adat Cikondang
  2. Imah Hideung
  3. Goong Kromong
  4. Makam Bosscha
  5. Batu Gantung
  6. Makam Keramat Cikondang
  7. Gua Belanda di Gunung Tilu
Perkebunan teh dan kina
  1. Perkebunan Teh dan Kina Malabar
  2. Nimo Highland, Malabar Pangalengan
  3. Wisata Wayang Windu Panenjoan
  4. Perkebunan Teh dan Kina Kertamanah
  5. Perkebunan Teh Purbasari
  6. Perkebunan Teh Pasir Junghunh
  7. Perkebunan Teh dan Kina Pasirmalang
  8. Perkebunan Teh Cukul
  9. Kebun Penelitian Teh dan Kina Cibeureum dan Chinchona
Danau
  1. Situ Cileunca
  2. Situ Cipanunjang
  3. Situ Gede Pangalengan
  4. Situ Cicoledas
  5. Situ Kanceuh
  6. Situ Cukul
  7. Situ Datar
Pemandian air panas
  1. Pemandian Air Panas Cibolang
  2. Pemandian Air Panas Tirta Kamelia
  3. Pemandian Air Panas Tirta Bidadari
Cagar alam
  1. Cagar Alam Gunung Tilu
  2. Cagar Alam Malabar
Air terjun
  1. Curug Panganten
  2. Curug Sanghiang
  3. Curug Ceret
  4. Curug Dewa
  5. Curug Cibaliung
  6. Curug Ciruntah
  7. Curug Cikakapa
  8. Curug Cisadawindu
  9. Curug Parta
  10. Curug Mega
  11. Curug Congeang
  12. Curug Cihideung
  13. Curug Malabar

Bencana alam

Menurut BPBD Kabupaten Bandung, bencana alam di Pangalengan beragam, seperti gempa bumi hingga longsor. Letak geografis Pangalengan yang berada di antara dua sesar besar, yakni Sesar Lembang dan Sesar Garsela menjadikannya daerah ini rawan gempa. Pangalengan menjadi tempat pengungsian (pengungsi internal, atau IDP) setelah gempa bumi besar Jawa Barat pada September 2009. Karena gempa tersebut, diperkirakan sekitar 50.000 rumah hancur di wilayah tersebut, 80.000 orang kehilangan rumah, dan sekitar 250.000 orang mengungsi.[2]

Galeri

  • Bentang alam Pangalengan, terlihat kebun sayur
    Bentang alam Pangalengan, terlihat kebun sayur
  • Salah satu bagian dari perkebunan teh di Pangalengan
    Salah satu bagian dari perkebunan teh di Pangalengan
  • Bentang alam Pangalengan, terlihat uap yang dihasilkan panas bumi yang belum dimanfaatkan
    Bentang alam Pangalengan, terlihat uap yang dihasilkan panas bumi yang belum dimanfaatkan
  • Buruh ternak sapi beristirahat ketika mencari rumput
    Buruh ternak sapi beristirahat ketika mencari rumput
  • Balai penelitian tanaman pangan di Pangalengan. Kawasan ini terlalu dingin untuk ditanami berbagai tanaman pangan, sehingga masyarakat banyak melakukan perdagangan dengan masyarakat dataran rendah untuk mendapatkan bahan pangan, terutama beras.
    Balai penelitian tanaman pangan di Pangalengan. Kawasan ini terlalu dingin untuk ditanami berbagai tanaman pangan, sehingga masyarakat banyak melakukan perdagangan dengan masyarakat dataran rendah untuk mendapatkan bahan pangan, terutama beras.

Referensi

  1. ↑ "Badan Pusat Statistik". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-07-08. Diakses tanggal 2023-01-14.
  2. ↑ Wendy Bruere, "The Quake Indonesia Forgot" Diarsipkan 2012-09-28 di Wayback Machine, The Jakarta Globe, 1 Desember 2009.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kecamatan di Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan